JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Varietas Unggul Inpago 13 Fortiz, Padi Kaya Zinc Dan Protein

Indonesia sampai saat ini masih menjadi negara yang memiliki angka prevalensi kekurangan gizi cukup tinggi. Salah satu akibat dari kekurangan gizi Zinc (Zn) adalah kekerdilan (stunting) pada anak-anak. Ironisnya, kekurangan gizi Zn ini terjadi pada negera-negara yang menjadikan beras sebagai sumber pangan atau makanan pokoknya.  Berdasarkan hasil survey Status Gizi Balita pada 2019, prevalensi stunting Indonesia masih cukup tinggi 27,67 persen. Kondisi ini menjadi alasan untuk melakukan biofortifikasi padi (perakitan varietas kaya Zn) yang dapat meningkatkan kadar Zn beras giling. 

Selain Zinc, protein merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar. Jika kita mengkonsumsi makanan yang mengandung protein sistem pencernaan akan memecah protein menjadi asam amino yang dibutuhkan hampir di seluruh bagian tubuh. Protein diperlukan oleh tubuh sebagai sumber energy, membangun dan membentuk jaringan tubuh, memebentuk antibody, serta membentuk enzim dan hormon. Kadar protein pada beras sangat dipengaruhi oleh faktor genetik, teknologi budidaya, pemupukan, dan agroekosistem wilayah pertanaman padi  Padi yang ditanam pada wilayah yang memiliki kandungan N tinggi cenderung memiliki kadar protein yang tinggi. Untuk itu, penambahan pupuk urea dan cara aplikasinya sangat mempengaruhi kadar protein beras yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan kandungan nitrogen dari pupuk urea yang dapat diserap oleh tanaman akan mempengaruhi kadar protein beras yang dihasilkan.

Salah satu upaya untuk meningkatkan kandungan gizi Zn dan protein dalam beras yang murah dan mudah, sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat  adalah melalui varietas unggu baru. Tahun 2019, Badan Litbang Pertanian telah melepas varietas unggul baru Inpari IR Nutri Zinc yang merupakan padi lahan sawah dengan kandungan Zinc yang tinggi 34,51 ppm lebih tinggi daripada varietas padi umumnya di Indonesia, khususnya Ciherang (24,01 ppm). Tahun 2020 ini, Badan Litbang kembali melepas varietas unggul baru Inpago 13 Fortiz yang merupakan padi lahan kering dengan kandungan Zinc 34 ppm pada beras pecah kulit dan kandungan protein 9.83% yang lebih tinggi dari protein beras pada umumnya. Beras yang memiliki protein tinggi (8-9%) rasanya lebih enak.  Varietas ini dihasilkan dari persilangan padi lokal Indonesia dengan padi unggul. Inpago 13 Fortiz memiliki rata-rata hasil 6,53 t/ha GKG dengan potensi hasil 8,11 t/ha GKG. Keunggulan lainnya adalah agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, agak rentan terhadap biotipe 2 dan 3, agak tahan sampai tahan terhadap delapan  ras blas serta  agak toleran terhadap keracunan Alumunium 40 ppm dan agak toleran kekeringan pada fase vegetatif. Selain adaptif di lahan kering, Inpago 13 Fortiz ini juga dapat di tanam di lahan sawah tadah hujan dengan sistem pengairan yang terbatas. Melalui Inpago 13 Fortiz, diharapkan produktivitas padi di lahan kering meningkat serta dapat meningkatkan gizi masyarakat pada umumnya.

Inpago 13 Fortiz

Umur tanaman

:

± 114 hari setelah semai (HSS)

Bentuk tanaman

:

Tegak

Tinggi tanaman

:

± 124 cm

Daun bendera

:

Miring

Bentuk gabah

:

Sedang

Warna gabah

:

Kuning Jerami

Warna Beras

:

Putih

Kerontokan

:

Sedang

Tektur nasi

:

Sedang

Kadar Amilosa

:

± 21,56%

Berat 1000 butir

:

24,6 gram

Rata-rata hasil

:

6,53 t/ha GKG

Potensi hasil

:

8,11 t/ha GKG

Ketahanan/ toleransi terhadap

   

Hama

:

Agak tahan terhadap wereng batang coklat (WBC) biotipe 1, agak rentan terhadap biotipe 2 dan biotipe 3

Penyakit

:

Tahan terhadap penyakit blas ras 033, 173 dan agak tahan terhadap ras 001, 013, 023, 041, 051, 173.

Cekaman abiotik

:

Agak toleran keracunan Aluminium (Al) 40 ppm dan agak toleran kekeringan pada fase vegetative.

Keunggulan khusus

:

Memiliki kandungan Zn pada beras pecah kulit 34 ppm dan kandungan protein 9,83%

Anjuran tanam

:

Ditanam pada lahan kering subur dan lahan kering masam pada dataran rendah sampai 700 mdpl

                                                                                                                                                                                                                                                                                             Sumber :

Anonim, 2020. Inpago 13 Fortis, Beras Kaya Zinc. https://bbpadi.litbang.pertanian. go.id/index.php/info-berita/info-teknologi/inpago-13-fortiz-beras-kaya-zinc

Anonim, 2020. Inpago 13 Fortis, Beras Kaya Nutrizi Zink dan Protein. https://www.litbang.pertanian.go.id/info-teknologi/4099

Anonim, 2020. Deskripsi Inpago 13 Fortis. https://bbpadi.litbang.pertanian.go.id//index.php/varietas-padi/inbrida-padi-gogo-inpago/inpago-13-fortiz.

Penyusun : Ir. Sari Nurita (Penyuluh Pertanian BPTP Kalbar)