JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Info Aktual

Secara umum produksi padi di Kalimantan Barat Tahun 2011 mengalami peningkatan.  Produksi padi meningkat dari 1.343.888 ton, pada Tahun 2010 menjadi 1.372.989 ton pada Tahun 2011 atau naik sebesar 2,17%.  Peningkatan produksi dipengaruhi oleh peningkatan luas panen sebesar 3,71% atau dari 428.461 Ha Tahun 2010 menjadi 444.353 Ha Tahun 2011, sedangkan produktivitas mengalami penurunan sebesar 1,50% dibandingkan Tahun 2010 produkasi padi sawah mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3,3% atau dari 1.159.012 ton pada Tahun 2010 menjadi 1.197.493 ton Tahun 2011, sedangkan produksitivitas mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 1,8% menjadi 34,03 Kw/Ha pada Tahun 2011 (BPS Kalbar 2012).

Kalimantan Barat dikaruniai keanekaragaman plasma  nutfah padi yang sangat kaya. Tidak kurang dari 100 varietas padi lokal dibudidayakan secara turun temurun oleh petani  di Kalbar. Tingginya minat petani menanam padi lokal disebabkan karena varietas padi lokal sudah adaptif dengan kondisi biofisik lahan, termasuk terhadap perubahan iklim (kebanjiran maupun kekeringan). Keanekaragaman genetik plasma nutpah padi lokal  perlu dipertahankan keberadaannya, bahkan harus diperluas agar supaya selalu tersedia bahan untuk pengembangannnya bahkan untuk pembentukan/perakitan varietas unggul yang toleran terhadap cekaman biotik dan abiotik. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk mempertahankan keberadaannya. Kesediaan yang lestari dari plasma nutfah secara ex-situ dilakukan antara lain dengan upaya melakukan eksplorasi, menginventarisasi dan mengkoleksinya dalam ruang pendingin.

Dalam rangka mendiseminasikan hasil ujiadaptasi varietas unggul baru maka dilakukan temu Lapang panen raya padi di  desa Gelik Kec. Selakau Timur. Kegiatan ini dihadiri sekitar 125 orang peserta yang terdiri dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kab. Sambas, Badan Ketahanan Pangan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP4K) Kab. Sambas, BPTP Kalimantan Barat,Camat Gelik, BPK Selakau, Penyuluh Pertanian dan 15 Kelompoktani. Kegiatan ujiadaptasi VUB padi ini merupakan salah satu bentuk pendampingan program SLPTT di Kab. Sambas oleh BPTP Kalimantan Barat sebagai kepanjangan tangan Badan Litbang Pertanian di daerah.

Disamping faktor tanah, produktivitas pertanian sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air dan berbagai unsur iklim. Namun dalam kenyataannya, iklim/cuaca sering seakan-akan menjadi faktor pembatas produksi.  Hal tersebut disebabkan kekurangselarasan sistem usahatani dengan iklim akibat kurang mampunya kita dalam memahami karakteristik dan menduga iklim, sehingga upaya antisipasi resiko dan sifat ekstrimnya tidak dapat dilakukan dengan baik. Akibatnya, sering tingkat hasil dan mutu produksi pertanian yang diperoleh kurang memuaskan dan bahkan gagal sama sekali. Untuk mensiasati hal di atas, maka BPTP Kalbar berupaya mengadakan konsolidasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi & Geofisika (BMKG) dan Unit Proteksi Tanaman Pangan & Hortikultura (UPTPH) Dinas Pertanian Propinsi Kalimantan Barat. Acara tersebut dilakukan di alua kantor BPTP Kalbar pada hari Jumat pagi 8 Februari 2013 dan dipimpin langsung oleh Kepala BPTP Kalbar Bapak Ir. Jiyanto, MM yang dihadiri oleh seluruh peneliti, penyuluh dan teknisi BPTP.

Rapat koordinasi Teknis Penyuluh Pertanian Kabupaten Sintang tanggal 5 Februari 2013 diawali dengan apel pagi di Kantor Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4KKP) Kabupaten Sintang dipimpin oleh Bupati Kabupaten Sintang Drs. Milton Crosby.  Dalam sambutannya Bapak Bupati menyatakan bahwa dibidang pertanian Kabupaten Sintang menargetkan 5000 ha panen padi setiap tahun dengan pruduktivitas 5 ton/ha, dibidang perkebunan tanaman karet mendapat prioritas utama dengan harapan setiap PPL memiliki kebun karet 1-2 ha, serta menekankan agar tidak boleh mengkonversi lahan pertanian ke lahan sawit.