JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

TEMU KOORDINASI DAN PENANDATANGANAN KONTRAK KERJA PMT TAHUN 2016

Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) merupakan program pemberdayaan masyarakat mandiri di Kementerian Pertanian. PUAP dimulai tahun 2008 dan sampai dengan tahun  2015, telah disalurkan dana Rp. 5,2 Triliun kepada    52.186 Gapoktan/Desa. Hasil evaluasi tahun 2014,  perkembangan LKM-A  pada Gapoktan 2008-2013  baru ada 3.120 (16,2%) LKM-A. Sebagian besar kelembagaan Gapoktan PUAP 2008-2013 masih dalam strata pemula (83,27%) dan pertumbuhan (5,20%).

 

Pembentukan LKM-A pada Gapoktan PUAP 2008-2013 terbanyak dijumpai di wilayah Jawa diikuti Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara serta Maluku dan Papua. Hal ini disebabkan jangkauan pembinaan dan pendampingan PMT dan Penyuluh Pendamping kepada Gapoktan wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi lebih intensif dan didukung jalur transportasinya lebih mudah dan murah dibandingkan dengan wilayah Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Sebagian besar Gapoktan di Jawa dan Sumatera telah terbentuk jauh sebelum ada PUAP, kapasitas dan kapabilitas SDM di Gapoktan relatif jauh lebih baik, selain itu juga telah memiliki modal awal dari iuran pokok dan iuran wajib anggota tidak hanya bersumber dari bantuan PUAP.

Dana BLM PUAP di Provinsi Kalimantan Barat sejak 2008-2015 telah   disalurkan kepada 1.260  Gapoktan/Desa yang tersebar di  14 Kabupaten/Kota seperti terlihat pada tabel :

 

 

 

 

 

Tabel : Keragaan Gapoktan/Desa Penerima Dana BLM PUAP Prov. Kalbar Tahun 2008-2015

 

 

 

Sedangkan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) yang telah terbentuk dari Pengembangan Gapoktan PUAP di Kalimantan Barat  sejak 2008-2015 baru berjumlah  17 unit

.               Penyelia Mitra Tani (PMT) adalah tenaga profesional yang memiliki kemampuan dan pengetahuan di bidang keuangan mikro yang direkrut oleh Kementerian Pertanian untuk melakukan sosialisasi, advokasi, dan supervisi tentang pengetahuan PUAP kepada pengurus Gapoktan dalam pengelolaan dana BLM-PUAP; PMT juga melakukan supervisi dan advokasi penumbuhan kelembagaan ekonomi perdesaan bersama Penyuluh Pendamping pada pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dalam Pengembangan Program PUAP.

Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Nomor : 03/Kpts/SR.210/B/01/2016 tgl. 11 Januari 2016 Tentang Penetapan PMT Kementerian Pertanian  tahun 2016, Sebanyak 34 orang PMT PUAP Provinsi Kalimantan Barat telah menandatangani Perpanjangan Kontrak Kerja pada hari Rabu tanggal  24 Februari 2016 bertempat di Aula Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimanatan Barat,  Ir. Djiyanto, MM dalam arahannya pada pembukaan Temu Koordinasi dan Penandatanganan Kontrak Kerja PMT Tahun 2016 menegaskan bahwa tahun ini tidak ada lagi penyaluran Dana BLM PUAP dan kegiatan difokuskan pada Pemberdayaan dan Penguatan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis  (LKM-A). Lebih lanjut dalam sambutannya Djiyanto menyampaikan bahwa Keberhasilan Gapoktan PUAP  dapat dilihat dari meningkatnya jumlah anggota, nilai aset yang dimiliki dan telah memiliki LKM-A, Gapoktan telah memiliki struktur organisasi, AD/ART dan rencana kerja. Petani penerima dana PUAP dipilih secara selektif oleh pengurus dan Gapoktan telah memiliki kerjasama dengan pemangku kepentingan. Tim pembina dan tim teknis mempunyai kepedulian dan tanggung jawab terhadap Gapoktan. Sedangkan disisi lain belum berhasilnya Gapoktan PUAP  dapat dilihat dari berkurangnya jumlah anggota, kenaikan nilai aset yang dimiliki tidak signifikan dan LKM-A belum dimiliki, Kurangnya kemampuan pengurus Gapoktan dalam memfasilitasi dan mengelola modal usaha anggota, adanya persepsi dari anggota bahwa pinjaman dana PUAP tidak perlu dikembalikan, dana pinjaman tidak digunakan sesuai kebutuhan usahanya. Seleksi dan verifikasi kurang memperhatikan kelayakan usaha anggota dan pembinaan serta pendampingan dari tim pembina dan tim teknis kurang intensif dilakukan.

Setelah penandatatanganan kontrak kerja PMT acara dilanjutkan dengan pemaparan rencana tindak lanjut pembinaan dan pengendalian/exit strategi PUAP 2008 – 2015. Acara tersebut dihadiri pula oleh perwakilan dari Tim Pembina Provinsi, Tim Teknis Kabupaten/Kota  dan PMT se Kalimantan Barat. –JB--