JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Info Aktual

Hari ini (Selasa, 14/09/2015) diadakan Sosialisasi e-pupns bertempat di Aula Kantor Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat. Acara dipimpin oleh Ir. Jiyanto, MM selaku Kepala BPTP Kalbar didampingi Kasie Kerja Sama Pelayanan  Pengkajian (KSPP) dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha. Hadir dalam acara ini, seluruh karyawan/i BPTP Kalbar yang terdiri dari Staf administrasi, para Peneliti dan Penyuluh, Litkayasa, Pustakawan dan para petugas teknis dari tiga Kebun Percobaan (KP) yaitu KP. Simpang Monterado, Selakau dan KP. Sungai Kakap.

Sejatinya kemerdekaan yang telah didapatkan bangsa Indonesia bukanlah suatu hadiah, bukan pula suatu pemberian dan bukan juga suatu belas kasih dari suatu bangsa yang pernah menjajahnya selama ratusan tahun, akan tetapi pada hakekatnya kemerdekaan bangsa Indonesia adalah suatu anugrah dan rahmat dari Allah SWT atas segala usaha dan perjuangan yang panjang dengan mengorbankan jutaan jiwa dan harta benda yang tak terhitung dengan kesabaran dan keikhlasan yang didasari semangat pantang menyerah sampai akhir hayat. Dan pada tanggal 17 Agustus 1945 atas nama bangsa Indonesia Sukarno – Hatta memproklamirkan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia, dimana semua Negara di dunia mengakui bahwa Negara Republik Indonesia adalah Negara yang merdeka dan berkedaulatan rakyat.

temu lapang upsus sekadauPendampingan program UPSUS di Kalimantan Barat terus digulirkan. Setelah sebelumnya di lakukan temu lapang panen padi dalam rangka mendukung UPSUS di Kabupaten Landak dan Ketapang, kemarin (13/8/2015) Kepala BPTP Kalimanan Barat bersama-sama dengan pemangku kepentingan di Kabupaten Sekadau melaksanakan Temu Lapang Panen Padi pada lahan demfarm seluas 3 Ha di Desa Rawak Hilir Kecamatan Sekadau Hulu.

Senin, 27 Juli 2015 telah diselenggarakan temu lapang panen padi di Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang. Acara ini dihadiri oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat, Dandim 1203/Ketapang, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ketapang, Camat Matan Hilir Selatan, Kapolsek Matan Hilir Selatan, Danramil Matan Hilir Selatan, para Kepala Desa se-Kecamatan Matan Hilir Selatan, serta para petani yang berasal dari Sungai Besar dan sekitarnya.


Acara yang diawali dengan panen perdana oleh Kepala BPTP Kalimantan Barat, Dandim 1203/Ketapang, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ketapang, Camat dan Kapolsek Matan Hilir Selatan ini merupakan upaya untuk mendiseminasikan inovasi pertanian kepada masyarakat tani. Padi yang dipanen pada temu lapang ini merupakan kegiatan demfarm padi dalam rangka mendukung UPSUS Padi, Jagung dan Kedelai di Kabupaten Ketapang oleh BPTP Kalimantan Barat di Kelompok Tani Sungai Sirih Maju. Tanaman seluas 3 ha tersebut terdiri dari varietas Situ Bagendit dan Inpara 3. Jika melihat performance tanaman di lapangan, kedua varietas tersebut tampak mampu beradaptasi dengan baik di daerah pasang surut seperti di Desa Sungai Besar. Selain penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) Situ Bagendit dan Inpara 3, teknologi lainnya yang diterapkan pada demfarm ini adalah penanaman bibit muda umur 21 hari sebanyak 2-3 batang/lubang tanam. Sistem tanam yang digunakan pada demfarm ini juga mengintroduksikan teknologi sistem tanam jajar legowo 4:1 dengan jarak tanam 25 cm x 12,5 cm dan jarak legowo 50 cm. Pemupukan berimbang dan pengendalian hama penyakit tanaman secara terpadu juga diterapkan pada demfarm ini. Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas padi varietas Situ Bagendit adalah 5,0 ton/ha, sedangkan Inpara 3 mencapai 8,0 ton/ha. Hasil dari kedua VUB tersebut lebih tinggi dibanding hasil yang biasa diperoleh petani sekitar 3 ton/ha pada MT Gadu seperti musim penanaman demfarm ini.

Setelah panen perdana, acara temu lapang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dari Ketua Kelompok Tani Sungai Sirih Maju, Kepala Desa Sungai Besar, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ketapang, Dandim 1203/Ketapang, dan Kepala BPTP Kalimantan Barat. Dalam sambutannya, Kepala BPTP Kalimantan Barat menyampaikan bahwa penerapan teknologi-teknologi pertanian seperti penggunaan varietas unggul yang disesuaikan dengan agroekosistem setempat (seperti Inpara 3 dan Situ Bagendit yang ditanam pada lahan pasang surut), sistem tanam jajar legowo dan teknologi pertanian lainnya dapat meningkatkan produktivitas tanaman.

Acara kemudian dilanjutkan dengan dialog antara para petani dengan instansi terkait. Dalam dialog ini, para petani berharap adanya bantuan alsintan seperti traktor, perontok padi, mesin pompa air, dan kemudahan dalam mendapatkan bahan bakar untuk operasional mesin pompa air terutama di musim kemarau untuk mengalirkan air dari sumur bor ke sawah. Akhirnya acara ditutup dengan doa. Semoga teknologi-teknologi pertanian yang telah didiseminasikan pada demfarm ini dapat diadopsi oleh petani di Kabupaten Ketapang agar produktivitas tanamannya dapat meningkat sekaligus mendukung upaya swasembada nasional.

Panen Raya demfarm padi mendukung UPSUS pajale di Kabupaten Landak seluas 3 Ha telah dilakukan di Desa Andeng, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak pada hari Rabu, 5 Agustus 2015 dihadiri oleh Bupati Kabupaten Landak, BPTP Kalbar, perwakilan BKPP Prov. Kalbar, perwakilan Kodim 1201 Mempawah, Kepala BP4K Kabupaten Landak, Kadistan Kabupaten Landak, Kadis PU Kabupaten Landak, Kepala BPS Kabupaten Landak, Camat Sengah Temila, dan GAM (Gabungan Kelompok Tani Andeng Maju) serta masyarakat sekitar Andeng.

Kepala BPTP Kalimantan Barat, Ir. Jiyanto , MM menyampaikan dalam sambutannya bahwa  pada kesempatan kali ini BPTP Kalimantan Barat mengembangkan varietas inpari 10 dan inpari 30 di Desa Andeng yaitu desa yang dijadikan sebagai parameter keberhasilan Inpari 10 dan Inpari 30. Inpari 30 merupakan benih ras tinggi yang merupakan benih Ciherang yang diperbaiki sehingga Inpari 30 dapat mencapai 8-8,5 ton/ha. Diharapkan varietas tersebut dapat dikembangkan lagi untuk mengatasi kekeringan di lahan pasang surut.

Melalui Ketua GAM, petani di Desa Andeng sangat menyambut baik kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh BPTP Kalimantan Barat. Mereka sangat senang diperkenalkan dengan Varietas Unggul Baru (VUB) baru yang dapat menghasilkan angka produktivitas yang cukup fantastis yaitu Inpari 30. Selain itu, dengan diperkenalkan sistem tanam padi jajar legowo 4:1, dari yang tadinya mereka membutuhkan 100-150 kg bibit untuk menyemai menjadi 15 kg bibit yang dibutuhkan. Dengan adanya peningkatan produktivitas dan penghematan modal biaya untuk bibit padi. Mereka merasa puas dengan adanya inovasi teknologi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) Kementerian Pertanian.

Yang menarik, dalam panen raya ini dilakukan secara resmi oleh Bupati Kabupaten Landak, yaitu Drs. Andrianus Asia Sidot, M.Si dengan menggunakan combine harvester. Dalam sambutannya Bupati Kabupaten Landak menyampaikan agar petani diberikan apresiasi jika dapat mencapai produksi padi optimal pada musim rendengan yaitu sebesar 7,5 ton/ha. Bentuk apresiasi penghargaan tersebut yaitu berupa dana segar sebesar 100 juta rupiah untuk koperasi GAM yang nantinya dapat digunakan sebagai bantuan modal untuk kegiatan usahataninya. Diharapakan  petani tanaman pangan di Kabupaten Landak dapat terus melakukan upaya agar kebutuhan pangan di Kabupaten Landak dapat dipenuhi.

Pada hari yang sama juga dilakukan pengambilan titik ubinan untuk mengetahui hasil produksi yang diperoleh. Setelah diperoleh hasil ubinan tersebut langsung diumumkan oleh Penyuluh Pertanian Lapang.

Hasil Produksi Varietas Inpari 10 dan Inpari 30 yang diperoleh memiliki rata-rata 6,6 ton/ha GKP dengan hasil tertinggi yang dicapai Inpari 30  yaitu sebesar 8,48 ton/ha oleh bapak Nikko Demus. Hasil tersebut merupakan hasil yang cukup baik dibandingkan dengan hasil batas perhitungan BPS yaitu rata-rata produksi yang diperoleh di tingkat petani yaitu 3,5 ton/ha GKP. Hal ini dikarenakan adanya pengawalan paket teknologi dari BPTP Kalimantan Barat selaku UPT Badan Litbang Pertanian di Daerah.

Pada kesempatan ini juga dilakukan diskusi antara GAM dan Pemerintah Kabupaten Landak. Dari hasil diskusi tersebut pihak GAM menyampaikan agar pemerintah membuat Peraturan Daerah (PERDA) tentang pemeliharaan ternak untuk menertibkan ternak babi agar tidak berkeliaran sehingga dapat merusak lahan pekarangan rumah petani di salah satu dusun di Kabupaten Landak. Selain itu, GAM juga mengharapkan perbaikan saluran irigasi di Desa Andeng.

Diharapkan dari kegiatan ini dapat mendukung program pemerintah pusat yaitu swasembada pangan dan ketahanan pangan