JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Sharing Dr. Sam Herodian, Ms. “Membangun Pertanian Modern di Daerah Perbatasan Kalbar”

Sharing atau diskusi dengan Staf Ahli Menteri Pertanian, Bapak Dr. Ir. Sam Herodian, MS. dilakukan di ruang rapat BPTP Kalimantan Barat, pada hari Kamis, tanggal 26 Januari 2017. Diskusi tersebut diikuti oleh seluruh peneliti, penyuluh, teknisi dan pustakawan. Diskusi dipimpin langsung oleh Kepala BPTP Kalbar, Bapak Ir. Jiyanto, MM. Dalam diskusi tersebut, Bapak Dr. Ir. Sam Herodian, MS. menyampaikan paparan terkait kedaulatan pangan, dengan tema “Percepatan Pembangunan Pertanian Modern Menuju Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani”. Kunjungan Staf Ahli Menteri beserta tim dalam rangka persiapan dan koordinasi awal pelaksanaan Hari Pangan Sedunia (HPS) yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2017. 

Dalam paparannya, Bapak Dr. Ir. Sam Herodian, MS. menyatakan bahwa selama 2 tahun terakhir, telah terjadi peningkatan produksi pangan strategis di Indonesia, yaitu komoditas padi 11,7 %, bawang merah 3,76 %, jagung 21,8 % dan cabai 1,81 %. Namun terjadi penurunan produksi pada komoditas kedelai sebesar 7,2 %. Kendala yang dihadapi dalam pengembangan komoditas kedelai adalah iklim Lanina dan kurangnya minat petani karena harga yang kurang kompetitif. Solusi yang harus dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut antara lain peningkatan luas tanam, mitigasi perubahan iklim, dan penetapan harga standar. Pada tahun 2020 diharapkan Indonesia sudah mencapai swasembada kedelai.

Selain komoditas pangan strategis, juga terjadi peningkatan produksi peternakan yaitu daging sapi 5,31 %, telur ayam 13,6 %, daging ayam 9,4 % dan daging kambing 2,47 %. Begitu juga hal nya dengan komoditas unggulan perkebunan dimana terjadi peningkatan produksi kelapa sawit sebesar 14,42 %, kakao 13,6 %, karet 0,14 % dan kopi 2,47 %. Hasil survei tingkat kepuasan publik menyatakan bahwa 72,9 % petani kaum laki-laki lebih optimis dan lebih bahagia menjalankan profesinya sebagai petani. Selain itu Indonesia juga melaksanakan program “Membangun lumbung pangan perbatasan untuk ketahanan pangan dan ekspor pangan organik”, termasuk di Provinsi Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Ir. Sam Herodian, MS juga menyampaikan bahwa sehubungan dengan program membangun lumbung pangan di daerah perbatasan perbatasan, maka pelaksanaan HPS tahun 2017 akan melibatkan kawasan perbatasan, dalam hal ini pengembangan kawasan pertanian daerah perbatasan Kabupaten Sanggau. Kabupaten Sanggau akan diubah “wajahnya” dalam rangka HPS. Pengembangan pertanian kawasan perbatasan Kabupaten Sanggau meliputi pengembangan 7000 ha kawasan tanaman padi dan 7000 ha kawasan tanaman jagung. Oleh karenanya, BPTP Kalbar sebagai UPT Badan Litbang Pertanian sekaligus perpanjangan tangan dari Kementerian Pertanian di daerah harus mampu mendukung terealisasinya program tersebut melalui inovasi dan pendampingan teknologi di wilayah Kalbar, sekaligus memberikan dukungan sepenuhnya terhadap pelaksanaan HPS.