Inpari IR Nutri Zinc, Kaya Seng Bantu Atasi Stunting

Kategori Induk: Padi Kategori: Budidaya Padi Ditulis oleh Sari Nurita Dilihat: 849

Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekeurangan gizi dalam waktu yang lama, sehingga anak lebih pendek dari anak normal seusia dan memiliki keterlambatan berpikir. Salah satu zat yang penting untuk pertumbuhan adalah 

Seng (Zinc). Meski kebutuhannya Zinc oleh tubuh tidak banyak, mengalami defisiensi akan membuat fungsi dari organ tubuh tidak bisa berjalan dengan sempurna. Mineral ini membantu tubuh untuk tumbuh dengan baik dan perkembangan pada organ tubuh juga terjadi dengan cepat. Dengan kemampuan ini bayi, anak-anak dan remaja wajib memenuhi kebutuhan dari seng ini setiap harinya. Kalau kebutuhan seng sampai mengalami penurunan dan defisiensi terjadi, kemungkinan besar akan terjadi masalah pada pertumbuhan anak dan remaja. Masalah ini akan terbawa hingga mereka dewasa

      Sumber mineral seng di dapat dari hewani seperti ikan bercangkang khususnya tiram, olahan daging, berbagai jenis lobster dan lain lain dan dari nabati seperti kacang polong dan olahannya, kacang-kacangan dan biji-bijian. Jika dilihat dari produk hewani tersebut, kemungkinan hanya sebagian saja masyarakat yang biasa menjangkaunya, sehingga produk nabati sepertinya menjadi pilihan yang pas untuk mencukupi kebutuhan seng setiap harinya terutama dari biji-bijian termasuklah di dalamnya padi.

      Padi/beras merupakan makanan pokok pada umumnya masyarakat Indonesia yang dikonsumsi setiap harinya, namun pada umumnya varietas padi yang ada memiliki kandungan Zn yang rendah dan ironisnya defisiensi gizi Zn banyak terjadi dinegara-negara yang menjadikan padi sebagai sumber pangan. Kondisi ini menjadi alasan untuk melakukan biofortifikasi padi yang dapat meningkatkan kadar Zn beras giling. Biofortifikasi adalah proses peningkatan kualitas nutrisi tanaman pangan memalui cara-cara agronomi, pemuliaan tanaman konvensional atau bioteknologi modern. Biofortifikasi tanaman pangan dalam jumlah besar telah disarankan untuk menjadi alternative, komplementer dan pendekatan yang berkelanjutan untuk mengatasi kekurangan Zn. Untuk itu Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Padi tahun 2019 ini telah menghasilkan varietas unggul Inpari Nutri Zinc yang kaya seng sebagai alternative pencegah stunting.  Biofortifikasi pada Inpari IR Nutri Zinc diharapkan dapat membantu peningkatan nilai gizi sekaligus mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat.

         Inpari IR Nutri Zinc merupakan varietas padi yang memiliki kandungan Zn tinggi 34,51 ppm lebih tinggi daripada varietas padi umumnya di Indonesia, khususnya Ciherang (24,01 ppm). Keunggulan ini diharapkan mampu mengatasi kekurangan gizi Zn yang berakibat stunting (kerdil).. Umur varietas Inpari IR Nutri Zinc sekitar 115 hari dan memiliki tekstur nasi yang pulen dengan kadar amilosa 16,6%. Selain kaya Nutrisi, varietas ini juga memiliki potensi hasil yang tinggi ± 9,98 t/ha, relatife tahan WBC biotipe 1 dan 2, agak tahan  HDB strain III, agak tahan tungro isolate Garut dan Purwakarta serta tahan blas ras 033, 073 dan 133.  Diharapkan varietas ini dapat diterima dan berkembang di masyarakart luas terutama pada daerah-daerah yang memiliki stunting yang cukup tinggi sehingga dapat membantu atasi stunting.

Penyusun : Ir. Sari Nurita, Penyuluh BPTP Kalimantan Barat

Sumber :

Anonim, 2018. Ini Penyebab Stunting. https://www.depkes.go.id/article/view /18052800006/ini-penyebab-stunting-pada-anak.html. Kemenkes. Diakses tanggal 8 Oktober 2019

Indrasari S.D dan U. Susanto, 2018. Padi Kaya Seng (Zn), Alternatif Penanggunagan Stuntig di Indonesia. Warta Penelitian dan Pengembangan pertanian. Volume 40 Nomor 6 Tahun 2018. ISSN 0216-4427

Anonim, 2017. Seng (Zinc): manfaat, Sumber dan efek Samping. https://doktersehat.com/seng-zinc/