PANEN RAYA PADI INPARI 10 DAN INPARI 30 DALAM RANGKA MENDUKUNG UPSUS DI DESA ANDENG, KEC. SENGAH TEMILA, KAB. LANDAK

Kategori Induk: Berita Dilihat: 862

Panen Raya demfarm padi mendukung UPSUS pajale di Kabupaten Landak seluas 3 Ha telah dilakukan di Desa Andeng, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak pada hari Rabu, 5 Agustus 2015 dihadiri oleh Bupati Kabupaten Landak, BPTP Kalbar, perwakilan BKPP Prov. Kalbar, perwakilan Kodim 1201 Mempawah, Kepala BP4K Kabupaten Landak, Kadistan Kabupaten Landak, Kadis PU Kabupaten Landak, Kepala BPS Kabupaten Landak, Camat Sengah Temila, dan GAM (Gabungan Kelompok Tani Andeng Maju) serta masyarakat sekitar Andeng.

Kepala BPTP Kalimantan Barat, Ir. Jiyanto , MM menyampaikan dalam sambutannya bahwa  pada kesempatan kali ini BPTP Kalimantan Barat mengembangkan varietas inpari 10 dan inpari 30 di Desa Andeng yaitu desa yang dijadikan sebagai parameter keberhasilan Inpari 10 dan Inpari 30. Inpari 30 merupakan benih ras tinggi yang merupakan benih Ciherang yang diperbaiki sehingga Inpari 30 dapat mencapai 8-8,5 ton/ha. Diharapkan varietas tersebut dapat dikembangkan lagi untuk mengatasi kekeringan di lahan pasang surut.

Melalui Ketua GAM, petani di Desa Andeng sangat menyambut baik kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh BPTP Kalimantan Barat. Mereka sangat senang diperkenalkan dengan Varietas Unggul Baru (VUB) baru yang dapat menghasilkan angka produktivitas yang cukup fantastis yaitu Inpari 30. Selain itu, dengan diperkenalkan sistem tanam padi jajar legowo 4:1, dari yang tadinya mereka membutuhkan 100-150 kg bibit untuk menyemai menjadi 15 kg bibit yang dibutuhkan. Dengan adanya peningkatan produktivitas dan penghematan modal biaya untuk bibit padi. Mereka merasa puas dengan adanya inovasi teknologi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BALITBANGTAN) Kementerian Pertanian.

Yang menarik, dalam panen raya ini dilakukan secara resmi oleh Bupati Kabupaten Landak, yaitu Drs. Andrianus Asia Sidot, M.Si dengan menggunakan combine harvester. Dalam sambutannya Bupati Kabupaten Landak menyampaikan agar petani diberikan apresiasi jika dapat mencapai produksi padi optimal pada musim rendengan yaitu sebesar 7,5 ton/ha. Bentuk apresiasi penghargaan tersebut yaitu berupa dana segar sebesar 100 juta rupiah untuk koperasi GAM yang nantinya dapat digunakan sebagai bantuan modal untuk kegiatan usahataninya. Diharapakan  petani tanaman pangan di Kabupaten Landak dapat terus melakukan upaya agar kebutuhan pangan di Kabupaten Landak dapat dipenuhi.

Pada hari yang sama juga dilakukan pengambilan titik ubinan untuk mengetahui hasil produksi yang diperoleh. Setelah diperoleh hasil ubinan tersebut langsung diumumkan oleh Penyuluh Pertanian Lapang.

Hasil Produksi Varietas Inpari 10 dan Inpari 30 yang diperoleh memiliki rata-rata 6,6 ton/ha GKP dengan hasil tertinggi yang dicapai Inpari 30  yaitu sebesar 8,48 ton/ha oleh bapak Nikko Demus. Hasil tersebut merupakan hasil yang cukup baik dibandingkan dengan hasil batas perhitungan BPS yaitu rata-rata produksi yang diperoleh di tingkat petani yaitu 3,5 ton/ha GKP. Hal ini dikarenakan adanya pengawalan paket teknologi dari BPTP Kalimantan Barat selaku UPT Badan Litbang Pertanian di Daerah.

Pada kesempatan ini juga dilakukan diskusi antara GAM dan Pemerintah Kabupaten Landak. Dari hasil diskusi tersebut pihak GAM menyampaikan agar pemerintah membuat Peraturan Daerah (PERDA) tentang pemeliharaan ternak untuk menertibkan ternak babi agar tidak berkeliaran sehingga dapat merusak lahan pekarangan rumah petani di salah satu dusun di Kabupaten Landak. Selain itu, GAM juga mengharapkan perbaikan saluran irigasi di Desa Andeng.

Diharapkan dari kegiatan ini dapat mendukung program pemerintah pusat yaitu swasembada pangan dan ketahanan pangan