JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

KRPL Kabupaten Pontianak diawal Tahun 2014

Kemarau panjang, tanah kering, air bersih susah di dapat, banyak tanaman menjadi layu dan mati, itulah permasalahan yang dikeluhkan petani di Kalimantan Barat pada musim kemarau diawal Tahun 2014. Jangankan untuk menyiram tanaman, untuk minum saja sulit, apalagi di daerah pesisir, banyak air sumur menjadi asin.  Namun demikian kaum ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) di desa Abrasi Namhoi Kecamatan Mempawah Hilir lokasi pelaksanaan MKRPL binaan BPTP Kalbar tetap memiliki semangat yang tak pernah layu.

Mereka tidak habis akal karena bagi mereka kemarau panjang bukanlah menjadi penghalang  tapi membuat mereka terus semakin tegar untuk berupaya menanam jenis sayuran yang tahan kekeringan seperti sawi, kubis dan seledri dan terus mencari sumber air bersih untuk menyirami tanaman, dengan berharap tanaman di Kebun Bibit Desa (KBD) dan di pekarangan tetap tersedia dan tumbuh subur. Demikian halnya dengan KWT di desa Jagu Kecamatan Anjungan Melancar Kabupaten Pontianak.

 

Hal ini terbukti ketika Kepala BPTP Kalimantan Barat, bapak  Ir.Jiyanto,MM beserta team peneliti dan penyuluh BPTP Kalbar melakukan kunjungan ke 2 lokasi MKRPL Kabupaten Pontianak ( desa Abrasi Namhoi dan Desa Jagu) pada tanggal 14 Pebruari 2014, tanaman di KBD masih terlihat subur dan tanaman di pekarangan hanya ada beberapa yang mengalami kekeringan.

Kunjungan Kepala BPTP dan team mendapat sambutan yang akrab dan ramah oleh ibu Noni dan ibu Masnah selaku ketua KWT di kedua lokasi KRPL Kabupaten Pontianak.  Disela-sela pertemuan, pada tempat yang berbeda, Kepala Balai melantunkan beberapa pertanyaan yang  sama pada kedua ketua KWT, salah satu pertanyaan yang paling bermakna adalah : “apakah kelompok ibu siap untuk melanjutkan program KRPL di Tahun 2014?” dan dengan wajah yang serius dan penuh harap mereka menjawab: “Insya Allah, Kami siap melanjutkan Program MKRPL di Tahun 2014”.  Mendengar jawaban itu sebagai LO KRPL Kabupaten Pontianak hanya tersenyum sembari berharap: “Semoga jawaban itu bisa menjadi kenyataan”.(J.C.Kilmanun)