JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Prosiding Sosial Ekonomi Pertanian

PELUANG DAN KENDALA PENGEMBANGAN KRPL DI KABUPATEN PONTIANAK KALIMANTAN BARAT

 

Juliana C. Kilmanun

 

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Barat

Jln. Budi Utomo No.45 Siantan Hulu Kalimantan Barat

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

 

ABSTRAK

Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dikemas dengan prinsip pemanfaatan lahan pekarangan yang ramah lingkungan selain untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Kabupaten Pontianak memiliki potensi lahan pertanian yang dapat digunakan untuk memproduksi berbagai komoditas sayuran yang dikembangkan di dataran rendah seperti kubis, terong, cabe dan dekat dengan pasar. Wawancara dilakukan dengan key informan dengan menggunakan metode Rapid Rural Appraisal (RRA) di desa Abrasi Namhoi Kecamatan Mempawah Hilir dan desa Jagu Kecamatan Toho Kabupaten Pontianak dalam kajian ini. Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana kendala dan peluang pengembangan KRPL di Kabupaten Pontianak. Data selanjutnya diolah secara diskriptif. Hasil wawancara menunjukkan bahwa kendala yang didapatkan dalam pelaksanaan program ini adalah: sumberdaya manusia, sumberdaya alam kelembagaan, stakeholder, akses teknologi dan budaya setempat.

Kata Kunci: peluang dan kendala, pemanfaatan pekarangan, Kabupaten Pontianak.   

 

RANTAI PASOK SAYURAN DI DESA RASAU JAYA KABUPATEN  KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT

 

Juliana C. Kilmanun

 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Barat Jl,Budi Utomo.No.45 Siantan Hulu Kalimantan Barat

Email:Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

 

ABSTRAK

Membangun suatu agribisnis yang berkelanjutan pada hakekatnya adalah membangun suatu manajemen rantai pasok, yaitu membangun suatu jejaring diantara pelaku usaha yang bekerjasama dan saling bergantung mulai dari produsen sampai konsumen. Dengan demikian maka dalam penerapan manajemen rantai pasok terkandung didalamnya penerapan budidaya tanaman yang baik,penanganan pasca panen yang baik,cara distribusi yang baik dan cara pemasaran yang baik.  Pengembangan sayuran secara berkelanjutan di desa Rasau Jaya sudah berjalan baik dimana sudah terbangun rantai pasok yang baik Namun demikian masih ada permasalahan yang dijumpai petani dalam berusahatani sayuran dilahan gambut desa Rasau Jaya antara lain antara lain: pengetahuan yang terbatas tentang pengolahan lahan gambut, penyediaan benih bermutu, permodalan,harga dan jalan usahatani. Untuk itu dalam pengembangan agribisnis sayuran yang lebih baik diperlukan beberapa aktivitas antara lain; informasi tentang pengolahan lahan gambut, pengembangan perbenihan, dukungan permodalan, kebijakan harga dan dukungan infrastruktur jalan.  Penelitian ini dilakukan di desa Rasau jaya II pada tahun 2013 bertujuan 1) mendapatkan informasi tentang rantai pasok sayuran di desa Rasau Jaya, 2) mendapatkan informasi tentang usahatani sayuran.   Data dikumpulkan melalui wawancara secara terstruktur dengan 30 petani sayuran yang dipilih secara simple random sampling.  Penelitian dilakukan di desa Rasau Jaya II pada tahun 2013.  Penelitian ini adalah merupakan studi kasus yang diarahkan untuk mendapatkan informasi/gambaran detil tentang rantai pasok sayuran di Lahan Gambut desa Rasau Jaya II. Data  yang dikumpulkan selanjutnya diolah secara diskriptif.         

Kata Kunci : Rantai Pasok, Sayuran, Rasau Jaya  

 

MODEL PEMBANGUNAN PERTANIAN KAWASAN PERBATASAN ANTAR NEGARA; DESA SANATAB, KECAMATAN SAJINGAN BESAR, KABUPATEN SAMBAS, KALIMANTAN BARAT

 

Rusli Burhansyah

 

ABSTRAK

Permasalahan pada masyarakat  perbatasan  antara lain; kesenjangan pendapatan, keterbatasan prasarana wilayah dan sosial, dan berkembangnya kegiatan ilegal (penebangan liar, penyeludupan dan perdagangan manusia). Salah satu upaya untuk mengatasi kesenjangan pendapatan tersebut melalui peningkatan pendapatan yang dicapai dengan pendekatan model pembangunan pertanian kawasan perbatasan Sajingan Besar. Tujuan penelitian ini adalah melihat kondisi awal (benchmark) dan  model pengembangan pertanian di wilayah perbatasan kabupaten Sambas. Metoda Analisis yang digunakan PRA, Benchmarking, Analisis Pendapatan dan Pengeluaran Rumah Tangga. Pemilihan komoditas berdasarkan kelas kesesuaian lahan, eksistensi, dan keragaan komoditas, Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas yang bisa dikembangkan antara lain; padi, karet, babi, ayam buras, dan ikan tawar. Transformasi pendapatan dari Rp 23 juta/kk/tahun (646 US$/kapita/tahun) menuju Rp 40 juta/kk/tahun (1.113 US$/kapita/tahun) dapat tercapai apabila prakondisi yang dibutuhkan antara lain; sistem agrobisnis, SDM petani, pendampingan, perencanaan, impelementasi. Koordinasi dan sinergi antar badan/dinas terkait berjalan harmonis agar pelaksaanaan program pengembangan pertanian kawasan perbatasan dengan pendekatan model kawasan Agropolitan Sajingan Besar berjalan dengan baik.

Kata Kunci: kesenjangan pendapatan,  model pembangunan pertanian, transformasi, koordinasi