JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Teknologi Pengolahan Silase Jerami Sistem Drum Plastik

Peternak sapi di Parit Madiun, Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat rela harus pergi jauh mencari rumput hingga 10 km dari rumahnya. Hal ini umumnya terjadi pada saat musim tanam padi dimana lahannya disemprot dengan herbisida. Jadi rumput mati dan petani harus pergi jauh untuk mencari rumput bagi ternak sapinya. Disisi lain terdapat cukup banyak limbah jerami padi yang tidak dimanfaatkan tetapi hanya dibakar begitu saja. 
Dengan melakukan modifikasi ini maka dilakukan ujicoba pengolahan silase jerami menggunakan larutan gula merah sebagai pengganti molases dan proses pengeluaran udara dari dalam drum menggunakan vacuum cleaner. Langkah-langkah pembuatan silase jerami padi ini adalah sebagai berikut:

  1. Jerami padi yang masih segar dipotong-potong pendek 3-5 cm. Pemotongan sebaiknya dilakukan menggunakan mesin perajang (chopper). Tujuannya untuk mempercepat proses fermentasi dan memudahkan untuk memadatkan jerami di dalam drum plastik. Pilihkan jerami yang masih segara atau baru dipanen. Jika jerami sudah dipanen lama misalnya 4 hari maka batang jerami menjadi sulit untuk dipotong menggunakan mesin pemotong. Jerami akan melilit pada pisau mesin perajang (chopper).
  2. Hamparkan terpal plastik dilanjutkan dengan menghamparkan jerami padi yang sudah dipotong-potong ukuran 3-5 cm diatas terpal plastik. Alas terpal plastik ini dimaksudkan untuk menghindari bahan-bahan lain seperti kayu dan kerikil masuk kedalam silase jerami padi.
    Siapkan larutan gula merah 1 kg dalam 5 liter air untuk 75 kg jerami padi. Cipratkan larutan gula pada hamparan jerami secara merata.
  3. Siapkan drum plastik bertutup hitam ukuran 200 liter. Di Pontianak drum plastik ini banyak dijual untuk penampung air. Drum ini bekas wadah bahan kimia yang sudah dibersihkan secara sempurna dan dijual dengan haga sekitar Rp.400.000/buah.
  4. Siapkan kantong plastik dari bahan Low Density Poly Ethilene (LDPE) berukuran 80x120 cm denga ketebalan 010.
  5. Siapkan mini vacuum cleaner. Biasanya vacuum clener ini memerlukan daya listrik 600 watt. Jadi perlu dipastikan listrik di rumah petani mencukupi untuk menghidupkan vacuum cleaner.
    Masukkan potongan jerami 3-5 cm yang sudah diciprati larutan gula ke dalam drum plastik. Padatkan jerami tersebut dengan diinjak-injak di dalam drum hingga penuh sekitar 3 cm dari permukaan drum plastik. Tujuannya agar jerami ini padat dan tidak ada sisa udara di dalam tumpukan jerami.
  6. Setelah padat sungkupkan kantong plastik LDPE ukuran 80x120 cm dan tebal 010 pada drum. Kantong plastik ini biasanya dijual di warung-warung. Tarik plastik penutup ke bawah hingga tersisa sekitar 10 cm dari permukaan drum. Kantong plastik diberi isolasi dengan isolatape. Tujuannya agar tidak ada udara yang dapat keluar dan masuk lewat kantong plastik.
    Potong ujung plastik yang diluar permukaan drum selebar 3 cm. Masukkan ujung vacuum cleaner ke dalam lubang plastik tersebut lalu sedot udara di dalam drum sampai udara habis.
  7. Keluarkan ujung vacuum cleaner dari dalam lubang plastik. Selanjutnya lubang plastik diikat dengan karet hingga drum berisi jerami ini menjadi hampa udara. Biarkan selama 15-21 hari hingga silase jerami mengeluarkan bau harum seperti tape dan silase jerami siap digunakan untuk pakan ternak.

Masalah yang dihadapi ketika petani ingin mengadopsi inovasi teknologi ini adalah:


  1. Kesulitan memperoleh molases atau tetes tebu karena di Kalimantan barat tidak ada pabrik gula tebu. Sebagai gantinya pada kegiatan ujicoba ini adalah mengganti molases dengan larutan gula merah. Penggantian ini dengan mempertimbangkan bahwa Kecamatan Sungai Kakap ini merupakan salah satu sentra produksi gula merah sehingga petani mudah memperoleh bahan baku gula merah sebagai pengganti molases.
  2. Proses melakukan vakum atau membuang udara dari dalam drum plastik yang digunakan sebagai silo tempat penyimpanan silase jerami. Dalam video ini diperlihatkan petani yang gemuk sedang memadatkan drum yang sudah diisi jerami padi. Untuk memperoleh kepadatan atau menjamin drum ini benar-benar tidak berisi udara lagi maka tutup drum dari bahan hardboard ditindih dengan pemberat dari bahan besi. Resikonya pengolahan silase jerami ini akan memerlukan banyak tenaga kerja terutama untuk mengangkat pemberat. Berdasarkan kondisi ini maka dilakukan modifikasi dimana proses vakum dilakukan dengan menutup drum plastik menggunakan kantong plastik. Udara dari dalam drum plastik dikeluarkan menggunakan vacuum cleaner.