JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Info Aktual

Dengan telah dilaksanakannya kegiatan PL III – PADI, di kabupaten Sintang, resmilah sudah dimulai kegiatan SLPTT (Sekolah Lapang – Pengelolaan Tanaman Terpadu ) Padi tahun 2011. Kegiatan PL III tersebut dihadiri  oleh (1) Penyuluh Pertanian di tingkat kecamatan 33 orang, (2) Perwakilan dari kelompok tani 13 Kecamatan, (3) nara sumber dari Dinas Pertanian Provinsi Kalbar dalam hal ini diwakilkan kepada Bapak Fitra, Badan Penyuluhan (BP4K) Kabupaten Sintang (Saragih), BALITPADI (Bapak Lalu M. Jarwani), BPTP KALBAR ( Ibu Sari N dan J.D).

 

Pertemuan PL III sendiri di buka oleh Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Sintang oleh Bapak Arbuddin, dan dilanjutkan dengan pemamaran materi oleh nara sumber. Hari kedua dilanjutkan dengan kunjungan lapang ke Kecamatan Sungai Tebelian untuk melihat pertanaman padi dan yang berhubungan dengan kegiatan SLPTT.

 

Adapun materi pembahasan PL III adalah : Peranan Penyuluhan dalam menyukseskan SLPTT 2011, Konsep SLPTT secara nasional, Dukungan dan Bimbingan teknologi dalam pelaksanaan SLPTT, Dinamika kelompok

 

Perlu diketahui bahwa Kabupaten Sintang baru dimasuki kegiatan SLPTT tahun 2011 dan langsung mendapatkan respon yang positif dari berbagai pihak khususnya pihak Dinas Pertanian dan Badan Penyuluhan. Dukungan itu berupa lokasi demplot di tiga lokasi yang merupakan sentra tanaman padi yaitu di Kecamatan Kelam Permai Desa Kebong, Kecamatan Sungai Tebelian Desa Merarai Satu dan Kecamatan Sepauk Desa Manis Raya. Penyuluh lapangan di tiga lokasi tersebut sangat antusias dan berharap uji demplot ini dapat berhasil dengan baik dan memberikan kontribusi yang maksimal kepada lokasi sekitarnya.

 

Harapan ini tentunnya lah menjadi tantangan yang serius , agar BPTP KALBAR yang merupakan gudangnya teknologi dapat berperan lebih luas lagi demi menjalankan visi dan Misi BPTP di tengah-tengah masyarakat Kalbar pada umumnya, Sintang pada khususnya serta utamanya di ditiga lokasi demplot.

 

 

 

 

Tepat tiga minggu telah dilewati oleh 11 CPNS baru di lingkup kerja BPTP Kalimantan Barat, diawali dengan pengenalan profil BPTP Kalimantan Barat dan dilanjutkan dengan berbagai informasi yang erat kaitannya dengan tugas pokok dan fungsi peneliti penyuluh dilingkup BPTP habis dikupas secara tuntas oleh Tim Manajemen BPTP Kalimantan Barat diminggu pertama. Agenda minggu kedua dan ketiga bagi para CPNS adalah membuat satu tulisan ilmiah yang mereka tentukan sesuai dengan latar belakang pendidikan masing-masing, yang diharapkan dapat menjadi satu masukan positif dan membangun bagi peningkatan kinerja di lingkup BPTP Kalimantan Barat.

 

Beberapa tulisan dapat menjadi ide segar bagi bahan kajian di lingkup BPTP Kalimantan Barat, seperti karya Sigit Uji Marzuki, tentang pengolahan air gambut, Wa Ode Aljumiati tentang pengolahan limbah pertanian sebagai pakan alternatif ternak ruminansia, Deden Fardenan tentang potensi ekonomi dari pengolahan limbah kulit jeruk , dan Riki Marwan tentang  pengendalian ulat bulu dengan teknik PHT.

 

Sedangkan materi tulisan lainnya menjadi bahan penyegaran kembali kita  akan tugas pokok sebagai peneliti-penyuluh dilingkup BPTP Kalimantan Barat seperti tehknik budidaya tanaman kakao oleh Marwayanti Nas, budidaya jeruk siam pontianak secara terpadu oleh Trisna Yasi Agung Wibowo, waspada terhadap cacing hati oleh Sri Suryamiati Prihandani, aplikasi alat tanam benih langsung untuk menekan biaya produksi padi oleh Didik Saifuddin dampak perubahan penggunaan lahan oleh Muhammad Syahri Mubarok, Integrasi jagung di peternak sapi oleh Muhammad Arifin Muflih, dan  komponen pengendalian CMMV (cowpea mild mottle virus) terhadap kacang panjang oleh Riza Ulil Fitria

 

Kegiatan presentasi dilaksanakan di Aula BPTP Kalimantan Barat pada tanggal 6 Mei 2011, dan dihadiri oleh 11 orang CPNS yang bersangkutan, Kepala Balai serta para Peneliti dan Penyuluh di lingkungan kerja BPTP Kalimantan Barat.  Kegiatan ini merupakan langkah awal para CPNS dalam memperkenalkan diri, bersosialisasi, berimprovisasi dan menginformasikan wawasan mereka kepada pegawai lain di lingkungan BPTP Kalimantan Barat.

 

 

Pelaksanaan PRA (Participatory Rural Appraisal) merupakan langkah awal yang  dilakukan dalam inisiasi Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi  (M-P3MI) untuk mewujudkan AIP padi di Desa Andeng. PRA dilakukan untuk mengumpulkan dan menganalisis berbagai informasi yang dibutuhkan dalam rangka perancangan jenis-jenis inovasi yang akan dikembangkan. Tiga keluaran yang diharapkan dari hasil pelaksanaan PRA yaitu: (1) pemahaman masalah pengembangan agribisnis padi di lokasi M-P3MI, (2) rancangan model agribisnis padi  dan jenis-jenis inovasi yang akan dilakukan; dan (3) pentahapan kegiatan inovasi selama 3 tahun ke depan.

Upaya pengembangan kawasan-kawasan hortikultura terus dilakukan oleh Kementerian Pertanian di berbagai wilayah tanah air sebagai salah satu aksi nyata keberpihakan kepada petani. Implementasi upaya tersebut diantaranya melalui program kawasan hortikultura. BPTP Kalimantan Barat sebagai unit kerja lingkup Kementerian Pertanian di daerah pun selalu berperan aktif mendukung kesuksesan program tersebut yang diwujudkan melalui kegiatan pendampingan terhadap pengembangan hortikultura khususnya yang menjadi komoditas unggulan daerah. Di tahun 2011 yang merupakan tahun kedua pelaksanaan program ini, kegiatan pendampingan oleh BPTP Kalimantan Barat diantaranya ditujukan pada pengembangan kawasan jeruk di Kabupaten Sambas.

Kalimantan Barat terkenal dengan kekayaan alamnya, diantaranya adalah keberadaan anggrek spesies. Kalimantan Barat merupakan kawasan yang diyakini memiliki keragaman anggrek yang cukup tinggi yaitu sekitar 2500 anggrek spesies namun baru sebagian kecil saja yang dikenal oleh masyarakat dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Umumnya anggrek-anggrek spesies ini dikoleksi oleh para kolektor atau pencinta anggrek,