JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Teknologi Budidaya Kedelai di Lahan Salin

Berdasarkan data BPS Prov. Kalbar (2016) diketahui bahwa luas lahan yang masuk dalam kategori daerah tergenang adalah seluas 2.776.444 hektar. Lahan yang tergenang di Kabupaten Mempawah 62.293 hektar, Kabupaten Kubu Raya 579.096 hektar, Kabupaten Ketapang 803.000 hektar, Kabupaten Kayong Utara 202.000 hektar, dan Kabupaten Sambas 307.800 hektar. Kabupaten Sambas dikenal sebagai salah satu sentra produksi kedelai yang dikembangkan pada lahan pasang surut. Beberapa kecamatan justru ada yang lahannya mengalami intrusi air asin terutama kecamatan di wilayah pantai seperti di Kecamatan Jawai, Jawai Utara, Teluk Keramat, Tengaran, dan Paloh. Wilayah yang banyak mengembangkan kedelai antara lain adalah Kecamatan Teluk Keramat dan Tengaran. Wilayah ini juga ada yang terdampak oleh intrusi air asin.
Pengaruh Salinitas terhadap Tanaman Kedelai
Cekaman salinitas berpengaruh negatif terhadap terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai karena rendahnya potensial osmotik larutan tanah, ketidakseimbangan unsur hara, pengaruh ion spesifik, dan kombinasi dari faktor-faktor tersebut. Kadar garam tanah yang tinggi berpengaruh terhadap fisiologi dan biokimia tanaman hingga ke tingkat molekuler ta-naman. Akumulasi ion Na dan Cl pada konsentrasi meracun menyebabkan daun berwarna kuning/klo-rosis, nekrosis serta tepi daun mengering dan mengulung ke atas seperti mangkok. Kedelai termasuk tanaman yang agak peka terhadap cekaman salinitas. Pada cekaman salinitas berat terjadi perontokan daun, bunga serta kegagalan pengisian polong bahkan kematian tanaman. Ambang batas salinitas untuk kedelai adalah 5,0 dS/m. Hasil kedelai turun 20% pada DHL tanah 4,0 dS/m, dan turun 50% pada 7,5 dS/m dari kondisi normal.
Rekomendasi teknologi
Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (2017) sudah menghasilkan inovasi teknologi Budidaya Kedelai pada Lahan Salin. Teknologi budidaya ini disusun berdasarkan hasil penelitian pada lahan salin di Lamongan dengan DHL 10-15 dS/m.
Rekomendasi teknologinya adalah sebagai berikut:


  1. Lahan dibersihkan dari sisa tanaman se-belumnya.
  2. Tanah diolah ringan dengan bajak/rotari, atau tanpa olah tanah
  3. Saluran drainase dibuat setiap 3 m.
  4. Gunakan varietas Anjasmoro atau calon Varietas unggul kedelai GH K13 (toleran salin hingga DHL tanah sekitar 15 dS/m).
  5. Jarak tanam 40 cm x 10-15 cm, 2-3 tanaman/ rumpun.
  6. Dosis pupuk 75 kg Urea + 100 kg SP36 + 50 kg KCl per ha (setara 200 kg Phonska + 25 kg SP36).
    7.Mulsa jerami 3,5 t/ha (bila tersedia). Pemulsaan mencegah peningkatan DHL tanah selama per-tumbuhan tanaman.
  7. Lakukan ameliorasi tanah dengan salah satu bahan sebagai berikut (disebar bersamaan atau setelah pengolahan tanah):a.750 kg S/hab.5 t/ha gipsum pertanianc.5 t/ha pupuk kandang d.1,5 t/ha gipsum + 5 t/ha pupuk kandang.
  8. Pengairan sesuai kebutuhan. Air dengan DHL 4,0 dS/m masih dapat digunakan untuk pengairan.
  9. Pengendalian gulma, hama dan penyakit sesuai kebutuhan.11.Panen bila 95% polong telah berwarna coklat