JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Penyebaran Inovasi Teknologi Budidaya Kedelai di Lahan Pasang Surut Kalimantan Barat Melalui Temu Lapang

Kedelai merupakan komoditas tanaman pangan yang memiliki protein nabati cukup tinggi dan salah satu komoditas strategis Kementerian Pertanian. Namun sampai saat ini produksi dan produktivitas kedelai masih rendah dibandingkan dengan tanaman pangan lannya padi dan jagung. Produksi kedelai saat ini hanya mampu memenuhi ± 40%. Hal ini disebabkan rendahnya produktivitas kedelai nasional hanya 15,68 ku/ha, sedangkan  produktivitas kedelai Kalimantan Barat mencapai 16,01 ku/ha. Di Kalimantan Barat daerah sentra kedelai berada di Kabupaten Sambas yang diusahakan pada agroekosistem Lahan pasang surut  dengan luas panen 1.029 Ha dan provitas 18,48 t/ha. Untuk meningkatkan produktivitas kedelai diperlukan inovasi teknologi budidaya kedelai melalui penerapan varietas unggul baru, benih bermutu dan berlabel, pengaturan populasi tanaman, pemupukan spesifik lokasi, pembuatan saluran drainase dan pengendalian OPT secara terpadu.

BPTP Kalimantan Barat yang merupakan perpanjangan tangan Badan Litbang Pertanian di daerah wajib membantu untuk meningkatkan provitas kedelai melalui kegiatan Sistem Usahatani (SUT) kedelai di lahan pasang surut Kalimantan Barat. Kegiatan ini dilaksanakan di desa Simpang Empat Kecamatan Tangaran Kabupaten Sambas seluas 10 Ha dengan pelaksana kelompoktani Bunga Tanjung dan Tunas Muda.  Dalam kegiatan SUT ini inovasi teknologi yang diterapkan adalah varietas unggul Grobogan dan Anjasmoro), benih bermutu (kelas benih BS /label kuning), jarak tanam 40 cm  x 20 cm (2 biji/lubang) dan pemupukan dengan dosis 150 kg/ha NPK, 36 kg/ha SP36 dan 12 kg/ha KCl.

Dalam rangka menyebarluaskan inovasi teknologi budidaya kedelai yang diterapkan dalam kegiatan SUT ini, maka dilakukan kegiatan temu lapang panen kedelai. Temu Lapang ini dihadiri oleh Bupati Sambas, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Badan Kabupaten Sambas, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sambas, BPTP Kalimantan Barat, Camat Tangaran, Koramil Tangaran, Polsek Tangaran, Badan Penyuluhan Kecamatan Tangaran, Kepala Desa se Kecamatan Tangaran, Babinsa Simpang Empat, Penyuluh dan kelompoktani Bunga Tanjung dan Tunas Muda. Untuk mengetahui perkiraan hasil panen kedelai maka dilakukan ubinan 2,5 x 2,5 m (6,25 m2) pada varietas Grobogan, sedangkan untuk varietas Anjasmoro belum panen. Dari ubinan yang dilakukan oleh Bupati Sambas, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Dandim 1202 Singkawang, Kepala BPTP Kalimantan Barat, Camat Tangaran, Danramil dan Kapolsek Tangaran, dan kepala Desa diperoleh hasil varietas Grobogan 2,14 kg/6,25 m2 atau 3,424 ton/ha

Dalam sambutannya Bupati Sambas mengatakan bahwa Kabupaten Sambas ini merupakan daerah sentra kedelai di Kalimantan Barat dan Kecamatan Tangaran tepatnya di Desa Simpang Empat daerah sentra kedelai di Kabupaten Sambas. Di Desa Simpang Empat inilah kedelai tumbuh dengan baik dan memberikan hasil yang cukup baik dibandingkan dengan daerah yang lain. Walaupun sampai dengan saat ini harga kedelai masih belum memuaskan tapi petani di desa ini tetap menanam kedelai dan mohon hal ini dapat terus dipertahankan. Seiring dengan telah dibukanya border Aruk Sajingan yang merupakan daerah perbatasan Kab. Sambas dan Malaysia, sehingga arus perdagangan akan semakin ramai dan besar kemungkinan kedelai yang dihasilkan di desa ini dapat diterima juga di negara tetangga Malaysia. Dengan demikian diharapkan harga kedelai juga menjadi lebih baik dari sekarang. Sedangkan Kepala BPTP Kalimantan Barat dalam hal ini di wakili oleh Dr. Muhammad Hatta dalam sambutannya mengatakan bahwa varietas kedelai ini memiliki kelas benih yang masih tinggi sehingga kami harapkan tidak dijadikan konsumsi tapi dijadikan benih kembali. Melalui Temu Lapang ini, kami mengharapkan varietas Grobogan ini dapat menyebar bukan saja di kabupaten Sambas tapi juga di Kabupaten-kabupaten lain di Kalimantan Barat karena dari hasil kegiatan Sistem Usahatani kedelai di lahan pasang surut ini memperlihat pertumbuhan yang baik dan hasil yang memuaskan (SN).