JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Info Aktual

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat telah melakukan pendampingan terhadap pelaksanaan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) di Kabupaten Bengkayang pada tahun 2012 yang salah satunya  adalah kegiatan Uji adaptasi VUB padi yang dilaksanakan pada musim rendengan di Desa Darma Bakti Kecamatan Sungai Teriak Kabupaten Bengkayang dengan luasan 1 ha ( varietas Inpari 13 seluas 0.5 ha dan Mekongga seluas 0.5 ha). Tujuan pendampingan ini adalah untuk mempercepat diseminasi dan penggunaan komponen teknologi PTT padi oleh petani yaitu benih VUB berlabel, sistem tanam legowo 4:1 , rekomendasi pemupukan berdasarkan PUTS dan Pengendalian OPT dengan konsep PHT.

Pemanasan global dan perubahan iklim kini dipandang sebagai tantangan terbesar kehidupan manusia. Akibat perubahan iklim tersebut, menurut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), suhu udara di dunia meningkat, salju di kutub mencair, permukaan air laut naik dan muncul cuaca yang ekstrem, seperti topan badai, banjir, kekeringan yang berpengaruh terhadap negara-negera di seluruh dunia. Indonesia termasuk negara yang akan terkena pengaruh negatif dari perubahan iklim tersebut. Berbagai negara di dunia telah berupaya mengurangi dampak negatif perubahan iklim itu, antara lain dengan menandatangani Protokol Kyoto pada 1997, untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, yakni karbon dioksida, metan, nitrous oxide, sulfur heksafluorida, HFC, dan PFC. Pembentukan ICCTF ini merupakan tindak lanjut dari Conference of Parties (COP) 13 United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang diselenggarakan di Bali pada 2007.

Potensi Sumber daya pertanian di Kabupaten Landak yang merupakan salah satu sentra penghasil padi di Propinsi Kalimantan Barat ditunjukkan dengan adanya potensi lahan sawah seluas 73.346 ha hektar yang tersebar di 13 kecamatan. Sebagian besar lahan sawah yang ditanami adalah lahan irigasi dan tadah hujan yaitu sebesar 1,800 hektar lahan sawah irigasi teknis, sebesar 10,128 hektar lahan sawah irigasi ½ teknis, lahan sawah irigasi sederhana sebesar 13,786 hektar, sawah irigasi desa sebanyak 17,496 hektar, sawah tadah hujan sebanyak 20,991 hektar dan selebihnya masih merupakan lahan sawah lebak yang masih belum difungsikan secara optimal.

Program Pemberdayaan Petani Melalui Teknologi dan Informasi (FEATI) di Kalimantan Barat tahun 2007-2012.  Targetnya mendiseminasikan inovasi teknologi kepada minimal 60 % anggota Poktan sebagai adopter.  Lalu, 80 % petani adopter tersebut meningkat produktivitasnya.  Lokasinya 80 desa di Kab. Pontianak dan Sambas.  Kuncinya, adalah menggerakkan stakeholder lain ikut berpartisipasi. Pendekatan Quatro Helix yang diperkenalkan Badan Litbang Pertanian menjadi salah satu strateginya yaitu melibatkan akademisi (A), businessmen (B), dan pemerintah daerah (G) untuk agar 60 % community (C) petani mengadopsi inovasi agar produktivitasnya meningkat.  Bagaimana implementasinya?Tahap pertama, melakukan Participatory Rural Appraisal (PRA) di lokasi tersebut untuk mengumpulkan data sumberdaya alam, sumberdaya manusia, kondisi sosial, ekonomi, dan budaya setempat.  

Secara umum produksi padi di Kalimantan Barat Tahun 2011 mengalami peningkatan.  Produksi padi meningkat dari 1.343.888 ton, pada Tahun 2010 menjadi 1.372.989 ton pada Tahun 2011 atau naik sebesar 2,17%.  Peningkatan produksi dipengaruhi oleh peningkatan luas panen sebesar 3,71% atau dari 428.461 Ha Tahun 2010 menjadi 444.353 Ha Tahun 2011, sedangkan produktivitas mengalami penurunan sebesar 1,50% dibandingkan Tahun 2010 produkasi padi sawah mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3,3% atau dari 1.159.012 ton pada Tahun 2010 menjadi 1.197.493 ton Tahun 2011, sedangkan produksitivitas mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 1,8% menjadi 34,03 Kw/Ha pada Tahun 2011 (BPS Kalbar 2012).