JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Inilah Varietas Unggul Ubikayu Sesuai Bahan Baku Mocaf (Modified Cassava Flour)

Ubikayu merupakan tanaman yang memiliki potensi yang besar sebagai produk olahan industri yang berbasis tepung, salah satunya tepung Mocaf. Untuk industri tepung Mocaf ini, biasanya dipilih ubikayu yang memiliki potensi hasil tinggi, umbi yang putih dan mempunyai kadar bahan kering serta pati yang tinggi. Ubikayu seperti ini biasanya ada pada ubikayu pahit yang memiliki kadar HCN tinggi yang dapat menyebabkan  keracunan,  namun  untuk industri tepung hal ini tidak menjadi masalah karena bahan racun yang ada akan hilang selama pemrosesan menjadi tepung (pencucian, pemanasan maupun pengeringan).

Di Kalimantan Barat, Mocaf (Modified Cassava Flour) sudah mulai diolah di Kelompok Wanita Tani (KWT) Baras Baru Desa desa Mentoyek Kec. Mempawah Hulu Kab. Landak dengan bahan bakunya varietas Malang 4. Mocaf yang dihasilkan dengan merek Tubikha (Tepung Ubi Khatulistiwa) beserta pangan olahannya seperti roti pisang, nastar, rempeyek bayam dan kue bawang telah ditampilkan pada Hari Pangan Sedunia ke-39 di Kabupaten Sambas.

Beberapa  varietas unggul yang telah dilepas dan sesuai untuk bahan baku Mocaf antara lain varietas Adhira-4, MLG-4, UJ-3, UJ-5, MLG-6.

 

 

Varietas Adira 4

Varietas ini dilepas tahun 1987, memiliki umur 10 bulan, dengan hasil rata-rata 35 t/ha dengan rasa agak pahit. Adira-4 memiliki umbi berwarna putih, kadar HCN ± 68 mg/100 g, kadar protein 0,8 - 22% dan kadar pati 18-22 % dengan rendemen tepung 39 %. Varaietas ini cukup tahan hama tungau merah dan tahan penyakit Pseudomonas solanacearum dan Xanthomnas manihotis. 

 

Varietas UJ-3

  Varietas UJ-3 dilepas tahun 2000 dengan umur panen 8-10 bulan  dan potensi hasil 20  – 35 t/ha. UJ-3 memiliki warna umbi putih kekuning-kuningan dengan rasa umbi pahit, kadar HCN > 100 mg/kg, kadar pati 20 -27 dan rendemen tepung 43%. Varietas ini agak tahan penyakit hawar daun serta sesuai untuk bahan baku industri

 

Varietas UJ 5

Varietas UJ 5 dilepas di tahun yang sama dengan UJ 3 tahun 2000 dengan umur panen 9 – 10 bulan dan potensi hasil 25 – 38 t/ha. UJ 5 memiliki umbi yang putih   dengan  rasa pahit,   kadar   HCN > 100 mg/kg, kadar pati 19 – 30 % dengan rendemen tepung 46%. Varietas ini agak tahan dengan CBB (Cassava Bacterial Blight) dan sesuai untuk bahan baku industri 

 

Varietas Malang 4 (MLG-4)

 Varietas Malang 4 dilepas tahun 201 dengan umur panen 9 bulan. Hasil rata-rata varietas Malang 4 lebih tinggi dari Adira 4 yaitu 39,7 t/ha dengan rasa pahit. Malang 4  memiliki  daging  umbi putih  dengan dengan ukuran umbi besar, Kadar HCN > 100 ppm dan kadar pati 25 – 32 %. Varietas ini agak tahan hama tungau merah dan beradaprasi baik di lahan marjinal yang kurang subur.

 

Varietas Malang 6 (MLG-6)

   Sama dengan varietas Malang 4, varietas Malang 6 juga dilepas tahun 2001 dengan umur panen 9 bulan dan rata-rata hasil 36,41 t/ha. Malang 6 memiliki rasa pahit,  daging  umbi   putih   dengan   ukuran   umbi sedang, kadar HCN 100 ppm, kadar pati 25 -32 % dengan rendeman tepung 43%. Varietas ini agak tahan hama tungau merah dan beradaprasi baik di lahan marjinal yang kurang subur.

Sumber

  • Anonim, 2016. Deskripsi Varietas Unggul Ubi Kayu 1978 – 2016. Balai Penelitian Kacang-kacangan dan Umbi-Umbian. Malang.
  • Anonim, 2019. Potensi Ubikayu Sebagai Produk Olahan Industri makanan. https://genagraris.id/see/potensi-ubikayu-sebagai-produk-olahan-industri-makanan
  • Sundari, T., 2010. Petunjuk Teknis Pengenalan Varietas Unggul dan Budidaya Ubi Kayu (Materi Pelatihan Agribisnis Bagi KMPH). Palembang