JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Info Aktual

Salah satu misi dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian adalah menghasilkan dan mendiseminasikan inovasi pertanian unggulan spesifik agroekosistem.  Begitu halnya dengan BPTP Kalimantan Barat yang mendiseminasikan karya dan produknya pada berbagai event yang ada, salah satunya adalah keikut sertaan dalam Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA) IX yang diselenggarakan di kabupaten Bengkayang. PEDA KTNA ini diikuti oleh KTNA seluruh kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Kalimantan Barat dan instansi yang berhubungan dengan bidang pertanian, peternakan, perkebunan dan kehutanan. Dalam kegiatan tersebut, ditampilkan berbagai karya dan kreatifitas dari masing-masing KTNA. Stand pameran pada PEDA KTNA IX menjadi ajang pembuktian hasil-hasil dari peserta PEDA.

 

Pekan Daerah (PEDA) Pertemuan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tingkat Provinsi Kalimantan Barat  Tahun 2013 merupakan wahana bagi para Petani – Nelayan Kalimantan Barat untuk melaksanakan Konsolidasi, Pengembangan Diri, Tukar menukar informasi, Apresiasi, Kemitraan dan Promosi Hasil Pertanian dan Perikanan yang diselenggarakan secara teratur dan berkelanjutan. Melalui PEDA IX KTNA Tahun 2013, Petani – Nelayan berkesempatan untuk melakukan kegiatan pembelajaran dalam upaya memperkuat Kepemimpinan Agribisnis di Tingkat Petani – Nelayan.

Sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Sintang, BPTP Kalimantan Barat, dengan didukung oleh BP4KKP Kab. Sintang,  mengadakan program Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) di dua lokasi sebagai proyek percontohan. Lokasi pertama berada di Dusun Sungai Simpang Desa Sungai Ana Kec. Sintang, sedangkan lokasi kedua berada di Desa Baning Panjang Kec. Kelam Permai.

Model Kawasan Rumah Pangan Lestari adalah model percontohan dalam bentuk kawasan yang dibangun dari unit – unit rumah tangga yang menerapkan prinsip pemanfaatan pekarangan secara optimal, ramah lingkungan dan ditopang pula oleh maksimalisasi produktivitas lahan olah dan non-olah pertanian di dalam kawasan untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat berbasis partisipasi masyarakat.

Tahap pertama dari program M-KRPL ini adalah sosialisasi pelaksanaan program M-KRPL. Sosialisasi dilakukan masing-masing satu hari pada tiap lokasi. Hari pertama, tanggal 24 April 2013, sosialisasi dilakukan di Dusun Sungai Simpang. Sosialisasi ini dihadiri oleh Ibu-ibu Kelompok wanita tani di dusun tersebut. Antusiasme telihat jelas di wajah ibu-ibu yang hadir ketika Bapak Jhon David Haloho yang merupakan perwakilan dari BPTP sedang mensosialisakan program M-KRPL ini. Dalam pertemuan ini disepakati bahwa program M-KRPL akan dimulai sekitar 2 minggu lagi bila tidak ada kendala baik teknis maupun non teknis. Setelah sosialisasi tim BPTP melakukan survey PPH kepada ibu-ibu yang hadir. Kredit patut diberikan kepada PPL setempat yaitu Ibu Teresia yang berhasil mengkoordinir Ibu-Ibu KWT sehingga sosialisasi hari pertama ini bisa berjalan lancar.

Sosialisasi MKRPL di Dusun Sungai Simpang

Pada hari kedua, tanggal 25 April 2013, tim BPTP menuju Kec. Kelam Permai yang terkenal dengan objek wisatanya yaitu Bukit Kelam untuk melakukan sosialisasi lanjutan di Desa Baning Panjang. Bersama tim BPTP adalah PPL setempat yang bernama Ibu Sri. Hampir sama dengan di Dusun Sungai Simpang, sosialisasi kali ini juga di hadiri oleh Ibu-Ibu KWT yang ada di Desa Baning Panjang. Antusiasme yang tak kalah dengan Ibu-Ibu KWT dari Sungai Simpang juga di tunjukkan oleh Ibu-Ibu KWT di Desa Baning Panjang ketika sosialisasi berlangsung. Juga disepakati bahwa program M-KRPL ini akan dimulai sekitar dua minggu lagi bila tidak ada halangan. Setelahnya dilakukan survey PPH untuk mengetahui pola konsumsi pangan di Desa Baning Panjang.

Sosialisasi MKRPL di Desa Baning Panjang

Dengan selesainya sosialisasi M-KRPL dan survey PPH  di Desa Baning Panjang, berakhir pula perjalanan panjang tim BPTP Kalbar ke Kab. Sintang. Tentu tim BPTP Kalbar belum bisa bersantai dengan berakhirnya sosialisasi ini karena perjalanan-perjalanan panjang Pontianak-Sintang yang lain masih akan menanti tim BPTP Kalbar guna mengawal dan memastikan program M-KRPL ini berjalan dengan sukses di Kab. Sintang.

Sebagai upaya peningkatan swasembada pangan, pada tahun 2013 pemerintah secara nasional kembali mencanangkan Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) yang mencapai 10 juta ton sampai dengan 2014. Guna mendukung keberhasilan Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) tahun 2013 di Kabupaten Kayong Utara, pada tanggal 9 April 2013 BPTP Kalimantan Barat melakukan penyerahan bantuan 60 Kg benih Padi VUB (Varietas Cibogo) ke beberapa Petani Kooperatif di Desa Sedahan Jaya dan Desa Benawai Agung, kec. Sukadana kabupaten Kayong Utara. Dalam kesempatan ini penyerahan bantuan benih VUB dilakukan oleh Kepala BPTP Kalimantan Barat Ir.Jiyanto, MM yang langsung memberikan benih tersebut kepada perwakilan petani kooperator dari Desa Benawai Agung.

Dalam Konfrensi Dewan Ketahanan Pangan di JICC Oktober 2010, Presiden RI menyatakan bahwa ketahanan dan kemandirian pangan nasional harus dimulai dari rumah tangga. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk pengembangan pangan rumah tangga merupakan Kementerian Pertanian awal tahun 2011 menyusun suatu konsep yang disebut dengan “Model Kawasan Rumah Pangan Lestari” yang dibangun dari Rumah Pangan Lestari (RPL) dengan prinsip pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga, serta peningkatan pendapatan yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satu alternatif untuk mewujudkan kemandirian pangan rumah tangga. Gerakan nasional Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) telah dilounching Presiden tanggal 13 Januari 2012 di Pacitan Jawa Timur untuk di replikasikan di tiap provinsi.

Prinsip dasar KRPL adalah 1) pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dan dirancang untuk ketahanan dan kemandirian pangan, 2) diversifikasi pangan berbasis sumberdaya lokal, 3) konservasi sumberdaya genetik pangan (tanaman, ternak, ikan), 4) menjaga kelestariannya melalui Kebun Bibit Desa (KBD) menuju 5) peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan prinsip dasar di atas, diharapkan Kegiatan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) yang diinisiasi oleh Badan Litbang Pertanian akan semakin berkembang dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Untuk mempercepat perluasan pengembangan KRPL maka kementrian Pertanian menjalin kemitraan baik dengan SIKIB, Salimah maupun TNI-AD. Kemitraan dengan TNI-AD di fokuskan di wilayah perbatasan dan sub optimal, salah satunya Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Kerjasama dengan TNI-AD di Kalimantan Barat akan dilaksanakan di Kec. Sajingan besar Kab. Sambas. Agar kegiatan kerjasama dengan TNI-AD berjalan dengan baik dan lancar maka di lakukan Rapat Koordinasi

TNI-AD Mendukung Ketahanan Pangan di Prov. Kalimantan Barat, kerjasama TNI-AD dengan Kementan di Wilayah Kodam XII/Tanjungpura yang dilaksanakan di Kodam XII/ Tanjungpura tanggal 19 April 2013. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh seluruh kodim yang ada di Kalimantan Barat, Koramil, Dinas Pertanian Prov. Kalimantan Barat, Dinas Peternakan Prov. Kalbar, Dinas Perkebunan Prov. Kalbar, BPTP Kalimantan Barat dan Dinas Pertanian 14 Kabupaten / Kota. Dalam rapat koordinasi ini, baik BPTP Kalbar, Dinas Perkebunan Provinsi, Dinas Pertanian Provinsi dan Dinas Peternakan Provinsi mensosialisasikan kegiatan yang akan dikerjasamakan dengan TNI-AD. Semoga dengan sosialisasi yang dilakukan ini baik Dinas Terkait, BPTP dan TNI-AD mengerti dan paham dengan pelaksanaan kegiatan dan kerjasama ini dapat berjalan dengan lancar.