JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

pascapanen,

  • Fermentasi merupakan tahapan penting dalam proses pengolahan primer kakao untuk menghasilkan bahan baku makanan dan minuman cokelat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Fermentasi bertujuan untuk membentuk cita rasa khas cokelat dan mengurangi rasa pahit serta sepat yang ada di dalam biji kakao. Pada umumnya petani kakao melakukan proses fermentasi dengan sarana dan metode yang beragam sehingga mutu produk akhir yang dihasilkan rendah dan tidak konsisten. Selain itu, tingginya kemasaman biji kakao rakyat dapat disebabkan oleh tebalnya kandungan pulpa yang menyelimuti biji kakao basah.

  • Buah jeruk yang sampai ke konsumen, kita harapkan berada dalam mutu yang baik. Mutu buah jeruk ini terdiri dari mutu eksternal yang dapat dilihat dari luar serta mutu internal dari dalam buah tersebut. Mutu eksternal buah dapat dilihat dari warna kulit, ukuran buah, tekstur kulit dan kemulusan kulit. Sedangkan mutu internal buah meliputi kadar sari buah, kadar gula, kadar asam, rasio gula/asam, serta warna sari buah. Mutu buah jeruk tersebut, selain dipengaruhi manajemen kebun (terutama pasokan nutrisi) serta kegiatan panen, juga ditentukan oleh penanganan pascapanennya.

    Penanganan pascapanen buah jeruk yang tidak tepat dapat mengakibatkan penampakannya menjadi kurang menarik (bintik coklat atau hitam pada permukaan kulit, warna kulit buah tidak seragam, ukuran dan tingkat ketuaan yang tidak seragam), susut bobot dan penurunan nilai gizi. Oleh karena itu, penanganan pascapanen buah jeruk ini harus dilakukan secara tepat.

    Proses Hidup Buah Jeruk Setelah Panen

    Buah jeruk setelah dipetik masih melangsungkan proses hidup seperti respirasi, transpirasi, dan proses pematangan buah. Respirasi adalah proses pengambilan oksigen dari udara dan pelepasan karbondioksida ke udara. Adanya respirasi menyebabkan buah menjadi masak dan tua. Semakin tinggi laju respirasi pada buah, semakin pendek umur simpannya. Bila proses respirasi berlanjut terus, buah akan mengalami kelayuan dan akhirnya terjadi pembusukan. Laju respirasi buah dipengaruhi oleh faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam meliputi tingkat kedewasaan, kandungan substrat, ukuran produk, jenis jaringan dan lapisan alamiah seperti lilin, ketebalan kulit dan sebagainya. Sedangkan faktor luar dipengaruhi oleh suhu, konsentrasi karbondioksida dan oksigen yang tersedia, zat-zat pengatur tumbuh, dan kerusakan pada buah.

    Transpirasi adalah penguapan air pada buah. Adanya transpirasi ini menyebabkan penyusutan bobot pada buah yang disimpan. Jadi, dengan adanya proses biokimia seperti respirasi, transpirasi, dan pematangan buah tersebut dapat menurunkan mutu kesegaran buah yang dapat dilihat dari penampakan, susut bobot dan penurunan nilai gizinya. Oleh karena itu, buah jeruk memerlukan penanganan pascapanen yang tepat agar kesegaran dan umur simpannya tahan lama.

    Kegiatan Pascapanen Jeruk

    1. Pengumpulan buah hasil panen

    Buah jeruk hasil panen dikumpulkan kedalam keranjang/wadah penampung buah yang lebih besar. Wadah penampung buah hendaknya terbuat dari bahan halus tapi cukup kuat sehingga buah tidak mudah rusak. Contohnya adalah keranjang buah dari bahan plastik. Jika menggunakan keranjang bambu, hendaknya dilapisi karung agar buah tidak mudah rusak. Buah selanjutnya dibawa ke tempat penyimpanan sementara yang teduh/ternaungi, tidak lembab, sirkulasi udara cukup, bersih dan aman.

     

    download artikel lengkap DISINI