JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

Kepala Badan Litbang Hadiri Field Day Meeting ICCTF

KUBU RAYA - Menteri Pertanian yang diwakili oleh Plt. Dirjen Tanaman Pangan dan sekaligus selaku Kepala Badan Litbang Pertanian Haryono memberikan arahan dalam acara Temu Lapang (Field Day Meeting) Pengelolaan Berkelanjutan Lahan Gambut Terdegradasi untuk Mitigasi Emisi Rumah Kaca dan Mengoptimalkan Produktivitas Tanaman lokasi demplot ICCTF (Indonesia Climate Change Trust Fund) - Kementan di Provinsi Kalimantan Barat, tepatnya di Dusun Banjar Sari Desa Rasau Jaya II, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (20/08/2014). Acara ini Temu Lapang (Field Day) di Hadiri oleh Perwakilan Bappenas Yanto Santosa, Gubernur Kalimantan Barat yang wakili oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup Darmawan, Wakili Bupati Kubu Raya Hermanus, Dinas terkait,  Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan kelompok tani dan penyuluh yang ada di Desa Rasau Jaya yang berjumlah 550 orang.

 

Kegiatan ini diselenggarakan oleh ICCTF-Kementan dan difasilitasi oleh BPTP Kalimantan Barat sebagai pelaksana kegiatan ICCTF-Kementan di Kalimantan Barat. Kegiatan di awali dengan Kepala Badan Litbang Pertanian beserta rombongan meninjau lokasi demplot ICCTF dan menerima penjelasan tentang Tabat, AWS, Poster Kegiatan ICCTF, Agronomi Tanaman, IRGA, GC, Stick Subsidensi dan Pizometer.  Acara dilanjutkan oleh laporan kegiatan ICCTF di Kalbar oleh Kepala BPTP Kalimantan Barat Jiyanto, sambutan selamat datang dari Wakil Bupati Kubu Raya yang sangat menyambut baik dan mendukung penyelenggaraan acara tersebut, yang dilanjukan dengan sambutan Gubernur Kalimantan Barat diwakili oleh Darmawan Kepala Badan Lingkungan Hidup Pihaknya menegaskan untuk dievaluasi Kalender Tanam (KATAM) dan pentingnya penurunan emisi gas rumah kaca, karakteristik tanah gambut, hingga komponen-kompnen teknologi yang diterapkan di Kalimantan Barat untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan menurunkan emisi yang pada akhirnya menguntungkan masyarakat Kalbar pada umumnya.

Dalam kesempatan tersebut Perwakilan Bappenas Yanto Santosa menyampaikan dalam sambutanya Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) adalah badan pendanaan nasional di bidang perubahan iklim, yang bertujuan untuk mengembangkan cara-cara inovatif untuk menghubungkan sumber daya keuangan internasional dengan strategi investasi nasional. Dibentuk oleh Pemerintah Indonesia pada tanggal tahun 2009, ICCTF bertindak sebagai katalisator untuk menarik investasi baik dari internasonal maupun nasional untuk melaksanakan berbagai upaya mitigasi dan program adaptasi perubahan iklim yang dikelola secara nasional. ICCTF menerima kontribusi dari donor bilateral dan multilateral. ICCTF  memberikan hibah kepada instansi pusat dan pemerintah daerah, perguruan tinggi, Organisasi Masyarakat Sipil, dan LSM untuk mendukung proyek-proyek terkait perubahan iklim di Indonesia. Kegiatan ini diharapkan berdanfak ke masyarakat luas.

Arahan Menteri Pertanian yang diwakili oleh Plt. Dirjen Tanaman Pangan dan sekaligus selaku Kepala Badan Litbang Pertanian Haryono mengatakan ciri-ciri pertanian modern yang pertama penguasaan iptek, penguasaan teknologi penerapan inovasi tentang iklim, penguasaan teknologi informasi aplikasi hulu hilir pertanian dan penguasaan perekayasaan alat mesin pertanian. “Ini menunjukkan tanda-tanda positif untuk 10 tahun terakhir alat mesin pertanian banyak mewarnai pertanian di Indonesia” tandasnya.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan Atlas Lahan Gambut dan produk Badan Litbang kepada Perwakilan Gubernur Kalimantan Barat, Wakil Bupati Kubu Raya, dan penyerahan PUTR, PUPO kepada Kelompok Tani Desa Rasau Jaya II dan diakhiri dengan dialog dengan petani yang dipandu oleh Camat Rasau Jaya yang tampak antusias. (Fah)