JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

TEMU LAPANG VARIETAS UNGGUL BARU PADI DI DESA SUAH API KECAMATAN JAWAI SELATAN

Dalam rangka mendiseminasikan hasil varietas unggul baru mendukung kegiatan demfarm padi di desa Suah Api Kecamatan Jawai Selatan maka dilakukan kegiatan temu lapang panen padi. Peserta Kegiatan ini terdiri dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kab. Sambas, Badan Ketahanan Pangan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP4K) Kab. Sambas, BPTP  Kalimantan  Barat,  Camat, Danramil, Kepala Desa, penyuluh pertanian se Kecamatan Jawai Selatan, ketua gapoktan dan Kelompoktani. Kegiatan demfarm padi ini merupakan salah satu bentuk pendampingan program PTT di Kab. Sambas oleh BPTP Kalimantan Barat

sebagai kepanjangan tangan Badan Litbang Pertanian di daerah. Dalam kegiatan demfarm padi ini diterapkan teknologi budidaya padi dengan pendekatan Pengelolaa Tanaman Terpadu (PTT) secara tepat. Komponen teknologi yang diterapkan meliputi pengggunaan varietas unggul baru yaitu varietas Inpara 3 dan Cibogo, penggunaan benih bermutu (kelas benih FS/label putih), pengembalian jerami ke lahan, pemupukan berdasarkan analisis tanah menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) dengan dosis 140 kg urea, 180 kg NPK 15:15:15 dan 5 kg KCl/ha serta penggunaan Bagan Warna Daun, penanaman dengan sistem tanam jajar legowo 4:1 tipe 1 dengan jarak tanam 25 x 12,5 x 50 cm, penggunaan bibit muda 18 Hari Setelah Semai (HSS) dengan 2 – 3 batang/lubang, pengendalian hama penyakit berdasarkan konsep PHT dan panen menggunakan sabit. Untuk mengetahui perkiraan hasil panen maka dilakukan ubinan dengan luas 2,5 m2/ubinan dengan 2 sampel ubinan per masing-masing varietas sehingga ada 4 sampel ubinan. Dari ubinan yang dilakukan oleh Distannak Sambas, BKP4K Sambas yang diwakili oleh kepala BPP Jawai Selatan, BPTP Kalbar, Camat Jawai Selatan dan Kepala UPT Jawai/Jawai Selatan serta Kepala Desa diperolah hasil rata-rata varietas Cibogo 8,0 t/ha GKP dan 6,6 t/ha GKP varietas Inpara 3.

Dalam sambutannya Kepala Distannak Kabupaten Sambas yang dalam hal ini diwakili oleh Kabid Tanaman Pangan mengatakan bahwa tahun 2014 ini merupakan tehun terakhir SL-PTT dan direncanakan tahun 2015 berganti dengan Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT). Pada tahun 2014 ini merupakan tahun yang cukup sulit bagi Kabupaten Sambas, karena terjadinya berbagai bencana di Kabupaten Sambas mulai dari Januari – Pebruari kemarau, maret – April terjadinya hujan dan Mei – Juli ini terjadinya kekeringan sehingga menurunkan produktivitas tanaman pangan terutama padi. Untuk Musim Gadu 2014 ini diperkirakan dikabupaten Sambas terjadi fuso tanaman padi sekitar 6.700 Ha dan ini merupakan sejarah tanaman fuso terbesar akibat kekeringan di Kabupaten Sambas. Dengan dilaksanakannya panen padi pada hari ini merupakan penyejuk bagi kita semua karena cukup banyak petani kita yang tidak bisa panen karena kekeringan. Panen padi dapat terlaksana di lokasi ini karena dilakukannya pompanisasi (ada sumber air). Untuk itu ke depan Distannak Kab. Sambas akan membuat sumor bor dibeberapa lokasi sentra tanaman padi dengan harapan produksi padi di musim kemarau bisa optimal serta pada musim Penghujan MH. 2013/2014 ditargetkan penyemaian harus selesai Minggu Ke IV Agustus sampai Minggu Ke II September.

Sedangkan Kepala BPTP Kalimantan Barat dalam sambutannya mengatakan bahwa panen padi pada hari ini sungguh menggembirakan diantara beberapa lokasi yang tidak bisa panen karena kekeringan. Pertanyaannya, mengapa dilokasi ini bisa panen dengan hasil yang cukup baik? Karena di lokasi ini ada sumber air yang dapat dialirkan ke lahan sawah dengan pompanisasi, berarti air sangatlah penting untuk pertanaman padi. Jadi program pembuatan sumor bor oleh Distannak Sambas tepat.  Karena dibeberapa lokasi tidak bisa panen akibat kekeringan kemungkinan besar untuk penanaman berikutnya akan kesulitan mencari benih. Untuk itu Kepala BPTP Kalimantan Barat  sangat mengharapkan agar benih dari panen sekarang yang masih kelas SS (label ungu) dapat seluruhnya dijadikan benih jangan untuk dikonsumsi. Disamping itu juga untuk menghindari hama penyakit lakukanlah pergiliran varietas.