TEMU LAPANG PANEN PADI KEGIATAN DEMFARM PADI DALAM RANGKA MENDUKUNG UPSUS PADI, JAGUNG DAN KEDELAI DI KABUPATEN KETAPANG

Kategori Induk: Berita Dilihat: 1712

Senin, 27 Juli 2015 telah diselenggarakan temu lapang panen padi di Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang. Acara ini dihadiri oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat, Dandim 1203/Ketapang, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ketapang, Camat Matan Hilir Selatan, Kapolsek Matan Hilir Selatan, Danramil Matan Hilir Selatan, para Kepala Desa se-Kecamatan Matan Hilir Selatan, serta para petani yang berasal dari Sungai Besar dan sekitarnya.

Acara yang diawali dengan panen perdana oleh Kepala BPTP Kalimantan Barat, Dandim 1203/Ketapang, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ketapang, Camat dan Kapolsek Matan Hilir Selatan ini merupakan upaya untuk mendiseminasikan inovasi pertanian kepada masyarakat tani. Padi yang dipanen pada temu lapang ini merupakan kegiatan demfarm padi dalam rangka mendukung UPSUS Padi, Jagung dan Kedelai di Kabupaten Ketapang oleh BPTP Kalimantan Barat di Kelompok Tani Sungai Sirih Maju. Tanaman seluas 3 ha tersebut terdiri dari varietas Situ Bagendit dan Inpara 3. Jika melihat performance tanaman di lapangan, kedua varietas tersebut tampak mampu beradaptasi dengan baik di daerah pasang surut seperti di Desa Sungai Besar. Selain penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) Situ Bagendit dan Inpara 3, teknologi lainnya yang diterapkan pada demfarm ini adalah penanaman bibit muda umur 21 hari sebanyak 2-3 batang/lubang tanam. Sistem tanam yang digunakan pada demfarm ini juga mengintroduksikan teknologi sistem tanam jajar legowo 4:1 dengan jarak tanam 25 cm x 12,5 cm dan jarak legowo 50 cm. Pemupukan berimbang dan pengendalian hama penyakit tanaman secara terpadu juga diterapkan pada demfarm ini. Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas padi varietas Situ Bagendit adalah 5,0 ton/ha, sedangkan Inpara 3 mencapai 8,0 ton/ha. Hasil dari kedua VUB tersebut lebih tinggi dibanding hasil yang biasa diperoleh petani sekitar 3 ton/ha pada MT Gadu seperti musim penanaman demfarm ini.

Setelah panen perdana, acara temu lapang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dari Ketua Kelompok Tani Sungai Sirih Maju, Kepala Desa Sungai Besar, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Ketapang, Dandim 1203/Ketapang, dan Kepala BPTP Kalimantan Barat. Dalam sambutannya, Kepala BPTP Kalimantan Barat menyampaikan bahwa penerapan teknologi-teknologi pertanian seperti penggunaan varietas unggul yang disesuaikan dengan agroekosistem setempat (seperti Inpara 3 dan Situ Bagendit yang ditanam pada lahan pasang surut), sistem tanam jajar legowo dan teknologi pertanian lainnya dapat meningkatkan produktivitas tanaman.

Acara kemudian dilanjutkan dengan dialog antara para petani dengan instansi terkait. Dalam dialog ini, para petani berharap adanya bantuan alsintan seperti traktor, perontok padi, mesin pompa air, dan kemudahan dalam mendapatkan bahan bakar untuk operasional mesin pompa air terutama di musim kemarau untuk mengalirkan air dari sumur bor ke sawah. Akhirnya acara ditutup dengan doa. Semoga teknologi-teknologi pertanian yang telah didiseminasikan pada demfarm ini dapat diadopsi oleh petani di Kabupaten Ketapang agar produktivitas tanamannya dapat meningkat sekaligus mendukung upaya swasembada nasional.