JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Panen Padi Dalam Rangka Mendukung Indeks Pertanaman Padi Pada Lahan Tadah Hujan di Kab. Kubu Raya

Produksi padi nasional saat ini masih mengandalkan sawah irigasi, namun produktivitasnya melandai akibat  menurunya produktivitas lahan, terjadi perubahan iklim akibat pemanasan global, peningkatan serangan hama dan penyakit dan banyak infrastruktur pertanian yang rusak. Peningkatan produksi dengan ektensifikasi terkendala biaya cetak sawah yang mahal serta tingginya alih fungsi lahan sawah produktif untuk pembangunan perumahan, infastruktur dan tanaman perkebunan. Berdasarkan fenomena tersebut, sebagai upaya peningkatan produksi tanaman padi, agar ketahanan pangan nasional dapat diatasi, maka perlu inovasi teknologi yang tepat.

Pemerintah menetapkan target produksi padi nasional sebanyak 78 juta ton pada tahun 2017 untuk menjamin ketahanan pangan nasional, dan untuk mendukung target tersebut di kalimantan Barat ditetapkan target sebesar 1,9 juta ton. Pencapaian target 1,9 juta ton padi di Kalimantan Barat dihadapkan pada permasalahan masih rendahnya produktivitas tanaman padi gogo 1,8 t ha-1 dan indeks pertanaman padi di Kalimantan Barat yaitu sekitar 130 %. Untuk itu peningkatan produktivitas tadah hujan perlu adanya perbaikan teknologi budidaya dan peningkatan indeks pertanaman tadah hujan yang umumnya masih IP 100.  Badan Litbang pertanian juga telah menghasilkan berbagai inovasi pertanian yang dapat digunakan untuk meningkatkan indeks pertanaman terutama pada lahan kering dan lahan tadah hujan diantaranya dengan penerapan pengelolaan tanaman secara terpadu (PTT) yang meliputi penggunaan VUB, sistem tanam jajar legowo, pemupukan berimbang, teknologi hemat air, penggunaan pupuk organik dan pupuk hayati, serta pengendalian OPT melalaui pendekatan  Pengendalian Hama Terpadu (PHT).

BPTP Kalimantan Barat yang merupakan perpanjangan tangan Badan Litbang Pertanian di daerah wajib membantu untuk meningkatkan IP padi dari IP 100 ke IP 200 atau dari IP 200 ke IP 250,  melalui kegiatan dukungan Inovasi  Pertanian Untuk Peningkatan IP pada lahan Tadah hujan, kegitan ini bekerjasama dengan Kabupaten Kubu Raya. Dalam demplot ini ada beberapa komponen teknologi yang digunakan dengan pendekata PTT yang sesuai dengan lokasi kegiatan yaitu penggunaan (1) Varietas Unggul baru  Inpari 10, Inpari 33 dan  Mekongga, (2) Sistem tanam jajar legowo 2 : 1 dengan ukuran (25 x 12,5) x 50 , pemupukan berdsarkan Perangkat uji tanah sawah (PUTS) dosis Urea 50 kg/Ha, NPK 200 kg/Ha dan SP36 20 kg/Ha, serta pengendalian Organisme Pengganggu Tanam (OPT) melalui pendekatan  Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Demplot ini di laksanakan di Desa Parit baru Kec. Sungai Raya dengan luasan 5 Ha di kelompok tani Dewi Sri.

Untuk mendorong terjadinya peningkatan IP padi lahan tadah hujan, maka dilakukan kegiatan temu lapang panen demfarm padi. Temu Lapang ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya sekaligus mewakili Bupati Kubu Raya yang berhalangan hadir, Kepala BPTP Kalbar,  Camat Sungai Raya, Kepala Desa Sungai Raya, Danramil, Kabid Produksi Tanaman Pangan Kabupaten Kubu Raya, Kabid Penyuluhan Kabupaten Kubu Raya, PPL sekecamatan Sungai Raya, Pengurus Gapoktan Sri Rahayu dan anggota kelompok tani  Dewi Sri. Kegiatan Temu lapang ini terlebih dahulu diawali dengan panen secara simbolis oleh Kepala Dinas Pertanin Kab. Kubu Raya, Kepala BPTP Kalbar, Camat Sungai Raya, Kepala Desa Parit baru, Danramil, Kabid dan Penyuluhan, panen dilakukan secara  ubinan untuk mengetahui berapa produksi masing-masing varietas. Ukuran ubinan yang digunakan adalah 2 m x 5 m (10 m2). Berdasarkan hasil ubinan Varietas mekongga 7,4 ton/Ha dan varietas Inpari 33  adalah 7,00 ton/Ha, sedangkan Inpari 10 masih belum bisa di panen.

Dalam sambutannya Bupati Kubu Raya yan diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Kab. Kubu Raya mengatakan bahwa Desa Parit Baru merupakan etalase dari bandara ke pontianak namun banyak lahan yang sudah dialih pungsikan untuk pemukiman, untuk itu Kepala Dinas berterima kasih dengan adanya demplot ini mendorong petani untuk menanam 3 kali setahun dan beliau apresiasi dengan produksi padi 7 ton/Ha - 7,4 ton/Ha. Selain itu untuk mendorong petani menanam pada musim berikutnya Dinas Pertanian akan memberikan bantuan benih, sedangkan Bapak kepala Desa juga akan mnyediakan dana desa untuk bidang pertanian. Kepala BPTP Kalbar mengatakan bahwa gabah yang dihasilkan dari demplot ini akan dijadikan benih lagi menjadi lebel ungu, selanjutnya Beliau mengatakan diperkirakan dari 5 hektar demplot ini akan menghasilkan benih sebanyak 10 ton dan ini dapat digunakan untuk 400 Ha sawah, kegiatan ini akan dilanjutkan pada musim rendeng ( 10 Ha) dan ini diluar kebiasaan petani yang biasanya menanam pada bulan September Oktober maka berdasarkan kesepakatan penanam demplot akan dilaksanakan pada bulan Agustus.