JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Info Aktual

Kebun Percobaan (KP) Simpang Monterado merupakan salah satu dari tiga Kebun Percobaan yang dimiliki BPTP Kalimantan Barat. Lokasi yang strategis berada diantara jalan menuju Kabupaten Bengkayang dan Kota Singkawang menjadikan KP. Simpang Monterado mudah dijangkau dan banyak dilalui oleh pengguna teknologi baik yang  bermaksud bepergian kearah Kabupaten Bengkayang maupun Kearah Kota Singkawang.

 

KP. Simpang Monterado memiliki agroekosistem lahan kering dataran rendah, dengan jenis tanah ultisol, topografi bergelombang, tipe iklim A dengan curah hujan 2500 mm/tahun. Luas lahan yang dimiliki seluas 159,9 Ha. KP Simpang Monterado memiliki 1 buah bangunan kantor sebagai tempat kegiatan administrasi, 1 buah bangunan tempat pertemuan dengan kapasitas 70 orang, 1 buah gudang dan 1 buah bengkel. Sebagai sarana pengkajian KP. Simpang monterado dilengkapi dengan rumah kaca dan shade house.

 

KP. Simpang Monterado Sebagai tempat percontohan teknologi yang paling maju dilengkapi dengan Automatical Wheather Station (AWS) yaitu stasiun cuaca otamatis yang dirakit oleh BALITKLIMAT dan Hidrologi, semantara peran KP. Simpang Monterado Sebagai sarana pengkajian, pelaksanaan percobaan dan uji keragaan teknologi yang dihasilkan BPTP, lokasi KP sering dijadikan sebagai tempat uji adaptasi dan kegiatan pengkajian dimana salah satu kegiatannya adalah uji adaptasi beberapa jenis tanaman bawang merah pada lahan kering dataran rendah. Kegiatan lain yang sipatnya lintas pengkajian sering juga dilakukan di KP. Simpang Monterado salah satunya Litkaji yang dilakukan BPTP Kalbar dan BALITJESTRO Malang yaitu Pengkajian Aklimatasi bibit hasil Somatik Embriologi (SE) Beberapa Tanaman Jeruk Untuk Memenuhi Kebutuhan Batang Bawah. KP. Simpang Monterado berperan juga sebagai penghasil bibit tanaman varietas/klon unggul dimana dikembangkan pembibitan tanaman karet, pembibitan tanaman kelapa sawit kerjasama waralaba antara BPTP Kalimantan Barat dengan PPKS Medan, pembibitan tanaman lengkeng dan pembibitan tanaman jeruk. Kegiatan lain yang dilakukan di KP. Simpang Monterado diantaranya berperan aktif bekerjasama dengan lembaga/instansi lain di daerah dalam penyebaran informasi inovasi teknologi pertanian. Peran KP pada intinya adalah mendukung serta melaksanakan peran strategis dan sebagai unit pelaksana teknis BPTP Kalimantan Barat di daerah sehingga menjadikan Kebun Percobaan sebagai show window BPTP.

 

Dalam upaya meningkatkan pelayanan terhadap pengguna perpustakaan secara kontinyu, saat ini pelayanan di perpustakaan BPTP Kalimantan Barat telah menggunakan sistem Perpustakaan Digital. Penggunaan sistem tersebut dimulai saat pengunjung datang, terlebih dahulu diwajibkan mengisi buku tamu melalui komputer. Selain itu, katalogisasi koleksi perpustakaan telah menggunakan komputerisasi dengan program CD/WIN-ISIS.    

 

Pengunjung perpustakaan dapat mengakses internet secara gratis, apabila informasi yang diperlukan belum tersedia pada koleksi perpustakaan. Menurut catatan perpustakaan BPTP Kalimantan Barat, sebagian besar pengunjung dan pengguna perpustakaan adalah peneliti / penyuluh, sedangkan lainnya adalah wirausaha / swasta, akademisi (dosen / mahasiswa), pelajar dan petani.

 

Koleksi yang dimiliki perpustakaan BPTP Kaliamntan Barat yang sudah masuk dalam database CD/WIS terdiri dari : Katalog buku berjumlah 1175 rekod, IPTAN/Hasil Penelitian/Pengkajian Pertanian berjumlah 227 rekod, PTTAN/Teknologi Tepat guna berjumlah 12 rekod

 

 

Fasilitas ruangan yang representatif dengan ruang baca, tempat diskusi, beralaskan karpet serta ber-AC, menjadikan perpustakaan tempat yang nyaman untuk dikunjungi dan di manfaatkan dalam waktu yang lama hingga berjam-jam. 

 

Sehubungan dengan telah diterbitkannya Keputusan Menteri Pertanian tentang pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun anggaran 2010 bagi pelamar umum, CPNS tersebut agar terlebih dahulu diberikan orientasi di lingkungan Unit Kerja/Unit Pelaksana Teknis (UK/UPT)  khususnya BPTP Kalbar akan dilaksanakan selama 2 Minggu dari tanggal 18 – 30 April 2011. Dalam orientasi tersebut diberikan materi pengenalan, sosialisasi dan pendalaman tentang peran, tugas dan fungsi BPTP Kalbar.

Dalam kesempatan tersebut Kepala BPTP Kalbar menyampaikan  "Jadilah pegawai pemula yang antuias". Status CPNS merupakan masa percobaan sebelum menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) selama kurun waktu paling cepat 1 (satu) tahun dan paling lama 2 (dua) tahun. Dan nanti selama pelaksanaan tugas sebagai PNS yang bersangkutan akan dilakukan pembinaan meliputi :

1.     Penugasan secara jelas pekerjaan yang harus dilaksanakan dan diselesaikan;

2.     Pelaksanaan tugas yang didasari disiplin dan tanggung jawab;

3.     Penilaian terhadap daya guna dan hasil guna dalam pelaksanaan tugas;

4.     Penilaian terhadap sikap moralitas, etika, dan pendalaman spiritual dalam kehidupan sehari-hari;

5.     Pengembangan komunikasi, kerja sama, dan jejaring kerja internal maupun eksternal.

Hasil pengamatan dan evaluasi digunakan sebagai bahan dalam menentukan kelayakan pengangkatan yang bersangkutan sebagai PNS.

 

Pada tahun 2011 BPTP Kalbar mendapat alokasi CPNS sebanyak 11 (sebelas) orang terdiri dari drh. Sri Suryamiati Prihandani (S-2 Dokter Hewan - UNUD), Deden Faroeman, S.TP (S-1 Teknologi Hasil Pertanian – Univ. Lampung), Didik Saifuddin Anshori, S.TP (S-1 Ilmu Tanah – UNIBRAW), Riki Warman, SP (S-1 Pertanian – UNAND), Riza Ulil Fitria, SP (S-1 Hama dan Penyakit Tumbuhan – UNIBRAW), Sigit Uji Marzuki, ST (S-1 Teknik Kimia – UGM), Wa Ode Al Jumiati, S.Pt (S-1 Peternakan – UNHALU), Marwayanti Nas, A.Md.P (D-III Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene), Muhammad Arifin Muflih, A.Md (D-III Agribisnis Pertanian – UNSOED), Muhammad Syahri Mubarok, A.Md (D-III Budidaya Pertanian – UNSOED), Trisna Yasi Agung Wibowo, A.Md (D-III Pertanian – UNIBRAW).

 

Dalam rangka scalling up inovasi teknologi oleh FEATI BPTP Kalimantan Barat maka kegiatan Ujicoba Teknologi Padi Inpara-3 di FMA Desa Sui Nipah, Kabupaten Pontianak, dilakukan scalling up dari 1 hektar menjadi 40 hektar melibatkan sekitar 60 petani.  Penyerahan sarana produksi 1.000 kg benih padi dilakukan secara simbolik oleh Kepala BPTP Kalimantan Barat kepada penyuluh swadaya, Bapak Hanafi, bersamaan dengan ritual tolak bala untuk memohon perlindungan Allah SWT agar VUB Padi pasang surut dari FEATI BPTP Kalimantan Barat seluas 40 hektar ini terlindung dari malapetaka dan mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani sesuai tujuan program FEATI.

Masalahnya ritual pembacaan doa tolak bala dilakukan di tengah areal padi seluas 200 hektar dengan pematang selebar 1 meter tanpa ada tenda atau saung.  Jembatan desa di tempat acara pun diubah menjadi “podium” dan Kepala BPTP Kalimantan Barat dengan lantang memberikan arahan kepada sekitar 75 petani di FMA Desa Sungai Nipah dari atas “podium” ini.  Hari ini 20 April 2011 lahirlah peribahasa baru: “Tidak ada podium, jembatan pun jadi”. 

Itulah uniknya penyuluhan pertanian.  Dulu ada mitos di kalangan petani bahwa tidak mungkin menanam padi pada lahan pasang surut dua kali setahun. Maka BPTP Kalimantan Barat dilarang petani “omong doang”.  Bagi petani yang penting bukti nyata di lapangan dan BPTP Kalimatnan Barat sudah membuktikannya. Ujicoba Padi Inpara-3 di FMA Desa Sungai Nipah pada MT Gadu 2009 menghasilkan 4 ton/ha karena padi lokal mereka hanya 2 ton/ha.  Petani pun terkejut walaupun yang ikut hanya 10 ha.  Melihat hasil ini maka petani pun meniru sehingga MT Gadu 2010 luasannya naik menjadi 100 hektar.  Bersyukur hasilnya bagus sehingga MT Gadu 2011 ini luasannya naik lagi menjadi 200 hektar.  Artinya hampir seluruh petani sudah berubah dari menanam padi lokal setahun sekali menjadi menanam VUB dari Badan Litbang Pertanian dua kali setahun. 

Selain Inpara-3 yang tekstur nasinya keras sehingga disukai petani agar tidak cepat lapar juga dikembangkan varietas lain.  Penyuluh swadaya, Bapak Hanafi, memperoleh pesanan untuk pasar di Kota Pontianak yaitu beras dari VUB Cibogo.  Melalui bantuan BPTP Kalimantan Barat maka dimulailah pertanaman VUB Cibogo seluas 40 hektar.  Hasilnya akan dikhususkan untuk pasar di Kota Pontianak. 

 



Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (M-P3MI) adalah salah satu program strategis Badan Litbang Pertanian yang dilakukan di seluruh BPTP di Indonesia. Desa Semangau merupakan salah satu dari dua lokasi M-P3MI di Kalimantan Barat yang pada awal April kemarin dilakukan kegiatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Baseline Survey sebagai langkah awal kegiatan M-P3MI.

Kepala BPTP Kalimantan Barat dan Pengelola BPP Sambas menghadiri hari pertama dimulainya kegiatan PRA sekaligus membuka kegiatan PRA di Desa Semangau. Pada kesempatan tersebut, Kepala BPTP Kalbar mensosialisasikan apa itu kegiatan M-P3MI dan tahapan pelaksanaan M-P3MI kepada para petani di lokasi M-P3MI Desa Semangau, Sambas. Selanjutnya, dimulailah kegiatan PRA yang melibatkan representasi kelompok masyarakat di Desa Semangau, diantaranya para petani, pedagang input/output, aparat desa, tokoh masyarakat dan perwakilan lembaga pendukung agribisnis.

Layaknya sebuah kegiatan pengkajian di BPTP, PRA dilakukan pada tahap awal kegiatan pengkajian. PRA merupakan teknik pengumpulan informasi dan pengenalan kebutuhan masyarakat yang melibatkan secara langsung dan secara aktif partisipasi masyarakat, tim multi disiplin PRA BPTP Kalbar dalam hal ini hanya berperan sebagai fasilitator dan merumuskan informasi yang disampaikan masyarakat Desa Semangau. Beberapa prinsip dasar dalam pelaksanaan PRA adalah melibatkan representasi kelompok masyarakat desa dalam pengenalan potensi sumber daya setempat dan pemahaman permasalahan yang dihadapi, masyarakat setempat merupakan pelaku utama dalam pengenalan situasi dan memilih jenis inovasi yang dikembangkan, menerapkan prinsip triangulasi yang merupakan bentuk cross check dan recheck informasi untuk mendapatkan informasi yang akurat, berorientasi praktis dan mengoptimalkan hasil dalam menggali informasi, santai dan informal, serta menerapkan prinsip demokratis dalam pengertian setiap anggota masyarakat mempunyai hak yang sama untuk menyampaikan pendapat dan ide-idenya.

Pelaksanaan PRA di Desa Semangau meliputi inventarisasi, prioritas, analisis sumber masalah dan peluang pengembangan inovasi/agribisnis, diagram kelembagaan, pola curah hujan, kalender musim, pola tanam, kalender aktivitas harian petani, sejarah desa dan kecenderungan keberhasilan atau kegagalan program di Desa Semangau, pemetaan lokasi, pembuatan diagram transek Desa Semangau, klarifikasi masalah dan peluang inovasi pertanian.

Sedangkan baseline survey dimaksudkan agar diperoleh informasi awal (menentukan benchmark) sebelum dilakukan kegiatan M-P3MI (pra M-P3MI) untuk kemudian dibandingkan dengan keadaan dimana M-P3MI telah establish (pasca M-P3MI). Baseline survey dilakukan dengan mewawancarai sekitar 30 orang petani di Desa Semangau dan 10 orang petani di luar lokasi M-P3MI (Desa Sei Rambah).

Dari hasil PRA, diketahui bahwa permasalahan utama di Desa Semangau adalah kekurangan modal, serangan OPT, yaitu hama (tikus, burung, orong-orong, penggerek batang dan daun) dan penyakit (blast daun dan leher malai), kemurnian benih (benih sudah tidak murni lagi), tanah bereaksi masam (keracunan besi (Fe)), kesulitan air pada MT Gadu dan pengairan sulit diatur/ditata, dan kekurangan thresher pada saat panen. Dari permasalahan tersebut, BPTP Kalimantan Barat merumuskan beberapa peluang inovasi pertanian, terutama dari segi teknologi dan kelembagaan.

Secara umum, dapat dikatakan bahwa petani (yang sebagian besar wanita) di Desa Seamangau sangat antusias terlibat dalam kegiatan M-P3MI ini, didukung pula oleh kesiapan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sambas untuk menyediakan beberapa alat dan mesin pertanian, diantaranya thresher, dryer, dan Rice Milling Unit (RMU). Untuk menandai dimulainya kegiatan M-P3MI pada MT Gadu 2011 di Kabupaten Sambas ini, diserahkan 20 kg VUB Inpara 1 kepada kelompok tani di Desa Semangau.