JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Prosiding Budidaya Tanaman Hortikultura

Pendampingan Kawasan Jeruk di Sambas Kalimantan Barat


Titiek Purbiati, Arry Spriyanto, dan Zuhran

 

Pendampingan Kawasan Jeruk di Sambas Kalimantan Barat

Titiek Purbiati l), Arry Spriyanto 2), dan Zuhran 3)

 

ABSTRACT


Sambas district of West Kalimantan ls one of the main center for citrus agribusiness in lndonesia with main product Siam pontianak. Of the approximately 14,000 ha in the sub-half-breadth of Tebas. Since the year 2009 reported that the disease was endemic cvpD in Sambas area with an area of the attack about 30% of the total citrus crop there. The goat is to provide assistance citrus area and escort support technological innovation in the management and' control plants. The method is carried out interviews with farmers and farmer groups and implemented in the form of counseling, guidance technology with a meeting. ln every meeting involving 20-100 people citrus farmers. Crop management training with the Field School - (lntegrated pest Management) IPM involving 20 people orange grower. lmplementation assistance in 2010 and located in Tebas, the district of Sambas. Results assistance, 1) the knowledge of farmers increased 90% while the understanding and skills of farmers increased by approximately 70% of CVPD disease symptoms, leafhopper / vector CVPD, trapping yellow, greasing plant stems with a pulp California and farm management in general. 2) Agreement for farmers to apply the technology recommended in the garden, especially citrus and its control in the control CVPD ranging from farmers' groups as the smallest unit. 3) The occurrence of institutional strengthening of farmers to progress the development of agribusiness citrus in Sambas West Kalimantan.

Key words: Citrus, Assistance, Guidance technology, CVPD

 

PENGKAJIAN ADAPTASI VARIETAS-VARIETAS BAWANG MERAH PADA LAHAN GAMBUT DI KALIMANTAN BARAT

Titiek Purbiati, Abdullah Umar dan Arry Supriyanto

BPTP-Kalimantan Barat

ABSTRAK

Pengkajian bertujuan untuk mendapatkan varietas-varietas bawang merah yang adaptip di agroekosistem dataran rendah lahan gambut. Lokasi pengkajian di kabupaten Kuburaya Kalbar dan dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2010. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Acak kelompok, sebagai perlakuannya 6 macam varietas bawang merah yang diuji adaptasikan: 1) Bauji, 2) Super Philip, 3) Moujung, 4) Bali Karet, 5) Sumenep dan 6) Thailand. Ulangan 3 kali, setiap unit percobaan /ulangan menggunakan 2 petak dan setiap petak berukuran 1 x 14 m2 dengan rata-rata jumlah populasi per petak 240 tanaman. Pengamatan meliputi: daya tumbuh, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, komponen hasil (jumlah umbi/rumpun,diameter umbi, berat panen brangkasan + umbi basah/ha dan berat brangkasan + umbi kering/ha) dan hama penyakit. Hasil menunjukan: varietas bawang merah terdapat perbedaan yang nyata terhadap daya tumbuh, keragaan agronomis dan komponen hasil. Varietas Bauji dan Thailand daya tumbuhnya lebih baik dan lebih cepat dibandingkan varietas yang lain (98,87-98,88%). Varietas Moujung tinggi tanamannya lebih tinggi (20,22 cm), sedangkan varietas Super Philip, Bauji dan Thailand menghasilkan jumlah anakan dan jumlah daun lebih banyak serta ada perbedaan dengan varietas lain. Berat brangkasan + umbi basah untuk varietas Moujung, Bali Karet dan Sumenep hasilnya tinggi serta ada beda dengan varietas yang lain (41,73- 50, 27ton/ha), dan berat brangkasan + umbi kering pada varietas Bali Karet hasilnya paling tinggi dibandingkan varietas yang lain yaitu 16,37 ton/ha, varietas Sumenep 12,43 ton/ha, varietas Moujung 11,10 ton/ha, varietas Bauji,Super Philip dan Thailand hasilnya lebih rendah (6,5 – 8,13 ton/ha). Jumlah umbi per rumpun varietas Moujung dan Sumenep rata-rata sekitar 4,07-4,67 dan berbeda dengan varietas lain, diameter umbi paling besar adalah varietas Bali Karet. Varietas yang rentan terhadap serangan layu Fusarium adalah Moujung sedangkan yang rentan terhadap Alternaria adalah Bauji, Super Philip dan Thailand (tingkat serangan 25%-40%). Kata kunci: Bawang merah, adaptasi, varietas, lahan gambut, hasil.

 


Pengurangan Persentase Pecah Buah Dengan Mempertahankan Kelembaban dan Hara Tanah

Arry Supriyanto, Azri, M. Zuhran, Tommy purba, dan Drdan permana

 

PENGKAJIAN ADAPTASI VARIETAS-VARIETAS BAWANG MERAH PADA LAHAN GAMBUT DI KALIMANTAN BARAT

Titiek Purbiati, Abdullah Umar dan Arry Supriyanto

ABSTRAK

Pengkajian bertujuan untuk mendapatkan varietas-varietas bawang merah yang adaptip di agroekosistem dataran rendah lahan gambut. Lokasi pengkajian di kabupaten Kuburaya Kalbar dan dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2010. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Acak kelompok, sebagai perlakuannya 6 macam varietas bawang merah yang diuji adaptasikan: 1) Bauji, 2) Super Philip, 3) Moujung, 4) Bali Karet, 5) Sumenep dan 6) Thailand. Ulangan 3 kali, setiap unit percobaan /ulangan menggunakan 2 petak dan setiap petak berukuran 1 x 14 m2 dengan rata-rata jumlah populasi per petak 240 tanaman. Pengamatan meliputi: daya tumbuh, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, komponen hasil (jumlah umbi/rumpun,diameter umbi, berat panen brangkasan + umbi basah/ha dan berat brangkasan + umbi kering/ha) dan hama penyakit. Hasil menunjukan: varietas bawang merah terdapat perbedaan yang nyata terhadap daya tumbuh, keragaan agronomis dan komponen hasil. Varietas Bauji dan Thailand daya tumbuhnya lebih baik dan lebih cepat dibandingkan varietas yang lain (98,87-98,88%). Varietas Moujung tinggi tanamannya lebih tinggi (20,22 cm), sedangkan varietas Super Philip, Bauji dan Thailand menghasilkan jumlah anakan dan jumlah daun lebih banyak serta ada perbedaan dengan varietas lain. Berat brangkasan + umbi basah untuk varietas Moujung, Bali Karet dan Sumenep hasilnya tinggi serta ada beda dengan varietas yang lain (41,73- 50, 27ton/ha), dan berat brangkasan + umbi kering pada varietas Bali Karet hasilnya paling tinggi dibandingkan varietas yang lain yaitu 16,37 ton/ha, varietas Sumenep 12,43 ton/ha, varietas Moujung 11,10 ton/ha, varietas Bauji,Super Philip dan Thailand hasilnya lebih rendah (6,5 – 8,13 ton/ha). Jumlah umbi per rumpun varietas Moujung dan Sumenep rata-rata sekitar 4,07-4,67 dan berbeda dengan varietas lain, diameter umbi paling besar adalah varietas Bali Karet. Varietas yang rentan terhadap serangan layu Fusarium adalah Moujung sedangkan yang rentan terhadap Alternaria adalah Bauji, Super Philip dan Thailand (tingkat serangan 25%-40%). Kata kunci: Bawang merah, adaptasi, varietas, lahan gambut, hasil.