JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Info Aktual

Adil Ka’ Talino Bacuramin Ka’ Saruga Basengat Ka’ Jubata” demikian diungkapkan Bapak Gubernur Kalimantan Drs. Cornelis, MH mengawali sambutannya dalam acara Gawai Naik Dango ke-28 di Desa Saham, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak yang dibuka pada tanggal 14 Mei 2013 yang dihadiri oleh Ketua HKTI Bapak Oesman Sapta Odang, Staf Ali Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bapak Kuntoro Hadi Drajad, Bupati, SKPD propinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Landak, Kabupaten Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, masyarakat serta Pemuka Adat.

Adil Ka’Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata…. Arus..Arus…Arus… itulah ucapan pembuka dan penutup di segala rangkaian sambutan oleh para pemangku kebijakan dan penguasa wilayah yang disampaikan dalam rangka acara Naik Dango ke-28, berpusat di Rumah Betang Desa Saham Kec. Sengah Temila Kab. Landak. Acara dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat (Cornelis) dan dihadiri oleh  Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Hari Untoro Drajat).

Hadir pula Bupati Landak (Adrianus Asia Sidot) beserta jajaran SKPD provinsi maupun kabupaten, juga Perwakilan Dinas/Instansi Lingkup Kementerian Pertanian seperti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalbar (Ir. Revi Marsusi), Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (Banketpanluh) Prop. Kalbar,  dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Prop. Kalbar. Selain itu, turut hadir Tokoh Nasional Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Oesman Sapta Odang yang terkenal dengan sebutan “OSO” dan anggota DPR RI Karolin Margareth Natasha.

tanam gadu perdana desa sui kunyit kab sekadauPara anggota Kelompok Tani Maju Lestari di Desa Sui Kunyit Kecamatan Sekadau Hilir Kab. Sekadau, mengawali era penanaman padi musim gadu di wilayahnya untuk yang pertama kali (13/5). Sebelum ini, musim tanam padi di Sekadau Hilir khususnya di Desa Sui Kunyit hanya berlangsung satu kali dalam setahun, yaitu pada musim penghujan. Namun mulai musim tanam 2013 ini, dengan diinisiasi oleh pendampingan program SL-PTT Padi yang laksanakan BPTP Kalimantan Barat, anggota kelompok tani termotivasi untuk melakukan tanam padi di musim gadu. Dengan total hamparan yang ditanam mencapai 5 Hektar, luasan yang cukup signifikan untuk kegiatan tanam perdana.

 

Salah satu pengurus kelompok tani, Bapak Lomon menuturkan : “para anggota kelompok sejak lama ingin merasakan bisa menanam padi di musim gadu, baru sekarang ini bisa terlaksana, semoga hasilnya memuaskan dan dapat memotivasi petani di kemudian hari”.

Desa Sui Kunyit memang menjadi salah satu dari dua lokasi pendampingan program SL-PTT di Kabupaten Sekadau, yang dilaksanakan BPTP Kalimantan Barat. Dipilih karena terletak di lokasi yang strategis, sehingga akan memudahkan proses diseminasi dan alih teknologi kedepannya.

tanam gadu perdana desa sui kunyit kab sekadau

Sebelum pelaksanaan penanaman, telah dilakukan beberapa kali kegiatan sosialisasi yang bertujuan untuk pemantapan, memotivasi, dan memberi bekal pengetahuan teknis untuk menghadapi peluang dan tantangan bertanam padi di musim gadu.

Beberapa teknologi anjuran yang telah dan akan diterapkan untuk mendukung penanaman padi di musim gadu ini, diantaranya : penggunaan VUB (Situ Bagendit, Cibogo dan Inpari 10), sistem tanam jajar legowo 4:1, pemupukan berdasarkan analisa PUTS, pengolahan tanah (minimum), umur bibit 18 HSS, dan tanam bibit 1-3 batang per lubang.

Ada kejadian yang tak terduga saat penanaman padi berlangsung. Saat para anggota kelompok yang mayoritas ibu-ibu itu sedang asyik menanam, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kedatangan Ibu Bupati Sekadau beserta rombongan yang turun menyapa mereka. Tanpa sungkan, Ibu Bupati mengajak para petani yang bermandikan lumpur sawah untuk foto bersama.

tanam gadu perdana desa sui kunyit kab sekadau

Menurut Bapak Fuji, PPL Desa Sui Kunyit yang saat itu ikut mendampingi, Ibu Bupati memang kerap melakukan kegiatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat petani yang bertujuan untuk memberikan motivasi kepada mereka. (au)

 

Ketahanan dan Kemandirian Pangan Nasional harus dimulai rumah tangga, itulah yang disampaikan Presiden RI pada acara Konfrensi Dewan Ketahanan Pangan di JICC Oktober 2010. Salah satu alternatif untuk mewujudkan kemandirian pangan rumah tangga adalah melalui pemanfaatan pekarangan. Ketahanan Pangan diharapkan tidak berhenti hanya sebatas program saja tapi diharapkan kegiatan ini terus berlanjut agar ketahanan pangan keluarga terus terjaga. Untuk itu Kementrian Pertanian menginisiasi optimalisasi pekarangan melalui Rumah Pangan Lestari (RPL) yang kemudian menjadi KRPL jika dikembangkan dalam skala luas, berbasis dusun atau desa atau wilayah.

Sebagai instansi pendamping kegiatan SLPTT, salah satu tugas BPTP Kalimantan Barat adalah selalu meningkatkan pengetahuan PPL di daerah. Untuk tujuan itu, bekerja sama dengan BP4KP Kab. Sintang, BPTP Kalimantan Barat melakukan Pelatihan Inovasi Teknologi di Kab. Sintang. Pelatihan ini dilaksanakan pada hari senin tanggal 13 Mei 2013 dan dihadiri oleh para coordinator penyuluh, mantra tani, penyuluh pertanian dan juga tenaga harian lepas penyuluh pertanian.

Acara dibuka oleh Ir. Suahidi selaku Kabid Ketahanan Pangan sebagai wakil dari Kepala BP4K2 Kab. Sintang. Beliau berharap pelatihan inovasi teknologi seperti ini terus berlanjut karena update pengetahuan dan teknologi harus terus dilakukan. Teknologi selalu berubah dengan cepat sehingga para penyuluh harus selalu mengupdate pengetahuannya tentang teknologi terbaru terutama teknologi yang ada hubungannya dengan tugas penyuluh.