Teknologi Pembuatan Pupuk Bokashi dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan Kotoran Sapi

Kategori Induk: Peternakan Kategori: Inovasi Peternakan Ditulis oleh admin1 Dilihat: 1736

Kalimantan Barat merupakan suatu wilayah yang sebagian besar wilayahnya terdapat perkebunan, terutama perkebunan Kelapa Sawit. Pengolahan Kelapa Sawit menjadi minyak sawit menghasilkan beberapa limbah padat yang meliputi tandan kosong sawit, cangkang, serat, pelepah sawit yang sebagian limbahnya hanya dimanfaatkan sebagai bahan utama boiler untuk membangkitkan arus listrik di sekitar area perkebunan.

Proses pemanfaatan buah kelapa sawit untuk mengolah minyak menghasilkan limbah padat berupa tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sekitar 22 – 23% dari total tandan buah segar (TBS) yang diolah (Fauzi et al., 2002). Tanaman kelapa sawit yang telah dewasa akan menghasilkan limbah tandan kosong sawit sebanyak 6 ton/ha/th (Suryanto dkk, 2002). Penanganan limbah tandan kosong kelapa sawit secara tidak tepat akan dapat mencemari lingkungan. Pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit dapat dilakukan dengan cara mengolahnya bersama-sama dengan memanfaatkan kotoran ternak sapi, untuk dibuat pupuk Bokashi.

 Pupuk  bokashi adalah Pupuk Organik yang bahannya bisa ditemukan disekitar lingkungan hidup kita, contohnya : kotoran ternak, jerami tanaman padi dan jagung, sekam, dedak, Tandan Kosong Kelapa Sawit dan limbah pertanian lainnya. Pupuk Bokashi merupakan alternatif bagi petani untuk mengatasi masalah kelangkaan pupuk an-organik (buatan pabrik) atau biasa disebut pupuk kimia. Mahalnya harga pupuk kimia (pupuk buatan pabrik) dan langkanya pupuk tersebut membuat petani harus berpikir keras untuk mengupayakan pupuk pengganti yaitu pupuk organik yang ramah lingkungan.