JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Publikasi

 

MODEL PEMBANGUNAN PERTANIAN KAWASAN PERBATASAN ANTAR NEGARA; DESA SANATAB, KECAMATAN SAJINGAN BESAR, KABUPATEN SAMBAS, KALIMANTAN BARAT

 

Rusli Burhansyah

 

ABSTRAK

Permasalahan pada masyarakat  perbatasan  antara lain; kesenjangan pendapatan, keterbatasan prasarana wilayah dan sosial, dan berkembangnya kegiatan ilegal (penebangan liar, penyeludupan dan perdagangan manusia). Salah satu upaya untuk mengatasi kesenjangan pendapatan tersebut melalui peningkatan pendapatan yang dicapai dengan pendekatan model pembangunan pertanian kawasan perbatasan Sajingan Besar. Tujuan penelitian ini adalah melihat kondisi awal (benchmark) dan  model pengembangan pertanian di wilayah perbatasan kabupaten Sambas. Metoda Analisis yang digunakan PRA, Benchmarking, Analisis Pendapatan dan Pengeluaran Rumah Tangga. Pemilihan komoditas berdasarkan kelas kesesuaian lahan, eksistensi, dan keragaan komoditas, Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas yang bisa dikembangkan antara lain; padi, karet, babi, ayam buras, dan ikan tawar. Transformasi pendapatan dari Rp 23 juta/kk/tahun (646 US$/kapita/tahun) menuju Rp 40 juta/kk/tahun (1.113 US$/kapita/tahun) dapat tercapai apabila prakondisi yang dibutuhkan antara lain; sistem agrobisnis, SDM petani, pendampingan, perencanaan, impelementasi. Koordinasi dan sinergi antar badan/dinas terkait berjalan harmonis agar pelaksaanaan program pengembangan pertanian kawasan perbatasan dengan pendekatan model kawasan Agropolitan Sajingan Besar berjalan dengan baik.

Kata Kunci: kesenjangan pendapatan,  model pembangunan pertanian, transformasi, koordinasi

 

Pengurangan Persentase Pecah Buah Dengan Mempertahankan Kelembaban dan Hara Tanah

Arry Supriyanto, Azri, M. Zuhran, Tommy purba, dan Drdan permana

 

Uji Efektivitas Alat Estimasi Produksi Jeruk di Kalimantan Barat

Tommy Purba1), dan Arry Supriyanto2, M. Zuhran3)

 

 

Pendampingan Kawasan Jeruk di Sambas Kalimantan Barat


Titiek Purbiati, Arry Spriyanto, dan Zuhran

 

Efektivitas Penggunaan Pestisida Hayati Terhadap Pengendalian Diaphorina Citri Pada Jeruk Siam Pontianak

 

Arry Suprtyanto, Sution D, dan E. Syahputra

 

 

 

 

 

PENGENDALIAN PECAH BUAH PADA JERUK KEPROK TERIGAS

DI KABUPATEN SAMBAS, KALIMANTAN BARAT

 

Zuhran1), Tommy Purba1), dan Arry Supriyanto2)

 

1) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Barat

2) Balitjastro Malang, Jawa timur.

 

ABSTRAK

Pengembangan Jeruk Keprok Terigas di Kabupaten Sambas terhambat oleh masalah pecah buah. Pecah buah yang diyakini disebabkan oleh fluktuasi ekstrim kadar air, suhu, kelembaban tanah, serta serapan hara saat terjadi hujan setelah mengalami musim kemarau panjang sangat merugikan petani karena berdampak signifikan terhadap penurunan produksi. Penelitian ini bertujuan mendapatkan teknologi pengendalian pecah buah melalui pengurangan fluktuasi kadar air, suhu, dan kelembaban tanah serta pemberian hara yang cukup bagi tanaman. Percobaan lapang ini dilaksanakan pada tahun 2010 hingga 2011 di kebun jeruk petani yang berlokasi di Kabupaten Sambas. Rancangan penelitian menggunakan Split Plot Design terdiri dari 2 petak utama yakni lahan dengan parit digenangi dan lahan dengan parit tidak digenangi, masing-masing terdiri dari 3 anak petak yaitu 1) pupuk anorganik (teknologi petani), 2) pupuk anorganik + pupuk organik + mulsa, dan 3) pupuk anorganik + pupuk organik + mulsa + (Ca + B). Penggenangan parit dilakukan selama tidak ada hujan.  Pemberian pupuk anorganik, pupuk organik, dan mulsa dilakukan setelah panen, sedangkan Kalsium (Ca) dan Boron (B) diberikan pada stadia cepat pertumbuhan buah. Penelitian diulang  4 kali dengan unit percobaan 10 pohon. Berdasarkan hasil pengamatan, pecah buah terjadi setelah buah berumur 16 minggu hingga 34 minggu setelah bunga mekar, dengan kejadian tertinggi ketika buah berumur  22-24 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggenangan parit kebun selama musim kemarau yang diikuti dengan pemberian pupuk anorganik, pupuk organik, mulsa, pupuk Kalsium (Ca), dan pupuk Boron (B) mampu mengurangi pecah buah pada tingkat yang paling rendah dibandingkan perlakuan teknologi lainnya.

 Kata Kunci : jeruk keprok, pecah buah, teknologi

 

Subkategori