JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Info Aktual

Kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyoo di Kota Pontianak, Kalimantan Barat dimanfaatkan Menteri Pertanian, Suswono melihat kemajuan Kota Pontianak. Menteri Pertanian didampingi Wakil Walikota Pontianak, Paryadi, SHut, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalbar Ir. Jiyanto, MM dan rombongan Badan Litbang Pertanian Jakarta meninjau taman warga di Parit Tokaya Pontianak Selatan.   

Demikian pemaparan Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Kasdi Subagyono disela kunjungannya di BPTP Kalimantan Barat, Senin 30 Mei 2011. Kedatangan Kepala Balai Besar dalam rangka Pencangan Program Kementerian Pertanian “Gerakan Perempuan Optimalisasi Pekarangan (GPOP)” di Pontianak.

Program Swasembada Daging Sapi–Kerbau (PSDSK) tahun  2014 merupakan tekad bersama untuk mengurangi ketergantungan daging sapi import dan menjadi salah satu program utama Kementerian Pertanian yang terkait dengan upaya mewujudkan ketahanan pangan hewan asal ternak berbasis sumberdaya domestik khususnya ternak sapi potong dan kerbau.

Penyemaian Benih padi Varietas Inpara 3 untuk kegiatan Demfarm pada SLPTT di Parit To’Adam desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan Kabupaten pontianak .   Direncanakan kegiatan Demfarm SLPTT seluas 3 ha dikelola oleh Kelompok Tani Karya Mulya.  Varietas padi yang akan ditanam adalah Inpara 3.

Pembesaran ikan lele merupakan salah satu kegiatan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk meningkatakan kecukupan gizi nasional . Kegiatan ini juga membantu pasokan permintaan terhadap ikan lele yang ada di Pontianak dengan kebutuhan pasokan ikan lele dalam satu malam sebanyak 210 – 240 Kg/hari/  pedagang pecel lele. Angka ini belum dapat terpenuhi oleh petani yang ada di pontianak sehingga peluang usaha pembesaran ikan lele masih terbuka luas.

Ikan lele merupakan jenis ikan air tawar yang banyak disukai masyarakat khususnya di Kalimantan Barat. Ikan lele berkembang pesat dikarenakan ; 1) dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi, 2) teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat, 3) pemasarannya relatif mudah.

Ikan Lele di Kebun Percobaan Sungai Kakap  dikembangkan melalui teknologi pembesaran di dalam kolam dengan sistem keramba, dimana masing-masing keramba akan diisi anak ikan lele dengan padat tebar 1000 ekor setiap keramba. Pembesaran ikan lele  dilakukan dengan pemberian pakan secara intensif untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele.

Pemberian makanan tambahan berupa pellet. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan. Frekuensiny pemberian pakan  3-4 kali setiap hari. Sedangkan komposisi makanan buatan dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan keong mas dengan perbandingan 2:1:1:1.

Pada umur satu bulan dilakukan pengamatan dan penyeleksian ikan lele. Hal ini dilakukan  dengan cara mengangkat seluruh lele dan memisahkan  lele yang masih kecil dengan lele yang sudah besar lalu ditimbang setiap kerambanya. Setelah selesai penimbangan lele disebar kembali pada masing-masing keramba dengan memisahkan keramba untuk lele besar dan lele  kecil .

Berat lele yang dicapai setelah umur satu bulan untuk  ukuran besar dari seluruh keramba sebanyak 108 kg sedangkan untuk ukuran kecil sebanyak  56 kg atau berat keseluruhan 164 kg. Hal ini di lakukan untuk mengetahui perkembangan berikutnya dengan cara pemberian pakan dengan menggunakan limbah ternak ayam atau pemanfaatan ayam mati dari peternakan ayam yang ada di sekitarnya

Panen pertama dilakukan setalah ikan lele mencapai berat antara 200-250 gram per ekor dengan panjang 15-20 Cm. Hal ini tercapai pada ikan lele yang dikelompokan besar pada usia satu bulan setelah sebar, ini tercapai pada usai 60 hari setelah sebar sedangkan kelompok yang kecil setelah pemisahan mencapai berat target selama 120 hari setelah sebar dengan berat keseluran mencapai 450 kg dengan harga Rp. 15000-, /kg