JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Pengendalian Serangga Tomcat

tomcatTomcat atau lebih dikenali juga dengan nama daerah Semut Semai, Semut Kayap atau Charlie sekilas tak berbahaya. Tapi, siapa sangka serangga kecil berwarna merah-hitam ini , menyebabkan beberapa orang mengalami iritasi kulit dengan gejala memerah dan melepuh seperti terbakar (dermatitis). Padahal Kumbang beracun ini sebenarnya sahabat petani karena merupakan predator wereng dan hama pertanian lainnya.

Secara habitat dan perilaku serangga ini berkembang biak di habitat yang lembab seperti  daun busuk basah dan tanah. Menurut FAO (1994) serangga ini efektif memangsa wereng coklat hama padi di Bogor dengan daur hidup dari telur sampai menjadi imago selama 18 hari. Stadium telur = 4 hari, larva = 9,2 hari, prepupa = 1 hari, dan pupa = 3,8 hari.  Lama hidup serangga betina adalah 113,8 hari dan serangga jantan adalah 109,2 hari.

Pencegahan dan Penanganannya

Upaya mencegah kontak dengan kumbang ini merupakan metode utama untuk menghindari dermatitis Paederus. Daerah kulit bekas kontak dengan kumbang harus segera dicuci dengan sabun dan air, dan setiap pakaian yang berkontak dengan kumbang harus dicuci juga. Pintu harus tetap tertutup dan skrining jendela harus tetap dalam keadaan baik untuk membantu mengurangi masuknya serangga ke dalam bangunan.

Lalu untuk penanganan luka-luka dermatitis dapat diberikan berbagai jenis salep yang mengandung hidrokortison atau antibiotik, langsung ke atas permukaan kulit, atau kalau sangat parah maka perlu konsultasi dengan dokter kulit. Tidak perlu panik, karena luka tersebut dalam waktu kurang lebih dua minggu akan sembuh.

Untuk penangananana serangga tomcat dapat dilakukan dengan pembuatan pestisida nabati, sebagai berikut.

Bahan:

~ Daun mimba: 8 kg / (8 bagian)

~ Lengkuas: 6 kg / (6 bagian)

~ Serai: 6 kg / (6 bagian)

~ Diterjen/sabun: 20 kg / (20 bagian)

~ Air: 80 liter / (80 bagian)

 

Cara:

~ Daun mimba, lengkuas, dan serai ditumbuk halus dicampur dengan diterjen/sabun colek.

~ Tambahkan 20 liter (bagian) air diaduk sampai rata.

~ Direndam selama 24 jam kemudian saring dengan kain halus.

~ Larutan akhir encerkan dengan 60 liter / (60 bagaian) air.

~ Larutan tersebut disemprotkan pada areal yang banyak ditemui serangga.