JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

TAUSIYAH DALAM 10 HARI TERAKHIR RAMADHAN 1437 H

Mengawali Juli, tepatnya hari Jumat 1/7 digelar kembali siraman rohani Ramadhan 1437 H, yang disampaikan oleh Ustadz Ach. Rirojil Milah.  Acara tersebut diadakan di Aula besar BPTP Kalbar, dipimpin langsung oleh Ir. Djiyanto, MM selaku Kepala BPTP Kalbar, yang diikuti oleh para karyawan/i muslim lingkup BPTP Kalbar.

Dalam sambutannya, Kepala BPTP Kalbar mengatakan, “...tidak terasa kita, sudah berada dalam 10 hari terakhir Ramadhan 1437 H. Kesempatan beribadah dalam 10 hari terakhir ramadhan ini hendaknya menjadikan semakin taat dalam beribadah, lebih lengkapnya kita semua nanti langsung mendengarkan tausiyah dari bapak ustadz, semoga kita semua selalu dalam keberkahan, “ ujar Pak Dji.

 

“....betul apa yang dikatakan oleh Pak Djiyanto, bahwa dalam 10 hari terakhir ini marilah kta memperderas beribadah kepada Allah, memperderas membaca kitab suci Al-Qur’an dan amal baik lainnya seperti bersedekah, menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa, memperbanyak rasa bersyukur kita, dan selalu lah mengingat mati supaya ada filter dalam diri kita untuk tidak mudah berbuat dosa...” kata Pak Ustadz.

Selanjutnya Pak Ustadz Ach. Rijolil Milah juga mengatakan : “...ada empat pokok yang membuat ibadah sempurna yaitu 1) Niat, apapun yang kita lakukan, niatkan semua untuk ibadah, karena niat yang baik akan menghasilkan kebaikan pula. 2) Ilmu, ibadah harus dibarengi dengan ilmu, ibadah harus menggunakan ilmu, karena jika tidak menggunakan ilmu, takutnya salah. Misalnya cara berwudhu yang benar itu seperti apa, harus tahu ilmunya, jika tidak bisa-bisa cara berwudhunya menjadi salah. 3) Konsisten, ibadah tidak akan sempurna jika tidak konsisten, misalnya saja membaca Al-Qur’an hanya setahun sekali, sholat wajib lima waktu hanya dilakukan dua hari sekali, itu namanya tidak konsisten, bagaimana ibadahnya bisa sempurna jika seperti itu. 4) Ikhlas, tidak untuk mendapat pujian atas supaya dipuji orang, sehingga menjadi riya’. Ibadah harus ikhlas karena Allah, sehingga ibadah kita menjadi sempurna.

Acara diakhiri dengan diskusi, dan doa yang dipimpin oleh Ustadz Ach. Rijolil Milah, dilanjutkan dengan bersalam-salaman dalam rangka bermaaf-maafan karena Idul Fitri segera tiba. (Lya)