JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

MENGUKUR KINERJA DISEMINASI INOVASI

Pada acara Forum Penyuluhan di Hotel Kapuas Darma, Pontianak, bulan Agustus 2014 lalu, seorang penyuluh pertanian mengeluhkan kesulitannya mengolah data evaluasi penyuluhan pertanian karena yang diukur adalah data perubahan pengetahuan, keterampilan, dan sikap.  Hal ini berimbas pada lemahnya pengukuran kinerja diseminasi inovasi teknologi pertanian oleh para pertanian di lapangan.  Akibatnya, karya tulis ilmiah para penyuluh pertanian di lapangan juga terkesan kurang ilmiah karena kurangnya analisis menggunakan tool seperti uji statistik non parametrik.  BPTP Kalimantan Barat diwakili oleh penyuluh senior yaitu Ir. Sigit Sapto Wibowo, MSc menawarkan solusi penggunaan computer software IBM-SPSS versi 21 untuk mengatasi masalah tersebut.

Tawaran BPTP Kalimantan Barat disambut baik oleh Ir. Florentinus Anum, MSi, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan, dan Ketahanan Pangan (BP4K2P) Kabupaten Sintang.  Secara khusus beliau mengundang penyuluh senior BPTP Kalbar, Ir. Sigit Sapto Wibowo, MSc melakukan alih teknologi aplikasi computer software IBM-SPSS versi 21 untuk mengukur kinerja diseminasi inovasi teknologi di Kabupaten Sintang.  Tidak kurang dari 50 orang penyuluh mendaftar untuk mengikuti kegiatan  ini tetapi dengan sangat terpaksa dibatasi 30 orang karena tempat dan fasilitas yang tersedia.  Kegiatan ini dilaksanakan di BP4K2P Kabupaten Sintang 2 Oktober 2014.

Topiknya diarahkan untuk mengukur perubahan pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani pada kegiatan diseminasi inovasi teknologi PTT Padi dengan metoda Sekolah Lapang.  Agar mudah dipahami maka langkah pertama para penyuluh pertanian merumuskan studi kasus pelaksanaan SL-PTT Padi di wilayah kerja penyuluh pertanian (WKPP).  Sebagai contoh penyuluh pertanian diminta mengukur pengetahuan petani mengenai PTT-Padi dengan cara before and after sekolah lapang menggunakan kuesioner.  Respondennya 25 orang anggota kelompoktani pelaksana SL-PTT Padi.  Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan petani mengenai SL-PTT Padi maka dilakukan pretest dan postest mengenai pengetahuan petani sehingga diperoleh 2 sampel yang bersifat related samples.  Untuk mengetahui pengaruh metoda penyuluhan pertanian sekolah lapang terhadap peningkatan pengetahuan petani mengenai SL-PTT Padi maka digunakan Wilcoxon Test untuk 2-related samples.   Selanjutnya para penyuluh dibimbing membaca dan menterjemahkan hasil analisis statistik ini supaya dapat ditulis secara populer agar mudah dimengerti oleh pimpinan mereka.  Materi dilanjutkan dengan berbagai topik lain terutama Uji Binomial, Normality Test, Uji Mann-Whitney, Uji Wilcoxon, Uji McNemar, Uji t-Student, Uji Kolmogorov-Smirnov dan uji Statistik Non Parametrik lainnya ke dalam bahasa populer.

Pada acara penutup maka para penyuluh dibimbing untuk menuangkan hasil analisis ini ke dalam Karya Tulis Ilmiah.  Tujuannya, agar ada benang merah pencapaian sembilan inidikator penyuluh dimulai dari Identifikasi Potensi Wilayah (IPW), penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian, formulasi Rencana Kerja Tahunan Penyuluh, pelaksanaan penyuluhan pertanian, evaluasi penyuluhan pertanian dan dampak, serta penulisan Karya Tulis Ilmiah.  Hal ini juga akan mempermudah bagi penyuluh pertanian yang akan mengikuti ujian sertifikasi.

Pada kesempatan ini Kepala BP4K2P Kabupaten Sintang, yaitu Ir. Florentinus Anum, MSi meminta tambahan kesediaan BPTP Kalimantan Barat juga dapat membantu para penyuluh membuat materi penyuluhan pertanian dalam bentuk video instruksional dengan hanya menggunakan foto (still image) maupun video dengan peralatan yang terbatas.  Kegiatan ini diharapkan dapat dilakukan pada Kegiatan Pertemuan Teknis Penyuluh Pertanian yang rencananya akan digelar pada tanggal bulan Oktober 2014 ini.