JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

PERHIPTANI SINGKAWANG RINTIS POROS PENELITI-PENYULUH-PETANI

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhiptani Kota Singkawang bekerjasama dengan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perhiptani Provinsi Kalimantan Barat merintis pengembangan poros Peneliti-Penyuluh-Petani.  Pada tahap awal dilakukan kerjasama dalam bentuk Lokakarya Meningkatkan Profesionalisme Penyuluh Pertanian pada 30 Agustus 2014 di BPP Singkawang Selatan.  Dalam lokakarya ini, Wakil Ketua DPW Perhiptani Provinsi Kalimantan Barat, Ir. Sigit Sapto Wibowo, MSc, menggarisbawahi pentingnya membuat benang merah kegiatan penyuluh pertanian mulai dari Identifiksi Potensi Wilayah (IPW), Menuangkan temuan masalah pada IPW untuk bahan menyusun Programa Penyuluhan Pertanian, Menjabarkan isi programa menjadi Rencana Kerja Penyuluh Pertanian, Melaksanakan penyuluhan pertanian mulai dari menyusun Lembar Persiapan Menyuluh, membuat Sinopsis, membuat materi penyuluhan pertanian dan laporan kegiatan penyuluhan, Membuat evaluasi pencapaian tujuan penyuluhan pertanian, Menyusun karya tulis ilmiah, diiringi dengan pengembangan kelembagaan petani.  Penyuluh pertanian yang ada sebagian besar penyuluh pertanian ahli sehingga materi penyuluhan pertanian perlu dibuat dalam media elektronik. 

Pada kesempatan ini, Ir. Sigit Sapto Wibowo, MSc, yang juga penyuluh pertanian senior di BPTP Kalimantan  Barat memperkenalkan teknik pembuatan video instruksional menggunakan software Corel Video Pro 6.0.  Masih banyak penyuluh pertanian yang belum memiliki fasilitas camera video atau handphone yang dapat merekam video maka pelatihan ditekankan pada pembuatan video instruksional berbasis foto atau still image, cara dubbing menggunakan fasilitas sound recorder laptop atau direkam dengan handphone, mengolah image agar fit dengan lebar layar video, cara memberi teks, cara compile ke file video, serta burning ke dalam DVD.  Pembuatan materi penyuluhan dalam bentuk video instruksional ini untuk mengatasi masalah terbatasnya materi tercetak berupa brosur dan leaflet dari instansi terkait.  Pada lokakarya ini juga dibahas cara membuat karya tulis ilmiah di bidang penyuluhan pertanian seperti mengukur efektifitas metoda penyuluhan pertanian dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, atau sikap petani.  Topik yang dibahas terutama adalah analisa data statistik non parametrik menggunakan Software IBM SPSS 21 misalnya untuk uji reliabilitas dan validitas kuesioner, uji t-student, uji Mann Whitney dan lainnya sesuai dengan kondisi sampel dan teknik samplingnya.

Setelah menjajagi kemampuan para peserta, materi yang perlu ditransfer kepada para penyuluh, dan waktu yang tersedia, dirasakan bahwa para penyuluh belum dapat menguasai seluruh materi.  Oleh karena itu dijadwalkan kembali agar materi tersebut dapat dibahas pada pertemuan penyuluh berikutnya dengan narasumber dari BPTP Kalimantan Barat.  Setelah para penyuluh pertanian ini dilatih oleh peneliti dan penyuluh lingkup BPTP Kalimantan Barat maka para penyuluh ini akan mengimplementasikan hasilnya pada kegiatan di kelompoktani.  Dalam waktu dekat dirancang kegiatan penyuluhan pertanian untuk implementasi hasil lokakarya dan pelatihan terutama kegiatan demonstrasi teknologi mendukung pengembangan komoditas jagung di Pasir Panjang, Kota Singkawang.  Secara ringkas poros Peneliti-Penyuluh-Petani ini dikembangkan sebagai berikut:  Para peneliti dan penyuluh lingkup BPTP Kalbar melatih para penyuluh pada BPP di Kota Singkawang.  Selanjutnya para penyuluh pertanian mengimplementasikan hasil pelatihan tersebut dalam kegiatan Latihan-Kunjungan-Supervisi (Lakususi) dimana para peneliti dan penyuluh BPTP Kalbar bertindak sebagai backstopper-nya.  Kegiatan lokakarya ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan, dan Ketahanan Pangan, Ir. Hj. Sri Wahyuni yang mengharapkan kegiatan seperti ini dapat memperderas arus inovasi teknologi ke wilayah perdesaan.  Dengan cara seperti ini diharapkan BPP Singkawang Selatan dapat menjadi BPP Model yang dapat diacu oleh BPP lainnya dalam mengembangkan poros Peneliti-Penyuluh-Petani.