JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Pertemuan Tim Komisi Teknologi Pertanian di Kalimantan Barat

Rabu, 3 Mei 2017 bertempat di Aula pertemuan Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Kalimantan Barat, diadakan pertemuan Tim Komisi Teknologi Pertanian Tahun 2017. Pertemuan ini dibuka oleh Kepala BAPPEDA Provinsi Kalbar Drs. Ahi, MT didampingi oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP Balitbangtan) Kalimantan Barat, Ir. Jiyanto, MM. Hadir dalam pertemuan tersebut para Kepala Dinas Instansi terkait lingkup Kementerian Pertanian, Para Kepala Bidang (Kabid), Institusi akademika dari Universitas Tanjungpura, Oganisasi masyarakat, Peneliti dan penyuluh BPTP Kalbar.

 

Dalam sambutannya, Kepala BAPPEDA menyampaikan bahwa pertemuan dalam rangka Rapat Komisi Teknologi Pertanian dan Tim Teknis Pengkajian Teknologi Pertanian Prov. Kalbar ini penting dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya, karena harus membahas tentang : 1) Restrukturisasi Tim Komisi Teknolgi Pertanian, 2) Usulan Rekomendasi Teknologi Pertanian dan 3) Kegiatan Pengkajian yang telah dilaksanakan oleh BPTP Kalbar.  “ Komisi dan Tim Teknis Pengkajian Teknologi pertanian tersebut dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalbar, sehingga keberadaan Komisi dan Tim teknis ini sangatlah strategis karena berperan untuk menetapkan kebijakan dan melakukan monitoring evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan penelitian, pengkajian, dan diseminasi yang dilakukan oleh BPTP Kalbar. Hal ini sangat membantu Bapak Gubernur dalam menetapkan rekomendasi teknologi pertanian di Kalbar. selain itu, untuk mensukseskan Komisi Teknologi dan Tim Teknis Pengkajian Teknologi Pertanian ini perlu didukung secara serius dan optimal melalui peran aktif dari seluruh instansi/unit kerja teknis maupun fungsional yang terkait erat dengan tim komisi dan tim teknis ini”.

Setelah pembukaan oleh Kepala BAPPEDA, dilanjutkan dengan penyampaian Restrukturisasi Tim Komisi Teknologi Pertanian dan Tim Teknis Pengkajian Teknologi Pertanian, serta usulan rekomendasi teknologi pertanian oleh Kepala BPTP Kalbar (Ir. Jiyanto, MM). Dalam paparannya, Pak Jiyanto menyampaikan bahwa ada beberapa perubahan nomenklatur SKPD pada instansi terkait, baik instansi provinsi maupun vertikal, untuk itu perlu dilakukan perubahan tugas dan fungsi yang disesuaikan dengan perubahan lingkungan strategis yang berkembang, contohnya saja saat ini tidak ada lagi Badan Ketahanan Pangan di tingkat provinsi yang sekarang menjadi Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPPKH) Provinsi Kalimantan Barat.

Menurut Pak Jiyanto lagi, “Terkait draf usulan rekomendasi teknologi dan kebijakan pertanian Provinsi Kalimantan Barat, ada 18 rekomendasi teknologi BPTP Kalbar yang dapat diadopsi oleh para pengguna, yaitu: 1) Pengembangan model pertanian bio industri berkelanjutan berbasis tanaman ternak di lahan pasang surut Kalbar, 2) Paket teknologi penggunaan biochar sekam padi pada lahan sawah tadah hujan musim kemarau di Kalbar, 3) Paket teknologi pengendalian penyakit blas pada tanaman padi di lahan tadah hujan Kalbar, 4) Teknologi budidaya padi Beliah di Kab. Bengkayang, 5) Paket teknologi usahatani padi rawa lebak di Kalbar, 6). Paket teknologi usahatani padi sawah pasang surut bukaan baru di Kalbar, 7). Varietas Unggul Baru padi berdasarkan agroekosistem, 8) Teknologi penerapan pertanian modern bio-industri padi-ternak di Sui Kakap, 9). Teknologi Jajar Legowo (Jarwo) super pada lahan pasang surut di Kab. Sambas, 10). Pemupukan padi sawah berdasarkan status hara P dan K di Kab. Mempawah, 11). Pengembangan bio-industri berbasis integrasi jagung-ternak di Kalbar, 12) Paket teknologi usahatani  Jagung diantara tanaman Akasia di lahan Hutan Tanaman Industri, 13). Teknologi budidaya Cabe di lahan gambut di Kalbar, 14). Teknologi pengendalian hama lalat buah pada budidaya Jeruk di Kab. Mempawah, 15). Pengelolaan Sumber Daya Genetik di Kalbar, dan 16). Peta ketahanan dan kerentanan pangan (Food Security and Vulnerability Atlas / FSVA) Kab. Sambas; 17). Teknologi Spesifik Lokasi Peningkatan Produksi Bawang Merah di Lahan Gambut Kalimantan Barat; 18). Kalender Tanam Dinamis Terpadu di Kalimantan Barat. Mari kita diskusikan bersama tentang draf usulan ke-18 rekomendasi teknologi tersebut, apakah dapat diadopsi oleh pengguna atau bagaimana? “ Ujar Kepala BPTP Kalbar. “Ada 11 kegiatan pengkajian dan diseminasi di BPTP Kalbar “, lanjutnya lagi.

Diakhir acara dilakukan diskusi oleh para peserta terkait paparan yang telah disampaikan oleh Kepala BPTP Kalbar. dalam diskusi ini ada beberapa saran, pertanyaan yang disampaikan oleh para peserta rapat, diantaranya adalah dari perwakilan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), DPPKH dan Kabid. Unit Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPTPH) Provinsi Kalbar. (LYA/Tim)