JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

UJI ADAPTASI VARIETAS UNGGUL BARU PADI PENDAMPINGAN PTT DI KABUPATEN LANDAK, KALIMANTAN BARAT

Perubahan iklim yang terjadi seperti kemarau panjang atau kekeringan, banjir dan salinitas berdampak terhadap penurunan produksi dan kualitas hasil tanaman pangan. Berbagai pendekatan untuk menghasilkan varietas padi yang lebih baik melalui perbaikan sumber daya genetik terbukti dapat mempengaruhi kerentanan tanaman terhadap cekaman yang timbul karena dampak perubahan iklim. Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan beberapa varietas unggul padi yang diharapkan mampu beradaptasi pada kondisi perubahan iklim. 

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) sebagai ujung tombak Badan Litbang Pertanian di setiap Propinsi berperan penting dalam mengkaji dan mengembangkan lebih lanjut inovasi teknologi spesifik lokasi. Melalui Pendampingan PTT Tahun 2014, BPTP Kalimantan Barat melakukan Uji Adaptasi VUB Padi di Desa Andeng, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak dengan mengintroduksikan Varietas Unggul Baru yaitu Inpari 30, Inpari 24, Inpari 21 dan Inpago 4. Teknologi yang dintroduksikan dilakukan dengan pendekatan PTT Padi diantaranya penggunaan benih bermutu dan berlabel, Bibit muda umur 18 HSS, Jajar Tanam Legowo 4 : 1, Rekomendasi pemupukan menggunakan PUTS, Penggunaan BWD untuk menentukan pemupukan urea kedua, pengendalian Hama Penyakit secara Terpadu.

Dalam rangka mendiseminasikan hasil panen VUB padi pada tanggal 22 Agustus  2014 dilakukan panen  pengujian Adaptasi VUB Padi dan pengukuran ubinan bersama-sama Penyuluh Lapang di Kecamatan Sengah Temila dan Gapoktan Andeng Maju sebagai pelaksana Demplot VUB Padi. Pengukuran hasil panen ubinan dilakukan seluas 3 m x 2 m. Dari hasil pengubinan diperoleh data produksi padi sebagai berikut : Inpari 30 = 7,33 ton/ha, Inpari 24 = 7,23 ton/ha, Inpari 21 = 6,16 ton/ha dan Inpago 4 = 5,33 ton/ha. Hasil ubinan VUB Padi lebih tinggi dibandingkan dengan produktivitas rata-rata di Kecamatan Sengah Temila yaitu 3,80 ton/ha. Penampilan keempat VUB padi tersebut dilapangan mempunyai daya adaptasi yang baik sehingga dapat direkomendasikan sebagai varietas spesifik lokasi untuk mendukung peningkatan produksi padi di Kabupaten Landak. ( Serom dan Tietyk Kartinaty).