JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Teknologi Budidaya Ayam KUB

Program Strategis Kementerian Pertanian Republik Indonesia dibidang Peternakan selain ternak sapi, adalah peternakan unggas yaitu ayam kampung uggul, tepatnya Ayam Kampung Unggul Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan), biasa disebut Ayam KUB. Ayam ini merupakan ayam kampung hasil seleksi genetik selama enam generasi, yang diprakarsai oleh Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Bogor pada Tahun 1997. Ayam KUB berasal dari indukan ayam kampung dari beberapa daerah di Jawa Barat seperti : Cipanas, Jatiwangi, Pondok Rangon, Depok, Ciawi dan Jasinga. Ayam KUB tergolong jenis ayam kampung petelur.

Di Kalimantan Barat, ayam KUB ini awal dikembangkan pada Tahun 2015 melalui Program bantuan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) sebanyak 500 ekor Day Old Chick (DOC). Bantuan tersebut diberikan pada Kelompok “ Warga Tani Makmur “ Desa Limbung Kec. Sungai Raya Kab. Kubu Raya, diketuai oleh Pak Sumadi.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat selaku perpanjangan tangan dari Balitbangtan, bersama Dinas Peternakan Kabupaten Kubu Raya wajib melakukan pendampingan dan pengawalan teknis terhadap Kelompok Warga Tani Makmur dalam hal Budidaya Ayam KUB yang sesuai dengan anjuran.

Keunggulan ayam KUB disbanding dengan ayam kampung biasa adalah :

  • Warna bulu beragam, seperti warna ayam kampung pada umumnya.
  • Bobot badan mencapai 1.200-1.600 gram/ekor.
  • Bobot telur antara 35-45 gram/butir.
  • Bertelur pada umur pertama bertelur lebih awal yaitu 175 hari (20-24 minggu). 
  • Memiliki produktifitas telur lebih tinggi (130 - 160 butir/ekor/tahun)
  • Tahan terhadap penyakit.

Budidaya Ayam KUB meliputi : 1) Perbibitan, 2) Perkandangan, 3) Pakan dan 4) Pengendalian Penyakit.

I. Perbibitan

Dalam hal perbibitan, yang perlu diperhatikan adalah bibit yang berasal dari ayam jantan maupun ayam betina. Untuk itu kita harus mengetahui ciri-ciri bibit ayam yang baik itu seperti apa, baik ayam jantan maupun ayam betina. Ciri-ciri ayam jantan yang baik untuk dijadikan bibit, adalah :  a) Badan kuat dan panjang, b) Tulang supit rapat, c) Sayap kuat dan bulu-bulunya teratur rapih, d) Paruh bersih, e) Mata jernih, f) Kaki dan kuku bersih, sisik-sisik teratur, dan g) Terdapat taji. Adapun ciri-ciri ayam betina yang baik untuk dijadikan bibit, yaitu : a) Kepala halus,          b) Matanya terang atau jernih, c) Mukanya sedang (tidak terlalu lebar), d) Paruh pendek dan kuat, e) Jengger dan pial halus, f) Badannya cukup besar dan perutnya luas, g) Jarak antara tulang dada dan tulang belakang ± 4 jari, dan h) Jarak antara tulang pubis ± 3 jari

II. Pemeliharaan

Ada 3 (tiga) sistem pemeliharaan, yaitu : a) Ekstensif adalah pemeliharaan secara tradisional yaitu dengan cara ayam dilepas dan mencari pakan sendiri, b) Semi intensif adalah ayam kadang-kadang diberi pakan tambahan dan c) Intensif yaitu ayam dikandangkan dan diberi pakan, biasanya pakan pabrikan maupun pakan buatan sendiri. Apabila dibedakan dari umurnya, ada beberapa macam pemeliharaan, yaitu : a) Pemeliharaan anak ayam (starter) berumur 0 - 6 minggu, dimana anak ayam sepenuhnya diserahkan kepada induk atau induk buatan, b) Pemeliharaan ayam dara (grower) berumur  6 - 20 minggu, dan c) Pemeliharaan masa bertelur (layer) berumur 21 minggu sampai afkir (± 2 tahun)

III. Perkandangan

Fungsi Kandang, yaitu :

  • Untuk tempat berteduh dari panas dan hujan.
  • Sebagai tempat bermalam.
  • Untuk memudahkan tata laksana pemeliharaan

Syarat Kandang, yaitu :

  • Cukup mendapat sinar matahari, angina dan udara segar.
  • Jauh dari kediaman rumah sendiri dan bersih.
  • Sesuai kebutuhan (umur dan keadaannya).
  • Kepadatan yang sesuai.
  • Kandang dibuat dari bahan yang murah, mudah didapat dan tahan lama

Kepadatan Kandang :

  • Anak ayam beserta induk : 1 - 2 m2 untuk 20 - 25 ekor anak ayam dan 1 - 2 induk.
  • Ayam dara 1 m2 untuk 14 - 16 ekor.
  • Ayam masa bertelur, 1 - 2 m2 untuk 6 ekor dan pejantan 1 ekor.

IV. Pakan

Zat-zat makanan yang dibutuhkan terdiri dari : protein, energi, vitamin, mineral dan air. Adapun konsumsi pakan adalah sebagai berikut :

  • Anak ayam dara : 15 gram/hari.
  • Minggu I-III : 30 gram/hari.
  • Minggu III-V : 60 gram/hari.
  • Minggu VI sampai menjelang bertelur : 80 gram/hari.
  • Induk : 100 gram/hari

Pemberian pakan adalah sehari dua kali, yaitu pagi dan sore, sedangkan air minum diberikan setiap saat.

V. Penyakit dan Pencegahannya.

  • ND = Necastle Desease = Tetelo.

Pencegahan : lakukan vaksinasi ND secara teratur pada umur 4 hari, 4 minggu dan 4 bulan diulangi lagi setiap 4 bulan sekali.

  • Cacingan

Pencegahan : hindari pemeliharaan ayam KUB secara tradisional.

  • CRD (pernafasan)

Pengobatan : Chlortetacyclin dengan dosis 100-200 gr/ton ransum) atau tylosin dengan dosis 800 -1000 gr/ton ransum.

  • Berak Darah.

Pengobatan : Prepara Sulfa atau anyrolium dilarutkan dalam air minum, dengan dosis 0,012 sampai  0,024 % untuk 3 - 5 hari.

  • Pilek

Pengobatan : sulfadimetoxine 0,05% dilarutkan dalam air minum selama 5 – 7 hari.

  • Cacar

Pencegahannya : vaksinasi 1 kali setelah lepas induk.