JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

TEMU LAPANG DEMFARM PTT KEDELAI MENDUKUNG UPAYA KHUSUS (UPSUS) PENINGKATAN PRODUKSI KEDELAI DI KABUPATEN SAMBAS

Kedelai merupakan salah satu komoditas strategis Kementerian Pertanian yang sampai saat ini masih memiliki produktivitas yang rendah. Disisi lain Pemerintah telah menetapkan sasaran produksi kedelai tahun 2015 adalah 1,27 juta ton, sedangkan Kalimantan Barat 4.297 ton.  Untuk mencapai sasaran tersebut Kementerian Pertanian melakukan Upaya Khusus (UPSUS) dengan menyediakan kebutuhan prasarana dan sarana pertanian, salah satunya melalui Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu  (GP-PTT).  Sasaran UPSUS adalah meningkatnya produktivitas kedelai minimal 1,57ton/ha pada areal baru dan meningkatnya produktivitas kedelai pada areal existing 0,2 t/ha.

BPTP Kalimantan Barat yang merupakan perpanjangan tangan Badan Litbang Pertanian di daerah merasa perlu untuk melakukan kegiatan pendampingan UPSUS dalam bentuk demfarm kedelai di Kabupaten Sambas yang termasuk lokasi pengembangan non kawasan kedelai dan sentra pengembangan kedelai di Kalimantan Barat. Kegiatan demfarm kedelai bertujuan untuk memperkenalkan teknologi pengelolaan tanaman terpadu (PTT) kedelai sehingga dapat meningkatkan produktivitas kedelai. Kegiatan ini dilaksanakan seluas 3 Ha di desa Simpang Empat Kecamatan Tangaran Kabupaten Sambas dengan pelaksana kelompoktani Bunga Tanjung.  Komponen teknologi PTT yang diintroduksikan adalah varietas unggul (Argomulyo, Burangrang dan Grobogan), benih bermutu (kelas benih FS /label putih), jarak tanam 40 cm  x 20 cm (2 biji/lubang) dan pemupukan dengan dosis 150 kg/ha NPK, 36 kg/ha SP36 dan 12 kg/ha KCl.

Dalam rangka menyebarluaskan hasil demfarm kedelai mendukung UPSUS peningkatan produksi kedelai di Kabupaten Sambas maka dilakukan kegiatan temu lapang panen raya kedelai. Temu Lapang ini dihadiri oleh Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Sambas, Badan Ketahanan Pangan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP4K) Kabupaten Sambas, Kasdim Singkawang, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sambas, BPTP Kalimantan Barat, Camat Tangaran, Koramil Tangaran, Polsek Tangaran, Badan Penyuluhan Kecamatan Tangaran, Kepala Desa Simpang Empat, Babinsa Simpang Empat, Penyuluh, ketua kelompoktani se desa Simpang Empat dan anggota kelompoktani Bunga Tanjung. Untuk mengetahui perkiraan hasil panen kedelai maka dilakukan ubinan 2,5 x 2,5 m (6,25 m2) pada varietas Grobogan dan Argomulyo. Dari ubinan yang dilakukan oleh Kepala Distannak Sambas, BKP4K Sambas yang diwakili oleh Kabid Penyuluhan, Kepala BPTP kalimantan Barat, Camat Tangaran dan Kapolsek Tangaran diperoleh hasil varietas Grobogan 2 kg/6,25 m2 atau 3,20 ton/ha, sedangkan varietas Argomulyo 1,9 kg/6,25 m2 atau 3,04 ton/ha.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Sambas mengatakan bahwa Kabupaten Sambas merupakan daerah pengembangan kedelai di Kalimantan Barat. Namun luasan tanaman kedelai di Kabupaten Sambas sudah mengalami penurunan, dimana para petani sudah mulai beralih ke tanaman kacang hijau yang memiliki harga jauh lebih tinggi dari harga kedelai. Walaupun demikian, Pemerintah mengharapkan petani tetap bergairah menanam kedelai dengan memberikan Bansos melului program Gerakan Penerapan Pengeloaan Terpadu (GP-PTT). Melalui GP-PTT ini diharapkan produksi dapat meningkat sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani. Sedangkan Kepala BPTP kalimantan Barat dalam sambutannya mengharapkan agar varietas kedelai (Argomulyo, Burangrang dan Grobogan) yang masih memiliki kelas benih yang tinggi (Label putih) dapat dikembangkan menjadi benih kembali, sehingga varietas kedelai ini dapat berkembang dan menyebar di masyarakat.