JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Info Aktual

Sebagai instansi pendamping kegiatan SLPTT, salah satu tugas BPTP Kalimantan Barat adalah selalu meningkatkan pengetahuan PPL di daerah. Untuk tujuan itu, bekerja sama dengan BP4KP Kab. Sintang, BPTP Kalimantan Barat melakukan Pelatihan Inovasi Teknologi di Kab. Sintang. Pelatihan ini dilaksanakan pada hari senin tanggal 13 Mei 2013 dan dihadiri oleh para coordinator penyuluh, mantra tani, penyuluh pertanian dan juga tenaga harian lepas penyuluh pertanian.

Acara dibuka oleh Ir. Suahidi selaku Kabid Ketahanan Pangan sebagai wakil dari Kepala BP4K2 Kab. Sintang. Beliau berharap pelatihan inovasi teknologi seperti ini terus berlanjut karena update pengetahuan dan teknologi harus terus dilakukan. Teknologi selalu berubah dengan cepat sehingga para penyuluh harus selalu mengupdate pengetahuannya tentang teknologi terbaru terutama teknologi yang ada hubungannya dengan tugas penyuluh.

Rangkaian demi rangkaian kegiatan dalam rangka PEDA KTNA IX tingkat provinsi Kalimantan Barat, semakin beragam. Salah satunya adalah diadakannya kegiatan Temu Teknologi pertanian (30/4/2013) di Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bengkayang.  Temu Teknologi dipimpin oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat, Ir. Djiyanto, MM. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah para perwakilan kontingen KTNA dari kabupaten/kota se-Kalimantan Barat. Hadir pula para pejabat dari Dinas instansi terkait dibidang pertanian dan peternakan. Temu teknologi merupakan wahana atau forum pertemuan antara peneliti, penyuluh pertanian, pelaku agribisnis dan kontak tani dalam pengembangan teknologi. Temu teknologi mencakup : a) Temu informasi teknologi, b) Temu aplikasi paket teknologi, c) Gelar teknologi dan d) Temu Lapang.

Dalam Temu Teknologi ini, Ir. Djiyanto, MM menyampaikan bahwa BPTP Kalbar dengan berbagai macam teknologi  pertanian dari Badan Litbang, selama ini telah melakukan berbagai pendampingan dalam mengawal Program strategis Kementerian Pertanian. Program strategis tersebut adalah : 1) Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Padi, Jagung dan Kedelai, 2) Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL), 3) Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau (PSDSK), 4) Gerakan Nasional (Gernas) Kakao, dan 5) Kawasan Hortikultura. Beliau juga  mengatakan bahwa melalui Pendampingan SL-PTT Padi, Jagung dan Kedelai, serta M-KRPL telah menjadikan BPTP sebagai mitra kerja yang baik bagi pihak pemerintah daerah kabupaten dalam memajukan pertanian khususnya pertanian tanaman pangan di Kalimantan Barat.

Bentuk pendampingan SL-PTT yang dilakukan oleh BPTP Kalbar, berupa : a) Participatory Rural Apraisal (PRA), b) Display Varietas Unggul Baru (VUB) di luar Laboratorium Lapangan (LL) dengan luasan 0,25 ha/unit, c) sebagai nara sumber, d) pertemuan/pelatihan, e) penentuan dosis pupuk berimbang dengan menggunakan PUTS/PUTR/PUTK, f) Temu Lapang dan g) Materi diseminasi.  Sedangkan  pendampingan M-KRPL lebih difokuskan pada kegiatan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT)  dalam memanfaatkan lahan pekarangan yang ramah lingkungan, sesuai dengan Tujuan dari M-KRPL yaitu untuk meningkatkan kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan meningkatkan pola pangan harapan (PPH). Substansi dari M-KRPL itu sendiri adalah : 1) Kemandirian pangan rumah tangga (kemampuan kepala rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan konsumsi protein nabati dan hewani sehari-hari untuk keluarganya). 2) Diversifikasi pangan lokal  (upaya penenganekaragaman konsumsi pangan non beras melalui inovasi teknologi budidaya dan proses pengolahan pasca panen) dan  3)  Kebun Bibit Desa (KBD) dengan maksud untuk mempermudah akses bibit/ benih yang harus dikelola secara baik di setiap Kawasan Rumah Pangan, agar Lestari.

Diharapkan dengan adanya Program SL-PTT dan M-KRPL ini terjadi peningkatan produksi Padi, Jagung dan Kedelai sehingga swasembada pangan dan kemandirian pangan dalam negeri dapat terwujud. BPTP Kalbar, sebagai perpanjangan tangan dari Kementerian Pertanian di bidang teknologi dan pengembangan pertanian, harus terus berupaya menciptakan teknologi baru yang spesifik lokasi. Melalui Temu Teknologi, BPTP dapat menyampaikan teknologi unggulan yang bisa digunakan para stakeholder, pelaku utama dan pelaku usaha sehingga dapat diterapkan sesuai rekomendasi, demi kemajuan pertanian di Kalimantan Barat.

Menurut Ditjen Tanaman Pangan (2012) sejak dimulainya program SLPTT tahun 2008 sampai dengan tahun 2011 telah terjadi peningkatan produksi padi rata-rata sebesar 2,78% dan jagung sebesar 2 %. Sedangkan menurut Direktorat budidaya Serealia (2012), produksi tanaman kedelai juga meningkat sebesar 1,22 %. Untuk itu upaya peningkatan produktivitas padi, jagung dan kedelai difokuskan kepada program SLPTT padi, jagung dan kedelai. Hal ini dilakukan juga untuk mendukung tercapainya sasaran produksi padi tahun 2013 sebesar 72,08 juta ton GKG, jagung 26 juta ton dan kedelai 2,25 juta ton (Kementerian Pertanian, 2011) maka program SLPTT padi, jagung dan kedelai tahun 2013 tetap dilanjutkan.

Kegiatan Asah Terampil bagi para petani nelayan merupakan salah satu agenda acara untuk memeriahkan Pekan Daerah  (Peda) tingkat Provinsi Kalimantan Barat setiap kali dilaksanakan. Asah terampil pada Pekan Daerah (PEDA) IX Petani Nelayan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2013 dilaksanakan di Kabupaten Bengkayang pada tanggal 1 Mei 2013. Fokus materi asah terampil kali ini adalah mengenai pengetahuan tentang kegiatan sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SL-PTT), SL-PHT, M-KRPL, PSDSK, perkebunan dan peternakan.Tujuan utama pelaksanaan kegiatan Asah Terampil adalah untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan petani tentang pelaksanaan kegiatan SL-PTT, SL-PHT, M-KRPL, PSDSK yang sudah berjalan sejak tahun 2008 di masing – masing kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat.

Beberapa minggu yang lalu, tepatnya Tanggal 17 April 2013 telah dilaksanakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Perkembangan Program PUAP Tahun 2010-2012 bertempat di Aula Gedung PKK Kota Singkawang. Rapat dipimpin oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Kehutanan selaku Tim Teknis Program PUAP di Kota Singkawang, didampingi oleh Tim PUAP BPTP Kalbar selaku Sekretariat PUAP Provinsi. Turut hadir pula Perwakilan Badan Penyuluhan, Kabid. PLA Dinas Tanaman Pangan dan Kehutanan, Kabid. Koperasi Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, Camat, Lurah, Penyuluh, Petugas Penyelia Mitra Tani (PMT), serta Pengurus gapoktan penerima PUAP yang ada di Kota Singkawang.

Pada acara Pembukaan rapat,  Ir. Agus Priyatno (Kadistanhut Kota Singkawang) mengatakan bahwa perjuangan Tim Teknis untuk mendapatkan dana PUAP bagi gapoktan di wilayah Kota Singkawang, amatlah berat. Seyogyanya PUAP ini diberikan pada wilayah Perdesaan, sedangkan menurut pemerintah pusat Kota Singkawang adalah daerah perkotaan yang tidak mempunyai desa-desa, sehingga Program PUAP tidak bisa diperuntukkan bagi wilayah Kota Singkawang. Tetapi, kenyataannya di Kota Singkawang terdapat kelurahan-kelurahan yang didalamnya terdapat gapoktan-gapoktan yang juga mengharapkan bantuan dana PUAP.

Akhirnya, dengan berbagai argumen dan alasan serta pengajuan proposal yang diajukan ke pusat (Kementerian Pertanian), maka Kota Singkawang bisa mendapatkan dana bantuan Program PUAP ini. Untuk itu diharapkan para anggota gapoktan penerima dana PUAP di Kota Singkawang agar dapat memanfaatkan dana PUAP dengan sebaik-baiknya, sehingga perjuangan Tim teknis Kota Singkawang di tingkat pusat tidaklah sia-sia. Perlu diingat pula bahwa Program PUAP ini diawasi langsung oleh unit kepresidenan yaitu UKP4. Jadi berhati-hatilah dalam memanfaatkan dana PUAP. Laksanakan PUAP sesuai dengan prosedur, maka tidak akan ada masalah berarti yang timbul ”, ujar Agus Priyatno.