JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Info Aktual

Taman Bougenvile yang merupakan salah satu objek wisata di Kota Singkawang Kalimantan Barat. Selain terdapat berbagai jenis tanaman hias bougenvile, objek wisata ini juga memiliki koleksi tanaman hias yang diantaranya adalah anggrek. Koleksi anggrek yang ada sebagian besar adalah jenis anggrek dari hutan Kalimantan Barat seperti Phalaenopsis Bellina, Pantherina, Cologyne Asperata, Gramathophylum speciosum (Anggrek Tebu), Singkawangnense, dll.

Bentuk dukungan BPTP Kalimanatan Barat terhadap Pelaksanaan SLPTT padi di Kabupaten Sanggau yaitu dengan melaksanakan 1 buah demplot dengan luas 0,25 ha yang dilaksanakan di Kecamatan Balai, Desa Makkawing, Kelompok Tani Sejahtra B dengan anggota kelompok sebanyak 25 orang  varietas yang digunakan Mikongga, penanaman dilakukan tanggal 25 Juni 2010. Penanaman dilakukan dengan sisitem legowo 4:1 dan sebelum penanaman dilakukan pemberian kompos jerami padi dengan menggunakan M-Dec yang dibuat 2 minggu sebelum tanam. Terpilihnya Kecamatan Balai sebagi lokasi demplot BPTP merupakan hasil arahan Dinas Pertanian dan  Badan Peyuluhan Kabupaten Sanggau karena Kecamatan Balai merupakan sentral produksi padi. Penanaman demplot padi dihadiri oleh Kepala BBP Kecamatan Balai Sukron dan Tim SLPTT BPTP Kalbar oleh Sution, Serom dan Tugiono.  

 

Dalam nuansa pembenahan fisik maupun Sumberdaya Manusia di BPTP Kalimantan Barat, saat ini telah berdiri koperasi yang berbadan hukum yang beranggotakan dan diperuntukkan bagi pegawai BPTP Kalimantan Barat.  Koperasi ”Cipta Agrotama”, demikian nama koperasi tersebut, secara mantap pada bulan Maret 2010 telah terdaftar secara resmi dan berbadan hukum, dengan sdr. Tugiono sebagai Ketua Pengurus.

Layanan Koperasi ”Cipta Agrotama” saat ini adalah simpan pinjam dan mini swalayan yang berlokasi di lingkungan kantor BPTP Kalimantan Barat.  Pegawai BPTP Kalimantan Barat telah merasakan keberadaan dan manfaat dari berdirinya koperasi ini, seperti tersedianya bahan kebutuhan sehari-hari (sembako), keperluan alat tulis (ATK) dan minuman ringan.  ”Penataan ruangan mini swalayan menjadi ruangan yang representatif, menjadi target kami saat ini, dan selanjutnya mengarah kepada pengembangan layanan bagi masyarakat umum di sekitar koperasi”, demikian disampaikan sdr. Tugiono.  

 

 

Koperasi Cipta Agrotama merupakan metamorfosis dari koperasi yang   telah ada sebelumnya (”Koperasi Maju Bersama”).  Hasil dari rapat anggota koperasi yang lama, pada bulan Januari 2010, disepakati diperlukannya koperasi yang berbadan hukum beserta pengembangannya, sehingga selanjutnya terwujudlah Koperasi Cipta Agrotama tersebut.

 


 

 

Salah satu  kota yang merupakan lokasi Program pendampingan pengembangan kawasan hortikultura di Kalimantan Barat adalah kota Pontianak. Pada umumnya lahan pertanian di kota Pontianak adalah lahan gambut. Komoditas hortikultura yang banyak diusahakan adalah sayuran, papaya,aloe vera dan tanaman rimpang.

Berdasarkan data Dinas Pertanian kota Pontianak, bahwa pengembangan kawasan hortikultura ada 4 kawasan yaitu: 1) Kawasan Darma Putra, 2) Kawasan Purnomo, 3) Kawasan Terminal Agribisnis dan 4) Kawasan Batu Layang. Salah satu kawasan yang mengembangkan komoditas sayuran adalah kawasan Darma Putra. Kawasan Darma Putra dikelola oleh kelompok tani dan kawasan ini lokasinya adalah di Darma Putra Luar, Siantan Hilir. Dalam satu kawasan dikelola oleh satu kelompok tani dan terdiri dari 25 orang petani.

Pengembangan kawasan hortikultura untuk komoditas sayuran telah mengarah ke sayur organik dan diusahakan di lahan gambut. Ada beberapa alasan mengapa budidaya sayuran organic semakin gencar dilakukan. Menurut Supriyanto (2010), saat ini kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat, permintaan akan produk sehat semakin meningkat (permintaan dunia 20% baru dipenuhi 2%) dan pengelolaan budidayanya dapat mengurangi ketergantungan pupuk anorganik dan pestisida yang harganya semakin meningkat.   

Asal mula lahan yang digunakan adalah berupa lahan hutan semak dengan pH > 5. Urut-urutan pengolahan tanah yang dilakukan adalah : penebasan, pengikisan gambut (digajak), pembakaran, pencangkulan , pembuatan bedengan. Penggunaan pupuk kandang 10 ton/ha dan abu 30 ton/ha (campuran pupuk kandang dan abu sebagai pupuk dasar). Sebagai pupuk tambahan digunakan Biomal  dan diaplikasikan 3 hari sekali. Biomal adalah merupakan  campuran buah-buah busuk , rebung dan sisa-sisa sayuran tidak layak jual dan ditambah EM.  Sedangkan jenis sayuran organic yang diusahakan adalah: sayuran daun (bayam, kangkung, gingseng, sawi) dan sayuran buah (tomat, terung, dan cabe).

Salah satu anggota kelompok tani, di kawasan Darma Putra telah menjual hasil kebunnya ke supermarket di kota Pontianak. Harga di tingkat petani untuk jenis sayur organic terung Rp 12.000,-/kg, slada Rp 12.000,-/kg,bayam, kangkung Rp 2.000,- ,sawi Rp 3.000,- dan ginseng Rp 20.000,- /kg.

 

Di dalam pengembangan sayuran organic didaerah kawasan masih ada beberapa hal yang belum dilakukan oleh kelompok tani antara lain penggunaan varietas unggul sesuai permintaan pasar, managemen produksi dan penggunaan biopestisida, managemen pemanfaatan tanaman inang dan pemanfaatan musuh alami. Selain itu dukungan prasarana pendukung seperti bangsal pembuatan pupuk organic, bangsal pembuatan biopestisida/pestisida nabati, kebun produksi bahan pembuatan biopestisida dan bangsal panen dan pengelolaan hasil serta untuk display produk. Untuk teknologi produksi  BPTP akan berperan aktif melakukan pendampingan sedangkan untuk prasarana pendukung diharapkan pihak terkait memberikan dukungannya.

Dalam upaya meningkatkan kapasitas kerja melalui peningkatan pelayanan, baik ke dalam BPTP Kalimantan Barat sendiri, maupun bagi para pengguna (stakeholder dan petani), tanggal 11-12 Mei 2010 telah dilakukan sosialisasi ISO9001:2008 di aula BPTP Kalimantan Barat yang diikuti segenap pegawai BPTP Kalimantan Barat.  Materi yang disampaikan oleh Tim konsultan memberikan  pencerahan dan semangat bekerja bagi peserta sosialisasi.

Pengalaman dari beberapa lembaga yang telah bersertifikat ISO,  adalah diantara lain ;  dokumentasi yang lebih teratur, proses  komunikasi antar Unit menjadi lebih lancar, lebih fokus pada pengguna serta produktifiktas kerja meningkat.  Sementara itu, bagi pengguna, manfaat yang didapatkan adalah  kepuasan pelanggan yang meningkat, berkurangnya keluhan pengguna teknologi.

 “Melalui sosialisasi tersebut ISO tersebut, segenap pegawai BPTP Kalimantan Barat bertekad untuk meningkatkan kinerjanya melalui penerapan ISO 9001:2008”, demikian disampaikan Kepala Balai Arry Supriyanto