JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Info Aktual

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Barat yang ditunjuk oleh Menteri Pertanian sebagai Sekretariat Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran/Barang Wilayah  (UAPPA/B-W) Kementerian Pertanian Provinsi Kalimantan Barat berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 41/Permentan/OT.140/9/2008 tanggal 4 September 2008, mendapat kunjungan lapangan dari Mahasiswa Diploma 4 Politeknik Negeri Pontianak jurusan Akuntansi Sektor Publik pada hari Selasa, 25 Juni 2013.  praktek akuntansi keuangan pemerintah pusat

Dalam rangka meningkatkan pengetahun dan ketrampilan para penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan mantri tani dan petugas pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) mendukung pendampingan SLPTT Padi dan kedelai di Kabupaten Sambas maka di lakukan kegiatan Pelatihan Inovasi Teknologi Pertanian. Pelatihan ini dilaksanakan tanggal 20 Juni 2013 di Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK) Teluk Keramat yang dihadiri oleh 40 orang peserta  terdiri dari penyuluh pertanian, mantri tani dan POPT dari 6 kecamatan (kecamatan Tekarang, Jawai, Jawai Selatan, Tangaran, Teluk Keramat dan Paloh.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Penyuluhan Pertanian (BKP4K) Kab. Sambas yang dalam hal ini diwakili oleh Kabid Kelembagaan. Dalam Sambutannya beliau mengucapkan terima kasih kepada BPTP yang telah melaksanakan pelatihan ini dan berharap peserta yang hadir dapat mengikuti dengan baik apa yang akan disampaikan untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan dalam melaksanakan tugasnya.

Kegiatan Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF)-Kementerian Pertanian “Sustainable Management of Degraded Peatland to Mitigate Green House Gas Emissions and Optimize Crop Productivity” di Kalimantan Barat telah berjalan kurang lebih selama enam bulan. Tim teknis ICCTF-Bappenas, yang dalam hal ini diwakili oleh Prof. Yanto Santosa, Nur Maliki Arifiandi, dan Tejaningsih, melaksanakan kunjungan dalam rangka peninjauan lapangan demplot kegiatan ICCTF di Dusun Banjarsari, Desa Rasau Jaya II, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, 16-18 Juni 2013.

Kunjungan tim ICCTF-Bappenas diawali dengan pertemuan dengan staf peneliti, penyuluh, dan teknisi BPTP Kalbar, utamanya yang telah mengikuti pelatihan dengan tema “Pengelolaan Lahan Gambut Terdegradasi Berkelanjutan untuk Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan Mengoptimalkan Produktivitas Tanaman” yang diadakan oleh Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) di Hotel Orchadz Pontianak, 19-21 Maret 2013, yang dilanjutkan dengan praktek lapangan pengukuran emisi karbon pada lahan gambut di lokasi demplot Kabupaten Kubu Raya.

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kinerja penyuluhan yang berkaitan dengan pengelolaan tanaman terpadu (PTT) tanaman padi dan jagung yang sekaligus untuk mendukung program SLPTT padi dan jagung di kalimantan Barat maka pada tanggal 11 Juni 2013 dilakukan kegiatan Pelatihan Inovasi Teknologi Pertanian untuk mendukung program SLPTT padi dan Jagung di kabupaten Bengkayang yang bertempat di aula BP2KP kabupaten Bengkayang. Kegiatan ini dihadiri oleh Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) kabupaten Bengkayang yang diwakili oleh Kabid Penyuluhan, Dinas Pertanian Kabupaten Bengkayang yang diwakili oleh kabid Produksi, Mantri Tani seluruh kecamatan Bengkayang, Pengelola BPP dan penyuluh pertanian.

Mengawali pelaksanaan MKRPL Kabupaten landak dilakukan sosialisasi baik melalui BP3K Kabupaten dan Kabid ketahanan pangan di Sekda Pemkab Landak sebagai acuan penentuan lokasi yang tentunya bersinergis dengan KRPL di Kabupaten.  Hasil koordinasi terpilihlah Desa Agak, Kecamatan Sebangki sebagai salah satu lokasi pelaksanaan pada tahun 2013, meskipun tergolong jarak yang jauh dari Kabupaten maupun propinsi Kalbar namun semangat KRPL di desa ini sangat memberikan kesan keberhasilan yang cukup tinggi terbukti dengan sosialisasi di tingkat desa yang dilakukan oleh Tim MKRPL Kabupaten Landak yang dihadiri oleh Camat, Kepala BP3K Kec. Sebangki pengurus dan anggota KWT “Balakng Sejati” maupun wanita tani lainnya yang tidak termasuk anggota KWT yang berkomitmen melaksanakan program KRPL.