JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Info Aktual

Workshop Penyusunan Laporan Keuangan Semester II 2010 Kementerian Pertanian Tingkat Wilayah Provinsi Kalimantan  Barat dilaksanakan pada tanggal 18 – 24 Januari 2011 bertempat di Grand Mahkota Hotel Pontianak  dengan Tema Melalui Penyelenggaraan Workshop Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Pertanian 2010, Kita Tingkatkan Opini BPK-RI dari Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menuju Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Workshop yang diikuti oleh 75 satker kementerian pertanian yang berada di Wilayah Provinsi Kalimantan Barat ini di buka oleh Bapak Wakil Gubernur Prov. Kalbar, hadir pula pada workshop ini sekretaris Jederal Kementerian Pertanian, dalam sambutannya Praptomo selaku perwakilan dari Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa workshop ini diharapkan menghasilkan output kualitas laporan keuangan kementerian pertanian yang meningkat dari opini “Wajar Dengan Pengecualian” menjadi “Wajar Tanpa Pengecualian” selain itu hadir pula perwakilan masing-masing eselon I, Biro Keuangan dan Perlengkapan, Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian serta narasumber dari daerah antara lain Dirjen Perbendaharaan (DJPB), KPPN dan KPKNL Pontianak.

Pada workshop tersebut seluruh satker diharapkan dapat melakukan verifikasi dan rekonsiliasi realisasi anggaran serta rekonsiliasi asset agar nilai dalam akun laporan keuangan sama pada setiap level. Dalam kegiatan ini sekaligus dilakukan review atas laporan keuangan yang telah diselesaikan oleh Tim Inspektorat Jenderal.

Kegiatan yang dilakukan dalam workshop antara lain : (1) Pendampingan penyusunan laporan keuangan dan rekonsiliasi data tingkat satker dengan pihak KPKNL dan DJPB Pontianak; (2) Verifikasi data sumber yang dilakukan oleh tim wilayah dan tim eselon I yang dikoordinir oleh Koordinator lapangan wilayah Kalimantan Barat Direktorat Jenderal Tanaman Pangan; (3) Verifikasi Laporan keuangan tingkat satker beserta Arsip Data Komputer (ADK) yang koordinir oleh Koordinator Lapangan Wilayah Kalimantan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan; (4) Review atas Laporan Keuangan Tingkat satker yang dilakukan  oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian; (5) Penyusunan CaLK dan CLBMN tingkat satker; (6) Penggabungan laporan keuangan tingkat wilayah; (7) Penyusunan CaLK dan CLBMN tingkat Wilayah

Pada acara Penutupan Workshop diumumkan 3 (tiga) satker terbaik, tertib dalam melakukan pelaporan keuangan ke tingkat wilayah, dan acara diakhiri dengan malam ramah tamah.

 

Seluruh staf dan Kepala BPTP Kalimantan Barat yang baru Bapak Ir. Jiyanto, MM mengadakan acara perpisahan dengan Bapak Ir. Arry Supriyanto, MS Kepala BPTP Kalimantan Barat masa bhakti 2008 – 2010 tanggal 19 Januari 2011 di Aula BPTP Kalimantan Barat. Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Bappeda Prov. Kalbar, Kepala Dinas Pertanian Prov. Kalbar, Kepala Dinas Kehewanan dan Peternakan Prov. Kalbar dan Pejabat di daerah lainnya.

 

 

 

 

Dalam sambutannya Kepala BPTP Kalbar menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas karya dan pengambdiaan Bapak Ir. Arry Supriyanto, MS selama ini. Sedangkan Ir. Arry Supriyanto, MS mengucapkan selamat atas amanah yang diemban sebagai Kepala BPTP yang baru.

  

 

 

 

 

 

Pada kesempatan tersebut Kepala Bappeda Prov. Kalbar Fathan A. Rasyid menyampaikan “pak Arry adalah Man behind the scene dalam penanganan CVPD”, itu membuat saya percaya diri dalam penanganan CVPD di Kalimantan Barat”. “Kepakaran beliau bukan hanya milik Kalbar tetapi juga milik Indonesia”, imbuhnya.

 

 

Sejumlah peneliti BPTP Kalbar baru saja mengikuti Seminar Nasional Hortikultura 2010 kerjasama PERHORTI (Perhimpunan Hortikultura) dengan Fakultas Pertanian Udayana yang diselenggarakan di Universitas Udayana Bali pada tanggal 25 – 26 Nopember 2010, dan Seminar Nasional Ketahanan Pangan dan Energi yang diselenggarakan di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta pada tanggal 2 Desember 2010.

Di Bali, Seminar Nasional Hortikultura 2010 yang bertemakan “Reorientasi  Riset untuk Mengoptimalkan Produksi dan Rantai Nilai” menghadirkan beberapa keynote speaker dari luar negeri yaitu Prof. Peter J. Batt dari Curtin University, Perth, Australia ; Prof. Randy Stringer dari School of Agriculture, Food and Wine, University of Adelaide, Australia; dan Dr. William Levine, Chief of Party AMARTA Project-DAI-USAID; serta sejumlah keynote speaker dari dalam negeri yaitu Prof. Roedhy Poerwanto dari Institut Pertanian Bogor, Eric Solomon dari Asosiasi Eksportir Buah dan Sayuran Indonesia, dan Iwan Gunawan dari PT. Sewu Segar Nusantara. Peserta seminar turut berpartisipasi di dalam seminar ini sebagai pemakalah oral dan atau pemakalah poster, termasuk enam orang peneliti BPTP Kalbar.

Di Yogyakarta, Seminar Nasional Ketahanan Pangan dan Energi mengambil tema “Pengembangan Pertanian Berkelanjutan Menuju Mandiri Pangan dan Energi”. Diikuti oleh 147 pemakalah dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk 4 orang pemakalah (peneliti) dari BPTP Kalbar. Sesi diskusi pertama, diawali oleh pembicara kunci Ir. Arman Moenek, MEd., Kepala Pusat Distribusi Pangan Badan Ketahanan Pangan Nasional Kementerian Pertanian. Yang menyampaikan makalah berjudul Pengembangan Sistem Pertanian Berkelanjutan di Indonesia Menuju Mandiri Pangan dan Energi. Dilanjutkan oleh Ir. Rachmat Tatang B., Deputi Bidang Pembinaan Ekonomi dan Dunia Usaha, KPDT. Yang menyampaikan hasil penelitian terbaru tentang tanaman Nyamplung (Calophylium inophylium), sebagai tanaman potensial penghasil Bioenergi dengan rendemen yang cukup tinggi. Selanjutnya sebagai pembicara tamu adalah Prof. Sulaiman dari Universiti Malaysia Sarawak (Unimas). Beliau berbagi pengalaman dan strategi Malaysia dalam pengembangan pertanian yang berkelanjutan.

Sesi diskusi berikutnya oleh Prof. Murdidjati Gardjito, UGM, yang secara lugas menyampaikan manfaat Diversifikasi pangan bagi kesehatan tubuh. Dilanjutkan oleh Bapak Subandi, Ketua Kelompok Tani Manunggal. Seorang petani yang sukses mengolah lahan pasir di pesisir pantai menjadi produktif dan dapat ditanami berbagai macam komoditi hortikultura.

Sebagai puncak acara dilakukan diskusi panel secara pararel. Disini para peneliti mempresentasikan hasil penelitian mereka dan berdiskusi dengan peserta lain dalam kelompoknya. Namun sayangnya, karena keterbatasan waktu tidak seluruh peserta berkesempatan menyampaikan makalahnya secara oral.

Keikutsertaan para peneliti BPTP Kalbar dalam kegiatan seminar ini, salah satunya bertujuan untuk berbagi informasi hasil penelitian dan pengalaman empiris, serta gagasan inovatif untuk membuka perspektif baru dalam bidang pertanian. Hal ini dapat terwujud, dikarenakan dalam seminar akan terjalin interaksi dan komunikasi antar peserta Peneliti, Pemerhati dan Praktisi pertanian dari seluruh wilayah di tanah air. Selain itu, dengan mengikutsertakan hasil penelitian ke Jurnal Ilmiah / Prosiding Seminar, akan memberikan nilai tambah bagi Peneliti maupun Institusi. Sehingga diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi untuk menghasilkan karya ilmiah yang semakin berkualitas dan bermanfaat bagi kemajuan pertanian di Indonesia.

Pengujian adaptasi dan potensi hasil galur-galur harapan (promising line) merupakan tahap yang penting dalam suatu program pemuliaan tanaman. Hal ini disebabkan karena pada tanaman terdapat interaksi genetik dan lingkungan yang dapat dibuktikan dengan adanya perubahan peringkat apabila sejumlah galur ditanam pada lingkungan yang berbeda. Berkaitan dengan hal tersebut diperlukan VUB berbasis agroekosistem dan spesifik lokasi, varietas toleran kekeringan, naungan, suhu rendah, dan tahan hama wereng coklat, penyakit tungro, dan hama penyakit utama lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi keragaan galur harapan padi sawah irigasi tahan hama wereng coklat,adaptif, dan cocok di kembangkan di Kalbar.

Kegiatan uji multilokasi galur padi sawah ini dilaksanakan di desa Peniti Dalam I Parit Sei Abu Bakar Kecamatan Segedong Kabupaten Pontianak Kalimantan Barat, yang merupakan daerah endemik hama wereng Coklat. Kegiatan ini dilaksanakan pada musim Rendengan yaitu pada bulan Agustus 2009 dan panen dilaksanakan pada bulan Desember 2009. Uji multilokasi menggunakan 12 galur harapan, 2 varietas unggul, dan 1 varietas lokal  padi sawah sebagai pembanding (kontrol), yang berasal dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Sukamandi. Pengujian dilakukan dengan  menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 (empat) ulangan.

Dari hasil penelitian dan analisis dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang nyata antar galur yang diuji ditinjau dari komponen pertumbuhan, komponen hasil dan hasil. Berdasarkan rata-rata hasil gabah kering giling diperoleh 9 galur yang produksinya rendah, dimana galur No.4 (BP3350-3E-KN-22-2-2*B) menunjukkan Berat Gabah kering giling bersih  terendah yaitu (0,54 ton/ha) dan ada 6 galur yang produksinya tinggi, dimana  Galur No.15 (Salimah/lokal) menunjukkan  Berat Gabah kering giling bersih tertinggi (3,85 ton/ha) yang disusul oleh galur No.11 (BP9728-3B-1)(3,55 ton/ha), galur No.7 (BP3782C-13-2) (3,72 ton/ha), galur No.3 (BP2856-2E-14-1 )(3,31 ton/ha), galur No.2 (BP2842E-14-2) (3,12 ton/ha), dan galur No.1 (BP2450-15-1) (3,24 ton/ha).

 

Dari sifat Agronomisnya galur No.15 (Salimah/lokal) memberikan keragaan yang baik untuk: Tinggi Tanaman generatif (117,85 cm). Galur No.10 (BP4124-1F-3-2) untuk: Jumlah Anakan produktif per Rumpun atau jumlah Malai per Rumpun  pada Fase generatif  (18 batang/rumpun). Galur No.4 (BP3350-3E-KN-22-2-2*B) untuk: umur fase berbunga (36 hari) dan umur tanaman Panen (72 hari). Galur No.15 (Salimah/lokal) untuk: Panjang Malai terpanjang (22,4 cm). Galur No.4 (BP3350-3E-KN-22-2-2*B) untuk:Panjang Malai terpendek (14,55 cm). Galur No.11 (BP9728-3B-1) untuk: Jumlah Gabah per Malai  (98 buah/malai). Galur No.1 (BP2450-15-1) untuk: Berat 1.000 butir  (28,5 gram). Galur No.11 (BP9728-3B-1) untuk: Berat gabah per rumpun  (20,51 gram). Dan Galur No.15 (Salimah/lokal) untuk: Berat Gabah kering panen atau Berat gabah kotor per Petak (8,4 kg/petak) dan Berat Gabah kering giling bersih per Petak (7,7 kg /petak ).

Dari rata-rata intensitas serangan hama dan penyakit ternyata serangan OPT Bacterial Leaf Blight (BLB) tertinggi terdapat pada galur No.13(Conde) dengan intensitas serangan 15 % sedangkan yang terendah terdapat pada galur No.4(BP3350-3E-KN-22-2-2*B), No.6(BP3778E-16-3-2-1*B), dan No.10 (BP4124-1F-3-2) dengan intensitas serangan 0% dan untuk rata-rata intensitas serangan OPT Blast tertinggi  terdapat pada galur No.6(BP3778E-16-3-2-1*B) dengan intensitas serangan 3,5 % sedangkan yang terendah terdapat pada galur No.9 (BP4110-1D-28-3) dengan intensitas serangan 0,2 %. Sedangkan untuk rata-rata intensitas serangan OPT Rice Tungro Virus (RTV) dan Wereng Coklat (WCK) intensitas serangan pada semuia galur 0%, berarti galur yang di uji cobakan ini cukup tahan terhadap OPT  atau hama penyakit ini.

 

Pengujian adaptasi dan potensi hasil galur-galur harapan merupakan tahap yang penting dalam suatu program pemuliaan tanaman. Pengkajian uji adaptasi galur/varietas unggul baru (VUB) dilaksanakan di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat selama bulan Juni sampai dengan Oktober 2010. Tujuan pengkajian adalah untuk mendapatkan 1-2 galur harapan padi sawah yang adaptif dan cocok dikembangkan di Kalbar. Pengkajian menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan galur/varietas yang digunakan adalah Tukat Petanu, IR-64, Bondoyudo, OB.STG 02.56, OB.STG 02.132, OB.STG 02.9 dan OB. STG 02.123. Hasil penelitian menunjukkan, tinggi tanaman tertinggi pada galur OB.STG 02.56 (116,33 cm) dan OB.STG 02.9 (107,4 cm). Jumlah anakan terbanyak dan anakan produktif untuk semua galur/varietas, menunjukkan tidak berbeda nyata menurut uji Duncan 5%. Pada varietas Tukat Petanu panjang malai terpanjang (23,83 cm) dan jumlah gabah per malai terbanyak (167,31).

Namun, prosentase gabah hampanya juga tertinggi (28,93%). Berat gabah 1.000 butir dari galur/varietas Tukat Petanu, IR-64, OB.STG 02.132 dan OB.SG 02.9, adalah yang terberat dan tidak berbeda nyata diantara keempatnya. Hasil produksi (Ton/Ha) tertinggi adalah varietas IR-64 (6,25), diikuti OB.STG 02.132 (6,17), OB.STG 02.56 (5,75), OB.STG 02.9 (5,17), Tukat Petanu (4,83), Bondoyudo (4,33), dan terendah OB.STG 02.123 (3,33). Pada Varietas/Galur IR.64, OB.STG 02.132, OB.STG 02.56, OB.STG 02.123 dan Tukat Petanu, penurunan intensitas serangan menuju titik terendah pada 60 HST. Intensitas serangan penyakit Hawar pelepah tertinggi pada akhir pengamatan ditunjukkan oleh Varietas Bondoyudo (0,81%). Intensitas serangan penyakit Cercospora tertinggi terdapat pada OB.STG 02.56 (1,70%), kemudian diikuti Tukat Petanu (1,49%), IR.64 (1,48%), Bondoyudo (1,47%), OB.STG 02.123 (1,43%), OB.STG 02.9 (1,34%), dan terendah OB.STG 02.132 (0,99%).