JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Padi Biosalin 1 Agritan dan Biosalin 2 Agritan , Varietas Unggul Baru Toleran Salinitas

Lahan pasang surut memiliki potensi yang besar sebagai lumbung pangan nasional seiiring semakin menurunnya lahan sawah potensial akibat alih fungsi lahan menjadi perumahan, pabrik dan lain-lain sehingga pengembangan tanaman pangan diarahkan ke lahan-lahan sub optimal. Meskipun demikian, dalam pengembangannya, lahan pasang surut memiliki kendala dan masalah seperti adanya intrusi air asin (salinitas) terutama pada daerah-daerah sepanjang pesisir pantai.

Tanaman padi merupakan satu-satunya tanaman pangan yang direkomendasikan untuk ditanam di lahan salin, walaupun tanaman padi merupakan tanaman yang sensitif terhadap lahan salin. Pengaruh air laut yang asin ini pada tanaman padi menyebabkan berkurangnya anakan, ujung-ujung daun berwarna keputihan dan sering terlihat bagian-bagian yang khlorosis pada daun. Tanaman padi tergolong tanaman yang tolerannya sedang terhadap salinitas, namun dengan meningkatnya salinitas sedang – tinggi dapat menyebabkan kehilangan hasil gabah 50%.  Umumnya tanaman padi lebih tahan terhadap salinitas pada fase perkecambahan, tetapi menjadi sangat peka pada awal fase bibit.  Ketahanan tanaman padi terhadap salinitas meningkat selama pembentukan anakan, kemudian menurun selama fase pembungaan dan meningkat kembali pada saat pemasakan biji. Varietas unggul toleran salinitas pada fase bibit sangat diperlukan sehingga dapat mengembalikan dan meningkatkan produktivitas padi pada lahan salin.

Badan Litbang Pertanian sudah cukup banyak melepas varietas unggul toleran salin seperti Dendang, Siak Raya, Lambur, Inpari 34 dan Inpari 35. Tahun 2020, Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB Biogen) kembali melepas varietas unggul toleran salinitas, Biosalin 1 Agritan dan Biosalin 2 Agritan. Varietas Biosalin ini toleran  terhadap cekaman salinitas pada fase bibit  dengan skor 3,0 - 3,33, artinya jika tanaman terdampak air asin (salinitas), gejala keracunannya terlihat hanya pada ujung daun seperti terbakar dan sebagian daun tua yang keputih-putihan, namun pertumbuhan tanaman agak normal. Biosalin 1 Agritan agak tahan terhadap wereng batang cokelat biotipe 1, hawar daun bakteri dengan tektur nasi pulen. Biosalin 1 Agritan ini mempunyai potensi hasilnya 8,75 ton/hektar dan  rata-rata hasil di sawah dengan cekaman salinitas 7,16 ton/hektar. Biosalin 2 Agritan memiliki potensi hasil yang lebih tinggi dari Biosalin 1 Agritan yaitu 9,06 t/ha dengan rata-rata hasil di sawah dengan cekaman salinitas 7,62 t/ha dan umur yang lebih genjah dari Biosalin 1. Varietas Biosalin 2 juga agak tahan wereng batang coklat biotipe 1, 2 dan 3 serta agak tahan hawar daun bakteri dan tahan blas dengan tektur nasi sedang.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada deskripsi varietas Biosalin 1 Agritan dan Biosalin 2 Agritan di bawah ini.

Biosalin 1 Agritan

Umur tanaman

:

113 Hari

Bentuk tanaman

:

Tegak

Tinggi tanaman

:

104,2 cm

Jumlah gabah isi per malai

:

151 Butir

Anakan produktif

:

15 batang

Warna kaki

:

Hijau

Warna batang

:

Hijau

Warna helai daun

:

Hijau

Permukaan daun

:

Kasar

Posisi daun bendera

:

Tegak

Bentuk gabah

:

Panjang Ramping ( ber ekor pendek)

Warna gabah

:

Kuning jerami

Warna ujung gabah

:

Kuning jerami

Warna beras pecah kulit

:

Putih kusam

Warna beras sosoh

:

Bening

Bentuk beras

:

Panjang ramping

Kerontokan

:

rontok

Kerebahan

:

Sedang

Potensi hasil pada lahan salin

:

8,75 t/ha

Rata-rata hasil pada lahan salin

:

7,16 t/ha

Berat 1000 butir

:

23,9 gram

Tekstur nasi

:

Pulen  

Kadar Amilosa

:

20,07%

Ketahanan/ toleransi terhadap

   

Hama

:

Agak tahan terhadap wereng batang coklat  biotipe 1, agak rentan terhadap biotipe 2 dan 3

Penyakit

:

Agak tahan terhadap hawar daun bakteri strain 4 dan  agak tahan terhadap Blas ras 033 dan 133

Cekaman abiotik

:

Toleran terhadap cekaman salinitas pada fase bibit  (skor 3,33)

Anjuran tanam

:

Cocok ditanam di ekosistim  sawah dengan cekaman salinitas  yang berada di daerah pesisir dan  terpapar air laut.

 

Biosalin 2 Agritan

Umur tanaman

:

107 Hari

Bentuk tanaman

:

Tegak

Tinggi tanaman

:

109 cm

Jumlah gabah isi per malai

:

177 Butir

Anakan produktif

:

15 batang

Warna kaki

:

Hijau

Warna batang

:

Hijau

Warna helai daun

:

Hijau

Permukaan daun

:

Kasar

Posisi daun bendera

:

Tegak (agak Lebar)

Bentuk gabah

:

Panjang Ramping  (tidak berekor)

Warna gabah

:

Kuning jerami

Warna ujung gabah

:

Kuning jerami

Warna beras pecah kulit

:

Putih kusam

Warna beras sosoh

:

Bening

Bentuk beras

:

Panjang ramping

Kerontokan

:

Sedang

Kerebahan

:

Sedang

Potensi hasil pada lahan salin

:

9,06 t/ha

Rata-rata hasil pada lahan salin

:

7,62 t/ha

Berat 1000 butir

:

24,24 gram

Tekstur nasi

:

Sedang

Kadar Amilosa

:

20,57 %

Ketahanan/ toleransi terhadap

   

Hama

:

Agak tahan terhadap wereng batang coklat  biotipe 1, 2 dan 3

Penyakit

:

Agak tahan terhadap hawar daun bakteri strain 4 dan tahan terhadap Blas ras 073 dan agak tahan  terhadap ras 033

Cekaman abiotik

:

Toleran terhadap cekaman salinitas pada fase bibit  (skor 3,00)

Anjuran tanam

:

Cocok ditanam di ekosistim  sawah dengan cekaman salinitas  yang berada di daerah pesisir dan  terpapar air laut.

Sumber : BB Biogen, 2020.

Sumber  :

Anonim, 2016. Varietas Padi Toleran lahan Salin Terus diKembangkan. Badan Litbang Pertanian. https://www.litbang.pertanian.go.id/berita/one/2626/. Diakses tanggal 16 Agustus 2016.

Balai  Besar   Biogen, 2020.  Padi    Biosalin  1  Agritan.    https://biogen.litbang.pertanian.go.id/?p=70198. Diakses tanggal 15 Februari 2021

Balai Besar Biogen, 2020. Padi  Biosalin 2 Agritan.  https://biogen.litbang.pertanian.     go.id/?p=70192. Diakses tanggal 15 Februari 2021

Yunita, R., 2020. Varietas Unggul Baru Padi Toleran Salinitas : Biosalin 1 Agritan dan Biosalin 2 Agritan. Warta Litbang Pertanian No.42 No. 5 Tahun 2020.