JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Info Aktual

Untuk mengawali survey lokasi kegiatan Hari Pangan Sedunia (HPS) maka dilakukan pertemuan dengan para petugas lapang yang dilaksanakan di kantor BP3K Sekayam. Hadir pada kesempatan itu Tenaga Ahli Kementerian Pertanian Bapak Dr. Ir. Sam Herodian, MS. Kapusluh Bapak Fathan A Rasid, Kepala BPTP Kalbar Ir. Jiyanto MM, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Kabupaten Sanggau, Peneliti dari PSEKP, BBSDLP, BB Padi, BB Mekanisasi dan para kepala BP3K, KCD dan PPL di Kec. Entikong dan Sekayam. Pada kesempatan itu disepakati ada 4 lokasi yang akan di survey yaitu Desa Kenaman dan Desa Bungkang, Kec. Sekayam, Desa Nekan, Kec. Entikong dan Desa Tunggal Bhakti, Kec. Kembayan.

Sharing atau diskusi dengan Staf Ahli Menteri Pertanian, Bapak Dr. Ir. Sam Herodian, MS. dilakukan di ruang rapat BPTP Kalimantan Barat, pada hari Kamis, tanggal 26 Januari 2017. Diskusi tersebut diikuti oleh seluruh peneliti, penyuluh, teknisi dan pustakawan. Diskusi dipimpin langsung oleh Kepala BPTP Kalbar, Bapak Ir. Jiyanto, MM. Dalam diskusi tersebut, Bapak Dr. Ir. Sam Herodian, MS. menyampaikan paparan terkait kedaulatan pangan, dengan tema “Percepatan Pembangunan Pertanian Modern Menuju Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani”. Kunjungan Staf Ahli Menteri beserta tim dalam rangka persiapan dan koordinasi awal pelaksanaan Hari Pangan Sedunia (HPS) yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2017. 

Untuk menghadapi dan mempersiapkan musim tanam tahun 2017 BPTP Kalbar telah melakukan pertemuan konsolidasi Iklim, OPT dan katam antara Staklim (BMKG) mempawah, UPTPH prov kalbar dan BPTP Kalbar adapun tujuan dri pertamuan ini adalah untuk mengetahu prdiksi Iklim dan OPT yang akan terjadi pada musim tanam di tahun 2017 ini serta mensingkronya dengan teknologi badan litbang pertanian yaitu kalender tanam terpadu ( KATAM) yang mana di katam ini  banyak memberikan informasi spasial dan tabular tentang prediksi musim, awal waktu tanam, pola tanam, luas tanam potensial, wilayah rawan kekeringan dan banjir,potensi serangan OPT, serta rekomendasi dosis dan kebutuhan pupuk, varietas yang sesuai (pada lahan sawah irigasi, tadah hujan dan rawa) berdasarkan prakiraan iklim.

Untuk mendukung program strategis Kementrian Pertanian dalam rangka pencapaian sasaran produksi 7 (tujuh) komoditas utama pertanian, dimana salah satunya pengembangan bawang merah di Kalimantan Barat. Badan Litbang Pertanian melalui BPTP Kalimantan Barat bekerjasama dengan Pemerintahan Kota Pontianak pada tahun 2016 telah melakukan kegiatan Pendampingan Pengembangan Kawasan Bawang Merah di Kelurahan Batu Layang  Kecamatan Pontianak Utara. Untuk mendiseminasikan hasil kegiatan tersebut kami bermaksud akan melakukan temu lapang dengan menghadirkan Bapak Walikota atau yang mewakili, Dinas Pertananian tanaman pangan dan Hortikultura Prov Kalbar, BP4K Provinsi Kalbar, BPTP Kalbar, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Pontianak, Kantor Ketahanan Pangan  dan Penyuluhan Kota Pontianak  dan Para kelompok Tani Kebangkitan beserta Petana Lainya yang ada di Sekitar lokasi demfarm tersebut.

Pada tanggal 28 September 2016 telah dilakukan temu lapang panen padi kegiatan demplot PTT padi di Dusun parit Madiun Parit Keladi Desa Sungai Kakap. Acara ini bagian dari Kegiatan Bioindustri Pertanian berkelanjutan Berbasis Integrasi Sapi-Ternak di kalimantan Barat yang dilaksanakan oleh BPTP Kalbar. Temu lapang bertempat di lahan Pak Abdul Muntholib yang menanam padi Inpari 30 seluas 1 ha. Tema acara ini adalah demonstrasi mesin panen padi Minicombine Harvester. Kegiatan diikuti oleh petani Dusun Parit Madiun, PPL BPP Sungai kakap, Peneliti dan Penyuluh BPTP Kalbar. Pada saat panen, mesin mini combine mampu beroperasi dengan baik di lahan pasang surut. Biasanya di lahan pasang surut ada bagian bagian lahan yang lumpurnya yang cukup dalam diatas 40 cm. Oleh karena itu bagian lahan seperti itu ditandai dulu sebelum proses pemanenan agar nanti tidak dilalui mesin tanam yang menyebabkan amblas mini combine. Provitas padi Inpari 30 yang dihasilkan berdasarkan hasil ubinan adalah 5,1 ton/ha. Hasil ini masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata hasil panen petani disini yang berkisar antara 3 sampai 4 ton/ha.