JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Teknologi teraktual

Teknologi RAISA adalah teknologi padi Rawa Pasang Surut Intensif, Super, dan Aktual. Teknologi ini merupakan rangkaian komponen teknologi yang pada prinsipnya mengambil dari Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi pasang surut. Dengan teknologi RAISA, potensi lahan sub optimal yang tersebar di beberapa pulau seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua berpeluang dikembangkan sebagai lumbung pangan di Indonesia.

 

Budidaya bawang merah di lahan gambut mampu menghasilkan provitas sebanyak 12-14 ton/ha bawang kering panen. Produksi ini tentunya sangat luar biasa, karena bisa setara dengan hasil budidaya bawang merah yang dilakukan di lahan konvensional. Para peneliti di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Barat, telah melakukan beberapa kali pengkajian terkait budidaya bawang merah di lahan gambut yang ternyata mampu untuk memberikan hasil produksi yang tinggi. Pengkajian itu telah dilakukan dibeberapa Kabupaten di Kalimantan Barat diantaranya, di Kabupaten Mempawah, Kubu Raya, Bengkayang dan Kota Pontianak. Walaupun memiliki perbedaan produksi hasil pengkajian di masing-masing daerah tersebut, namun hal tersebut menunjukkan bahwa budidaya bawang merah di lahan gambut berpontensi untuk memperoleh hasil yang tinggi.

Lada (Piper ningrum L.) merupakan salah satu komoditas penghasil devisa yang termasuk dalam kelompok rempah. Perolehan devisa tahun 2000 adalah sebesar US$ 188.917.000 dengan volume ekspor 38.724 ton. Perkebuanan lada ± 98% diusahakan oleh rakyat. Dalam budidaya lada yang lebih efisien, ramah lingkungan dan berkelanjutan diperlukan bibit yang bermutu. Untuk memperoleh bibit yang bermutu dapat dilakukan melalui teknologi pembibitan lada satu ruas. Teknologi ini dapat menghemat bahan tanaman dan menekan kematian tanaman di kebun (lapang), dari 30% menjadi 10%.

Teknologi padi jajar legowo (jarwo) super merupakan teknologi budi daya padi secara terpadu berbasis cara tanam jajar legowo. Dalam implementasinya di lapangan, teknologi padi Jarwo Super menggunakan: (1) benih bermutu varietas unggul baru dengan potensi hasil tinggi, (2) biodekomposer pada saat pengolahan tanah, (3) pupuk hayati sebagai seed treatment dan pemupukan berimbang, (4) teknik pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara terpadu, dan (5) alat mesin pertanian terutama untuk tanam dan panen. 

Teknologi pembibitan yang diterapkan pada kegiatan dukungan perbenihan komoditas karet adalah penggunaan klon anjuran, teknologi tersebut bersumber dari Balai Penelitian Karet Sembawa. Sesuai rekomendasi dari Pusat Penelitian Karet, klon yang baik untuk batang bawah diantaranya adalah PB 260. Klon-klon ini mempunyai beberapa keunggulan yaitu pertumbuhannya cepat, mempunyai daya gabung tinggi, mempunyai kemampuan berbuah cepat, tahan penyakit daun, mudah diokulasi, perakaran kuat. Sedangkan klon anjuran untuk entres diantaranya adalah PB 260, beberapa keunggulan klon PB 260 adalah penghasil lateks mencapai 1.5-2.5 ton/ha/th, pertumbuhan jagur, resisten terhadap penyakit daun Corynespora Colletotrichum dan Oidium, warna lateks putih kekuningan (Balai Penelitian Sembawa, 2009).