JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pengenalan dan Pengendalian Hama Thrips (Scirtothrips citri) pada Tanaman Jeruk

Pengenalan dan Pengendalian Hama Thrips (Scirtothrips citri) pada Tanaman Jeruk

Gejala Serangan

Hama thrips menyerang dengan cara memarut mengisap permukaan kulit buah (Cahyani et.al., 2013). Serangan pada buah terjadi mulai pada fase bunga dan ketika buah masih sangat muda. Akibat serangan thrips tersebut, pada buah akan terdapat bekas luka berwarna coklat keabu-abuan yang disertai garis nekrotis di sekeliling luka. Bekas luka tampak di permukaan kulit buah di sekeliling tangkai atau melingkar pada sekeliling kulit buah. Thrips juga dapat menyerang bagian tangkai dan daun muda yang mengakibatkan helai daun menebal, kedua sisi daun agak menggulung ke atas dan pertumbuhannya tidak normal (Dwiastuti et.al., 2004).

Bioekologi

Thrips betina mampu bertelur 200-250 butir. Telur berukuran sangat kecil, biasanya diletakkan pada jaringan daun muda, tangkai kuncup dan buah. Telur yang menetas menjadi nimfa thrips instar pertama berbentuk seperti kumparan, berwarna putih jernih dan mempunyai 2 mata yang sangat jelas berwarna merah, aktif bergerak memakan jaringan tanaman. Seiring dengan stadium perkembangannya warnanya berubah menjadi kuning kehijauan dengan ukuran 0,4 mm, kemudian berganti kulit menjadi instar kedua. Pada stadium instar kedua, thrips aktif bergerak mencari tempat yang terlindung, biasanya dekat urat daun atau pada lekukan-lekukan di permukaan daun. Thrips instar kedua berwarna lebih kuning, panjang 0,9 mm dan aktivitas makannya meningkat. Pada akhir instar ini, thrips biasanya mencari tempat di tanah atau timbunan jerami dibawah kanopi tanaman (Dwiastuti et.al., 2004).

Pada stadium prepupa maupun pupa, ukuran thrips relatif lebih pendek dan mulai muncul 2 pasang sayap dan antena. Warna thrips pada stadium ini masih tetap kuning atau kehijauan, aktivitas makan berangsur berhenti. Setelah dewasa, sayap tumbuh lebih panjang hingga melebihi panjang perutnya. Ukuran thrips betina berkisar 0,7-0,9 mm, sedangkan thrips jantan lebih pendek. Dalam 1 tahun terdapat 8-12 generasi thrips. Pada musim kemarau, perkembangan telur sampai dewasa berlangsung 13-15 hari dan lama hidup thrips dewasa berkisar 15-20 hari. Thrips berkembang sangat cepat bila suhu di sekitar tanaman meningkat (Dwiastuti et.al., 2004).

Fase kritis tanaman dan saat pemantauan populasi adalah ketika tanaman berbunga sampai berbuah hingga buah berumur 2-3 bulan. Pada saat tanaman bertunas, pemantauan juga dilakukan pada daun muda dan tangkai daun (Dwiastuti et.al., 2004).

Pengendalian

Pengendalian hama thrips yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Menjaga lingkungan tajuk tanaman agar tidak terlalu rapat sehingga sinar matahari dapat menerobos sampai ke bagian dalam tajuk tanaman (Dwiastuti et.al., 2004).
  2. Menghindari penggunaan mulsa jerami yang dapat digunakan thrips untuk tempat bertelur (Dwiastuti et.al., 2004).
  3. Sanitasi dengan cara memangkas bagian tanaman yang terserang (Cahyani et.al., 2013).
  4. Penjarangan buah (Cahyani et.al., 2013).
  5. Penggunaan musuh alami seperti predator Phytoseiidae, Coccinellidae, Chrysopidae dan agens hayati Metarrhizium spp. (Cahyani et.al., 2013).
  6. Penanaman tanaman perangkap Tagetes erecta di pinggir kebun (Cahyani et.al., 2013).
  7. Secara kimia, thrips dapat dikendalikan dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif Alfametrin atau Alfasipermetrin (Dwiastuti et.al., 2004).
  8. Penyemprotan pestisida hayati dari ekstrak hasil rendaman biji keben pada konsentrasi 20 g/l juga dapat menurunkan serangan hama thrips pada tanaman jeruk.
  9. Waktu pengendalian hama thrips yang paling efektif adalah saat tanaman sedang bertunas, berbunga dan pembentukan buah pada musim kemarau (Dwiastuti et.al., 2004).

Pustaka :

Cahyani R., Ami, Evy Oktavia, dan Nelly Saptayani. 2013. Pedoman Pengelolaan OPT Ramah Lingkungan pada Tanaman Jeruk dalam Iswari, Dwi, Anik Kustaryati, dan Issusilaningtyas Uswatun H (Penyunting). Direktorat Perlindungan Hortikultura, Jakarta.

Dwiastuti, Mutia Erti, Anang Triwiratno, Otto Endarto, Susi Wuryantini, dan Yunimar. 2004. Panduan Teknis Pengenalan dan Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jeruk. Loka Penelitian Tanaman Jeruk dan Hortikultura Subtropik, Batu.