JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Lestarikan Anggrek Species Kalbar Yang Mulai Langka

Tujuan dari program pendampingan kawasan hortikultura BPTP Kalbar, diantaranya adalah membuat demplot perbenihan anggrek. Perbenihan anggrek ini diutamakan adalah kelompok anggrek species Kalimantan Barat yang mempunyai nilai komersial tinggi dan sudah dianggap langka. Ribuan anggrek species yang terbesar habitatnya ada di pulai Kalimantan, yaitu antara 2000 – 3000 species.

Anggrek species mempunyai prospek yang sangat cerah antara lain sebagai sumber daya genetik, sebagai bahan persilangan, daya tarik parawisata, sebagai tanaman obat dan kosmetik (Chaerani, dkk, 2005). Saat ini anggrek-anggrek species tersebut sudah sangat langka. Sebagai penyebabnya adalah kebakaran hutan, illegal logging, penambangan liar dan alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit yang berakibat terjadinya kepunahan. Petani anggrek di Kota Singkawang untuk mendapatkan anggrek-anggrek tersebut sudah sangat kesulitan, sedangkan permintaan cukup tinggi sebagai contoh untuk jenis Phalaenopsis bellina, Phalaenopsis (anggrek ekor tikus) dan Grammatophyllum (anggrek tebu). Permintaan umumnya adalah para hobbis, petani usaha anggrek dan kolektor Jakarta atau dari Negara tetangga (Malaysia, Brunei, dan Singapura). Selain itu harga tanamannya cukup mahal yaitu sekitar Rp. 50.000,- sampai lebih Rp. 200.000,-. Phalaenopsis bellina selain bunganya harum dapat berbunga sepanjang tahun. Contoh hasil silangan dengan Phalaenopsis bellina yang sudah terdaftar di RHS yaitu Spirit of Borneo dan Ld”s Bear Queen.

 

Demplot perbenihan anggrek species Kalimantan Barat, selain memotivasi kepada pelaku utama untuk memanfaatkan paket teknologi hasil Litbang Pertanian juga menjamin kelestarian anggrek species Kalimantan Barat yang mempunyai nilai ekonomi tinggi antara lain jenis Phalaenopsis sp.. Perbenihannya dilakukan secara kultur jaringan dengan mengkulturkan biji secara aseptif. Saat ini sudah diperoleh plb (protocorm like bodies) maupun hasil sub kultur dari plb. yang akan berkembang menjadi tanaman dalam jumlah lebih banyak.