JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Info Aktual

Program Swasembada Daging Sapi–Kerbau (PSDSK) tahun  2014 merupakan tekad bersama untuk mengurangi ketergantungan daging sapi import dan menjadi salah satu program utama Kementerian Pertanian yang terkait dengan upaya mewujudkan ketahanan pangan hewan asal ternak berbasis sumberdaya domestik khususnya ternak sapi potong dan kerbau.

Penyemaian Benih padi Varietas Inpara 3 untuk kegiatan Demfarm pada SLPTT di Parit To’Adam desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan Kabupaten pontianak .   Direncanakan kegiatan Demfarm SLPTT seluas 3 ha dikelola oleh Kelompok Tani Karya Mulya.  Varietas padi yang akan ditanam adalah Inpara 3.

Pembesaran ikan lele merupakan salah satu kegiatan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk meningkatakan kecukupan gizi nasional . Kegiatan ini juga membantu pasokan permintaan terhadap ikan lele yang ada di Pontianak dengan kebutuhan pasokan ikan lele dalam satu malam sebanyak 210 – 240 Kg/hari/  pedagang pecel lele. Angka ini belum dapat terpenuhi oleh petani yang ada di pontianak sehingga peluang usaha pembesaran ikan lele masih terbuka luas.

Ikan lele merupakan jenis ikan air tawar yang banyak disukai masyarakat khususnya di Kalimantan Barat. Ikan lele berkembang pesat dikarenakan ; 1) dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi, 2) teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat, 3) pemasarannya relatif mudah.

Ikan Lele di Kebun Percobaan Sungai Kakap  dikembangkan melalui teknologi pembesaran di dalam kolam dengan sistem keramba, dimana masing-masing keramba akan diisi anak ikan lele dengan padat tebar 1000 ekor setiap keramba. Pembesaran ikan lele  dilakukan dengan pemberian pakan secara intensif untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele.

Pemberian makanan tambahan berupa pellet. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan. Frekuensiny pemberian pakan  3-4 kali setiap hari. Sedangkan komposisi makanan buatan dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan keong mas dengan perbandingan 2:1:1:1.

Pada umur satu bulan dilakukan pengamatan dan penyeleksian ikan lele. Hal ini dilakukan  dengan cara mengangkat seluruh lele dan memisahkan  lele yang masih kecil dengan lele yang sudah besar lalu ditimbang setiap kerambanya. Setelah selesai penimbangan lele disebar kembali pada masing-masing keramba dengan memisahkan keramba untuk lele besar dan lele  kecil .

Berat lele yang dicapai setelah umur satu bulan untuk  ukuran besar dari seluruh keramba sebanyak 108 kg sedangkan untuk ukuran kecil sebanyak  56 kg atau berat keseluruhan 164 kg. Hal ini di lakukan untuk mengetahui perkembangan berikutnya dengan cara pemberian pakan dengan menggunakan limbah ternak ayam atau pemanfaatan ayam mati dari peternakan ayam yang ada di sekitarnya

Panen pertama dilakukan setalah ikan lele mencapai berat antara 200-250 gram per ekor dengan panjang 15-20 Cm. Hal ini tercapai pada ikan lele yang dikelompokan besar pada usia satu bulan setelah sebar, ini tercapai pada usai 60 hari setelah sebar sedangkan kelompok yang kecil setelah pemisahan mencapai berat target selama 120 hari setelah sebar dengan berat keseluran mencapai 450 kg dengan harga Rp. 15000-, /kg

 

 

Dengan telah dilaksanakannya kegiatan PL III – PADI, di kabupaten Sintang, resmilah sudah dimulai kegiatan SLPTT (Sekolah Lapang – Pengelolaan Tanaman Terpadu ) Padi tahun 2011. Kegiatan PL III tersebut dihadiri  oleh (1) Penyuluh Pertanian di tingkat kecamatan 33 orang, (2) Perwakilan dari kelompok tani 13 Kecamatan, (3) nara sumber dari Dinas Pertanian Provinsi Kalbar dalam hal ini diwakilkan kepada Bapak Fitra, Badan Penyuluhan (BP4K) Kabupaten Sintang (Saragih), BALITPADI (Bapak Lalu M. Jarwani), BPTP KALBAR ( Ibu Sari N dan J.D).

 

Pertemuan PL III sendiri di buka oleh Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Sintang oleh Bapak Arbuddin, dan dilanjutkan dengan pemamaran materi oleh nara sumber. Hari kedua dilanjutkan dengan kunjungan lapang ke Kecamatan Sungai Tebelian untuk melihat pertanaman padi dan yang berhubungan dengan kegiatan SLPTT.

 

Adapun materi pembahasan PL III adalah : Peranan Penyuluhan dalam menyukseskan SLPTT 2011, Konsep SLPTT secara nasional, Dukungan dan Bimbingan teknologi dalam pelaksanaan SLPTT, Dinamika kelompok

 

Perlu diketahui bahwa Kabupaten Sintang baru dimasuki kegiatan SLPTT tahun 2011 dan langsung mendapatkan respon yang positif dari berbagai pihak khususnya pihak Dinas Pertanian dan Badan Penyuluhan. Dukungan itu berupa lokasi demplot di tiga lokasi yang merupakan sentra tanaman padi yaitu di Kecamatan Kelam Permai Desa Kebong, Kecamatan Sungai Tebelian Desa Merarai Satu dan Kecamatan Sepauk Desa Manis Raya. Penyuluh lapangan di tiga lokasi tersebut sangat antusias dan berharap uji demplot ini dapat berhasil dengan baik dan memberikan kontribusi yang maksimal kepada lokasi sekitarnya.

 

Harapan ini tentunnya lah menjadi tantangan yang serius , agar BPTP KALBAR yang merupakan gudangnya teknologi dapat berperan lebih luas lagi demi menjalankan visi dan Misi BPTP di tengah-tengah masyarakat Kalbar pada umumnya, Sintang pada khususnya serta utamanya di ditiga lokasi demplot.

 

 

 

 

Tepat tiga minggu telah dilewati oleh 11 CPNS baru di lingkup kerja BPTP Kalimantan Barat, diawali dengan pengenalan profil BPTP Kalimantan Barat dan dilanjutkan dengan berbagai informasi yang erat kaitannya dengan tugas pokok dan fungsi peneliti penyuluh dilingkup BPTP habis dikupas secara tuntas oleh Tim Manajemen BPTP Kalimantan Barat diminggu pertama. Agenda minggu kedua dan ketiga bagi para CPNS adalah membuat satu tulisan ilmiah yang mereka tentukan sesuai dengan latar belakang pendidikan masing-masing, yang diharapkan dapat menjadi satu masukan positif dan membangun bagi peningkatan kinerja di lingkup BPTP Kalimantan Barat.

 

Beberapa tulisan dapat menjadi ide segar bagi bahan kajian di lingkup BPTP Kalimantan Barat, seperti karya Sigit Uji Marzuki, tentang pengolahan air gambut, Wa Ode Aljumiati tentang pengolahan limbah pertanian sebagai pakan alternatif ternak ruminansia, Deden Fardenan tentang potensi ekonomi dari pengolahan limbah kulit jeruk , dan Riki Marwan tentang  pengendalian ulat bulu dengan teknik PHT.

 

Sedangkan materi tulisan lainnya menjadi bahan penyegaran kembali kita  akan tugas pokok sebagai peneliti-penyuluh dilingkup BPTP Kalimantan Barat seperti tehknik budidaya tanaman kakao oleh Marwayanti Nas, budidaya jeruk siam pontianak secara terpadu oleh Trisna Yasi Agung Wibowo, waspada terhadap cacing hati oleh Sri Suryamiati Prihandani, aplikasi alat tanam benih langsung untuk menekan biaya produksi padi oleh Didik Saifuddin dampak perubahan penggunaan lahan oleh Muhammad Syahri Mubarok, Integrasi jagung di peternak sapi oleh Muhammad Arifin Muflih, dan  komponen pengendalian CMMV (cowpea mild mottle virus) terhadap kacang panjang oleh Riza Ulil Fitria

 

Kegiatan presentasi dilaksanakan di Aula BPTP Kalimantan Barat pada tanggal 6 Mei 2011, dan dihadiri oleh 11 orang CPNS yang bersangkutan, Kepala Balai serta para Peneliti dan Penyuluh di lingkungan kerja BPTP Kalimantan Barat.  Kegiatan ini merupakan langkah awal para CPNS dalam memperkenalkan diri, bersosialisasi, berimprovisasi dan menginformasikan wawasan mereka kepada pegawai lain di lingkungan BPTP Kalimantan Barat.