JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Info Aktual

Demikian mengawali sambutan Kepala BPTP Kalbar Ir. Aryy Supriyanto, MS dalam  acara pelantikan Penanggung Jawab Kebun Percobaan lingkup BPTP Kalimantan Barat pada tanggal 11 Pebruari 2010 di Aula BPTP Kalimantan Barat. "Kepemimpinan Penanggung Jawab Kebun Percobaan di BPTP dituntut untuk mampu menjual dan mempromosikan unit kerja ini, sesuai dengan visi kita, yaitu untuk menjadikan suatu institusi penelitian dan pengembangan di Kalimantan Barat yang mampu memainkan peranan dalam penyediaan teknologi spesifik lokasi untuk mendukung percepatan pengembangan agribisnis di daerah Kalimantan Barat ini", katanya.

 

"Saya mengharapkan agar memori serah terima jabatan yang tadi diserahkan kepada pejabat baru sudah mencakup mengenai kekuatan, kelemahan serta peluang dan tantangan yang dihadapi oleh masing – masing Kebun Percobaan selama ini, sehingga pejabat yang baru tidak perlu melakukan identifikasi ulang". tambahnya.

 

Pada kesempatan tersebut juga Kepala BPTP Kalimantan Barat mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada pejabat Penananggung Jawab Kebun Percobaan yang lama (Sdr. Hartono, SP, Sdr. Oscar Robot, BSc, dan Sdr. Sumarko) atas sumbangan tenaga, pemikiran, dan pengabdiaannya dalam melaksanakan tugas sebagai Penanggung Jawab Kebun Percobaan lingkup BPTP Kalimantan Barat. ”Kepada seluruh staf yang berada di Kebun Percobaan, kami juga mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya yang baik selama ini, dapat bekerjasama  dalam suatu tim yang solid”, katanya. ”Sedangkan kepada pejabat baru, Sdr. Dadan Permana, A.Md. dan Sdr. Sanusi, SST, saya beserta seluruh jajaran BPTP Kalimantan Barat mengucapkan selamat bekerja, selamat bertugas pada posisi yang baru”, tambahnya lagi.

Dalam akhir sambutannya, beliau meminta perhatian kepada para Penanggung Jawab Kebun Percobaan yang baru agar :

 

Lebih inten dan giat bekerja, karena peran promosi unit kerja BPTP salah satunya berada tanggung jawab di pundak Saudara, tentunya dengan didukung oleh unit – unit yang lain.

 

Menjaga kehangatan dan kebersamaan baik dengan unit lain maupun dengan institusi lain atau pihak luar, sehinga dapat memperlihatkan kinerja yang optimal, lakukan dynamic group untuk meningkatkan jiwa korsa dalam rangka membina lingkungan timbal balik dengan lingkungan sekitar.

 

Tingkatkan pelayanan yang prima kepada masyarakat, karena unit kerja ini yang lebih inten langsung berhubungan dengan masyarakat pengguna teknologi dalam rangka peningkatan hubungan timbal balik dan pengabdian kepada masyarakat.

Kerjasama penelitian dalam rangka menyelesaikan berbagai permasalahan dalam bidang pertanian, peternakan, sosial budaya, lingkungan hidup, serta penerapan dan pengembangan inovasi teknologi pertanian yang difokuskan pada komoditas unggulan di Kalimantan Barat. Penandatangan nota kesepahaman kerjasama penelitian dan pengembangan antara Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dengan Gubernur Kalimantan Barat ini disaksikan Menteri Pertanian Ir. Suswono merupakan kesepakatan bersama untuk mempercepat alih teknologi pertanian dalam rangka mendukung Program Strategis Kementerian Pertanian dan Program Prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan Senin, 25 Januari 2010 di Hotel Kapuas Palace Pontianak.  Kegiatan ini secara maraton ditindaklanjuti dengan penandatanganan Nota kesepahaman antara Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dengan para Bupati / Walikota di Kalimantan Barat.

Kerjasama penelitian dan pengembangan Pemerintah Kota Pontianak meliputi Pengembangan Agribisnis Aloe Vera (lidah buaya) dan Orchids (anggrek). Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Raya meliputi program peningkatan Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam khususnya bidang pertanian, peternakan, sosial budaya, lingkungan hidup, perencanaan, penelitian, penerapan dan pengembangan teknologi pertanian dengan fokus komoditas unggulan. Penandatanganan dilaksanakan Selasa 26 Januari 2010 di Alsintan Center Sungai Kakap yang juga disaksikan oleh Menteri Pertanian.

Sedangkan kerjasama penelitian dan pengembangan Pemerintah Kabupaten Pontianak meliputi Pendampingan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu (SL-PTT)  Padi, dan Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Padi menuju IP Padi 400.  Pemerintah Kabupaten Landak meliputi Survey dan Penelitian Perwilayahan Komoditas Pertanian Skala 1:25.000 Desa Bentiang dan Tengon, Kecamatan Air Besar, Uji adaptasi berbagai jenis sayuran dataran tinggi di Desa Bentiang dan Tengon, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Pendampingan Sekolah Lapang PTT Padi,  dan Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Padi menuju IP Padi 400. Penandatanganan dilaksanakan Selasa 26 Januari 2010 (siang) di Sungai Kunyit yang juga disaksikan oleh Menteri Pertanian.

Kota Singkawang meliputi Pengembangan Agro Industrial Pedesaan Kawasan Pajintan yang berbasis padi (Replikasi Prima Tani) dan Pengembangan Peranggrekan dan Tanaman Hias di Kota Singkawang, Kabupaten Sambas meliputi Penyusunan Rancang Bangun Pembangunan Agribisnis Buah Kawasan Perbatasan Sajingan, Kabupaten Sambas, Penanggulangan Serangan Penyakit CPVD di Sentra Produksi Jeruk Kabupaten Sambas, Pendampingan Pengelolaan Produksi Jus Jeruk Citrus Van Sambas di Gapoktan Sumber Anugerah Kabupaten Sambas, dan Pendampingan Kawasan Hortikultura dan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman dan sumberdaya Terpadu (SL-PTT) Padi di Kabupaten Sambas.

Sedangkan pihak swasta PT. Sinka Sinye Agrotama meliputi Ppengembangan Agribisnis Padi, Jagung, Sayuran Organik, Jeruk dan Langsat Organik. Kabupaten Sanggau meliputi Penyelamatan Plasma Nutfah, Eksplorasi, Domestikasi dan Komersialisasi Buah Tropika, dan Pendampingan Pengembangan Durian dan Lengkeng di Kabupaten Sanggau.

Demikian pemaparan Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Gatot  Irianto dalam dialog bersama para peneliti/penyuluh dan seluruh staf di Aula BPTP Kalimantan Barat, Senin 25 Januari 2010. “Produksi teknologi harusnya fokus misalnya menjadi sentra bibit jeruk dan lengkeng di BPTP Kalimantan Barat“ paparnya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Badan juga mengatakan “Ciri-ciri peneliti berhasil adalah program dicari orang, penelitian diakui (jangan jadi peneliti prosiding), tidak merasa paling benar sendiri), pendanaan minim bukan alasan untuk meningkatkan kualitas” imbuhnya.

Pada saat penyampaian arahan-arahannya, Bapak Kepala Badan sering kali menyinggung tentang pengelolaan website. Beliau bahkan menanyakan tentang pengalokasian honor pengelola website oleh BPTP. Kemudian kepada Kepala BP2TP ditanya tentang komitmennya untuk peningkatan peran website termasuk kesejahteraan pengelolanya. Beliau berujar, ”Mulai Januari 2010 Pengelola Website harus sudah ada honornya.”

Tentang penulisan hasil penelitian di jurnal internasional, Kepala Badan menyatakan tawaran dari Badan Litbang untuk memfasilitasi terjemahan ke dalam bahasa Inggris. ”Jadi peneliti cukup menulisnya dalam Bahasa Indonesia,” ujarnya, ”Kalau menulis dalam bahasa Indonesia saja masih belum bisa, saya tidak tahu lagi, apa mungkin menulis saja dalam bahasa daerah masing-masing...,” tambah beliau. Akan tetapi satu hal yang ditekankan Kepala Badan adalah perlunya fokus terhadap arah penelitian misalnya BPTP Kalbar menjadi sentra bibit jeruk siam dan lengkeng"

Selain menyampaikan pemaparan, Kepala Badan juga berdialog bersama staf BPTP Kalimantan Barat yang secara antusias disambuat oleh peneliti/penyuluh dan seluruh staf.

 

Kalbar menjadi provinsi pertama di Indonesia yang bebas flu burung. Status ini disahkan dengan pemberian sertifikat bebas flu burung oleh Menteri Pertanian RI Suswono pada Gubernur Kalbar Cornelis di Hotel Kapuas Palace Pontianak , Senin (25/1) malam. Menteri Pertanian, Ir. H. Suswono, MMA mengacungkan jempol untuk Kalimantan Barat. Hal ini mengingat Kalbar berhasil menjadi provinsi pertama di Indonesia yang dapat membebaskan diri dari penyakit flu burung setelah sempat tertular pada tahun 2004. Namun, Kalbar diharapkan tidak terlena dan tetap serius mempertahankan status bebas flu burung tersebut. “Prestasi ini sangat membanggakan. Tidak mudah untuk membersihkan suatu daerah dari penyakit flu burung,” ujarnya dalam acara Pengukuhan Asosiasi Agribisnis Perunggasan Kalbar dan Deklarasi Kalbar Bebas Flu Burung, tadi malam di Hotel Kapuas Palace Pontianak. Menurut Suswono, Kalbar dinyatakan bebas flu burung setelah dilakukan surveilans secara intensif sejak 2005 sampai 2009 dan berdasarkan kajian ilmiah oleh Komisi Ahli Kesehatan Hewan dan Kesmavet Departemen Pertanian.

Selama ini, penyakit flu burung dinilai sebagai salah satu tantangan besar bagi dunia peternakan karena penyakit tersebut telah melumpuhkan industri peternakan di beberapa negara. Di Indonesia, hanya tiga daerah yang bebas dari flu burung yaitu Kalbar, Gorontalo dan Maluku Utara. Namun, kondisi Kalbar berbeda dari kedua daerah tersebut. Gorontalo dan Maluku Utara sejak awal memang tidak tertular. Karena itu, Suswono merekomendasikan Kalbar sebagai model bagi daerah lain yang juga sedang berupaya membebaskan diri dari flu burung.

Prestasi Kalbar ini diharapkan dapat terus dipertahankan. Untuk itu menurutnya perlu adanya kemauan kuat, komitmen dan konsistensi dari pemeritah daerah, pengusaha peternakan serta masyarakat. Dalam kesempatan yang sama, Suswono menyatakan bahwa pemerintah pusat akan memberi semacam insentif bagi daerah-daerah yang serius memberantas atau mempertahankan diri dari penularan flu burung. “Kita akan beri dukungan dalam bentuk anggaran. Tetapi nanti kita lihat dulu berapa yang dimungkinkan,” katanya. Gubernur Kalbar, Cornelis mengatakan, keberhasilan Kalbar meraih sertifikat bebas flu burung ini bukanlah keberhasilan pemda melainkan seluruh elemen masyarakat terkait. Dia juga menyebutkan, prestasi ini hendaknya tidak membuat Kalbar lengah. Upaya-upaya mempertahankan diri harus terus dilakukan dan dijadikan sebagai kegiatan rutin.

 

Untuk itu, dia menginstruksikan agar pengawasan keluar masuk ternak baik melalui pelabuhan darat, laut, udara serta melalui perbatasan tetap digiatkan. Bupati dan wali kota juga diminta berperan serta dengan menganggarkan dana untuk upaya tersebut. Partisipasi masyarakat dan para peternak pun dinilainya sangat penting. “Jangan masukkan ternak dari luar seenaknya,” kata dia. Setelah membebaskan diri dari flu burung, tambah Cornelis, ke depan Kalbar menargetkan untuk meraih sertifikat bebas rabies. Ketua Pelaksana Harian Komnas Pengendalian Flu Burung, Bayu Krisnamurthi, yang hadir dalam acara ini juga menyampaikan ucapan selamat untuk Kalbar. Sertifikat bebas flu burung menurutnya telah membentuk citra positif bagi Kalbar dan hal ini dapat meningkatkan daya tarik investasi serta perdagangan. Dia pun mengingatkan supaya prestasi yang diraih bisa terus dipertahankan. (sumber appost)

Pengembangan sekam sebagai sumber energi alternatif mempunyai beberapa dampak positif. Pertama, hal ini akan mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan sekam secara sembarangan. Apalagi sekam termasuk jenis limbah yang sulit diuraikan oleh mikroba. Kedua, sekam merupakan alternatif sumber energi yang murah karena mudah didapat dan belum banyak termanfaatkan. Sebagai bahan bakar sekam mempunyai nilai kalor yang cukup tinggi yang dipengaruhi oleh bahan organik yang terkandung di dalamnya, seperti karbohidrat dan serat kasar.

Berdasarkan pertimbangan hal-hal di atas maka Balai Besar Padi Sukamandi bersama dengan BPTP kalbar mengadakan pengkajian penerapan alat pengering tenaga sekam tipe box drier yang merupakan salah satu bentuk teknologi tepat guna yang perlu dikembangkan. Awalnya box dryer berbahan bakar minyak (BBM) yang sistem udara pengeringnya secara langsung (direct heating) sudah ada beberapa unit di desa Sui Itik Kecamatan Sungai kakap Kabupaten Raya, tetapi kenyataannya, alat tersebut tidak dipergunakan seiring dengan langkanya dan hahalnya harga minyak tanah. Maka inovasi alat pengering gabah berbahan bakar sekam (BBS) menjadi jawabannya. Box dryer BBS ini menggunakan sistem pengering secara tidak langsung (indirect heating). Kelebihannya adalah udara pengering bersih, bebas dari polusi asap.

Box dryer BBS yang di uji coba di Desa Sui itik kecamatan Sungai Kakap ini merupakan pengering BBS pertama yang ada di Kalimantan Barat. Rancang bangun alat box dryer BBS tungku sekam didesain oleh Bapak Ir. Sutrisno, MS peneliti dari Balai Besar Padi Sukamandi dan dibantu oleh penelti dan teknisi dari BPTP Kalbar.