JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Keragaan Plasma Nutfah Padi Lokal di Kalimantan Barat

Kalimantan Barat dikaruniai keanekaragaman plasma nutfah padi yang sangat kaya. Tidak kurang dari 100 varietas padi lokal dibudidayakan secara turun temurun oleh petani di Kalimantan barat. Tingginya minat petani menanam padi lokal disebabkan karena varietas padi lokal sudah adaptif dengan kondisi biofisik lahan, termasuk terhadap perubahan iklim (kebanjiran maupun kekeringan). Keanekaragaman genetik plasma nutpah padi lokal perlu dipertahankan keberadaannya. Tujuan penelitian ini adalah melakukan eksplorasi, inventarisasi dan konservasi (koleksi) plasma nutfah varietas padi lokal di Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode penelitian eksplorasi dan survey yang dilaksanakan pada delapan kabupaten di Kalimantan Barat. Plasma nutfah padi yang dikumpul berupa biji/gabah dicatat data paspornya. Plasma nutfah padi lokal hasil eksplorasi ini selanjutnya di inventarisasi dan dikonservasi secara ex-situ (dikoleksi) di Bank Gen BB-Biogen dan atau BB-Padi. Dari hasil penelitian diperoleh 121 aksesi plasma nutfah padi lokal di 8 kabupaten. Plasma nutfah padi lokal yang paling banyak di temui di Kabupaten Sambas (29 aksesi) , disusul oleh Kabupaten Sangggau (26 aksesi), Kabupaten Pontianak (22 Aksesi), Kabupaten Landak (19 Aksesi), Kabupaten Kapuas Hulu (14 aksesi), Kabupaten Bengkayang (13 Aksesi), Kabupaten Kubu Raya (11 Aksesi) dan Kabupaten Ketapang (10 Aksesi). Varietas padi lokal yang paling luas sebarannya adalah varietas Sirendah, lalu Siam Ketupat, Ringkak Condong, dan Ketumbar. Kemiripan jenis padi lokal antara Kabupaten yang paling tinggi ditemukan diantara Kabupaten Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Kata kunci : keragaan, plasma nutfah, padi lokal, Kalimantan Barat.