JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Lalat Bibit (Ophiomyia phaseoli) Pada Tanaman Kedelai dan Pengendaliannya

Pertumbuhan, perkembangan dan produksi kedelai sangat ditentukan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lain. Salah satu factor penghambat adalah serangan hama yang selalu ada pada setiap fase pertumbuhan tanaman. Pada fase bibit, hama lalat bibit (Ophiomya phaseoli) sangat membahayakan karena menyerang pada saat bibit kedelai mulai muncul di permukaan tanah hingga tanaman umur < 14 hari.  Fase kritis serangan hama ini terjadi pada tanaman kedelai umur 6 – 11 hari. Jika pada fase tersebut lalat bibit kacang meletakkan telurnya pada keping biji atau daun pertama, maka sudah dapat dipastikan bahwa tanaman akan mati pada umur 2 -  3 MST. Lalat bibit bila menyerang tanaman kedelai pada umur muda otomatis akan mengurangi populasi dan populasi itu  tidak dapat tergantikan. Akibatnya produksi tanaman yang dihasilkan tidak dapat maxsimal.  Tingkat serangan hama lalat bibit umunya tinggi pada musim kemarau dan rendah pada musim penghujan. Kehilangan hasil akibat serangan hama ini dapat mencapai 80%, bahkan dapat terjadi puso apabila tidak ada tindakan pengendalian.

GEJALA SERANGAN

Serangan lalat kacang ditandai oleh adanya bintik-bintik putih pada keping biji, d aun pertama atau kedua. Bintik-bintik tersebut adalah bekas tusukan alat peletak telur (ovipositor) dari lalat kacang betina. Tanda serangan  larva pada keping biji dan daun berupa  garis berkelok kelok  berwarna coklat , pada batang ulat  menggerek melengkung mengelilingi batang dibawah kulit batang  dan akhirnya berkepompong didalam batang, akibat gerekan tersebut tanaman menjadi layu, mengering dan akhirnya mati.  Serangan ringan hama ini mengakibatkan tanaman kerdil , bila serangan banyak pada umur muda dibawah 2 mg tanaman menjadi mati. Telur banyak diletakkan oleh hama ini pada umur 7 – 10 hari setelah tanam

Untuk info selengkapnya, dapat di download link berikut: