BPTP KALBAR BANTU TINGKATKAN PROFESIONALISME PENYULUH

Kategori Induk: Berita Ditulis oleh admin1 Dilihat: 1025

Salah satu dari sembilan indikator kinerja Penyuluh Pertanian adalah terdiseminasinya informasi teknologi pertanian kepada pelaku utama.  Hasil kinerja diseminasi tersebut harus tercermin dari perubahan pengetahuan, keterampilan, dan sikap pelaku utama atau petani.  Hingga saat ini kegiatan diseminasi inovasi teknologi banyak menggunakan metoda Sekolah Lapang (SL). Contohnya pada diseminasi inovasi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi atau SL-PTT Padi.  Belum banyak penyuluh pertanian yang melakukan evaluasi kinerja diseminasi inovasi tersebut dengan mengukur perubahan pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani. Oleh karena itu penyuluh senior BPTP Kalimantan Barat yaitu Ir. Sigit Sapto Wibowo, MSc menawarkan bantuan melatih para penyuluh pertanian mengenai Pengolahan Data Sosial-ekonomi Penyuluhan Pertanian menggunakan software IBM-SPSS versi 21 terutama pada penggunaan Statistik Non Parametrik.  Tujuannya, agar laporan penyuluh pertanian ini dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Sambutan hangat datang dari Kepala Kantor Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan (KP4K2P) Kabupaten Melawi dengan menyisipkan materi ini pada Pertemuan Teknis Penyuluh Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan se Kabupaten Melawi tanggal 01 Oktober 2014 bertempat di Hotel Cantika, Nanga Pinoh.  Sekitar 70 orang penyuluh yang hadir merasa kaget bahwa untuk mengolah data penyuluhan pertanian berupa perubahan pengetahuan, keterampilan,dan sikap petani yang selama ini dilakukan secara manual misalnya dengan Skala Likert ternyata dapat dilakukan dengan program komputer IBM-SPSS versi 21 ini dengan sangat cepat kurang dari 5 menit. Langsung dapat diketahui hasilnya sehingga penyuluh pertanian tinggal menterjemahkan hasil analisis statistik seperti Uji Binomial, Normality Test, Uji Mann-Whitney, Uji Wilcoxon, Uji McNemar, Uji t-Student, Uji Kolmogorov-Smirnov dan uji Statistik Non Parametrik lainnya ke dalam bahasa populer.

Kepala BPTP Kalimantan Barat yang diwakili oleh penyuluh senior yaitu Ir. Sigit Sapto Wibowo, MSc, melakukan alih pengetahuan mengenai berbagai uji Statistik Non Parametrik ini secara komprehensif.  Pertama,  penjelasan mengenai tujuan diseminasi inovasi teknologi pertanian pada setiap rencana kerja penyuluh dilanjutkan pembuatan kuesioner untuk mengukur perubahan pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani sebagai hasil kegiatan tersebut.  Kedua, membantu para penyuluh melakukan instalasi software IBM-SPSS versi 21 dilanjutkan dengan entry dan analisa data.  Ketiga, membantu menterjemahkan hasil analisis statistik ke dalam bahasa populer agar mudah dimengerti oleh pengambil kebijakan.  Keempat, membantu menterjemahkan hasil pengukuran kinerja diseminasi inovasi teknologi pertanian ini ke dalam Karya Tulis Ilmiah sesuai dengan Permentan nomor 34/2011.  Para penyuluh ini sangat antusias terbukti beberapa penyuluh pertanian meminta bimbingan lanjutan hingga tengah malam agar alih teknologi yang jarang sekali dilakukan ini dapat memberikan manfaat maksimal.