JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
id Bahasa Indonesia en English

TEMU TEKNIS PENYULUH DAN PELATIHAN INOVASI TEKNOLOGI PERTANIAN MENDUKUNG PROGRAM SL-PTT DI KABUPATEN LANDAK

Mengawali Pelaksanaan Pendampingan SL-PTT Padi dan Jagung di Kabupaten Landak pada tahun 2013 sebanyak 40 Petugas Penyuluh Lapang Pertanian yang ada di 13 Kecamatan di Kabupaten Landak dibekali dengan pendalaman materi melalui pelatihan Inovasi Teknologi Pertanian yang diselenggarakan oleh BPTP Kalimantan Barat bekerjasama dengan Badan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kabupaten Landak melalui acara “Temu Teknis Penyuluh Tingkat Kabupaten” yaitu pada tanggal 10 Juni 2013 di Aula Pertemuan Hotel Kurnia Ngabang.

 

Selain Petugas Penyuluh Lapang acara Temu Teknis dan Pelatihan Inovasi Pertanian ini dihadiri oleh Kabid Produksi Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Landak, Kepala Sub Tata Usaha BPTP Kalimantan Barat beserta LO SL-PTT Kabupaten Landak dan Peneliti BPTP sebagai Pemateri. Acara dibuka langsung oleh Bapak Paiman, S.IP selaku Kepala BP3K Kabupaten Landak. Melalui sambutannya diharapkan para “Penyuluh selalu meningkatkan Kinerjanya, walaupun kenyataan di lapangan bahwa petugas penyuluh di Kabupaten Landak masih kurang sehingga kedepan tenaga-tenaga THL-TBPP dalam pelaksanaan tugas lapangan tidak lagi bergandengan dalam satu WKPP dengan penyuluh PNS dikarenakan tahun ini sudah memasuki tahun keempat bagi THL-TBPP sehingga sudah mampu dan mandiri untuk membina satu desa. Dukungan BP3K Kabupaten Landak terhadap tenaga THL-TBPP diantaranya memberikan tambahan insentif 2 bulan, dimana kontrak kerja insentif semula hanya dibayarkan 10 bulan sehingga THL-TBPP Kabupaten Landak bisa mendapatkan Insentif 12 Bulan. Selain itu dukungan fasilitas operasional yang rencana tahun ini akan diberikan 43 motor pada tahun 2013 bagi Penyuluh sehingga semua penyuluh bisa memperoleh fasilitas tersebut. Temu Teknis dan Pelatihan Inovasi Pertanian yang dilaksanakan hendaknya dapat dijadikan sumber pengetahuan Bagi Penyuluh dan Peran Penyuluh dalam mensukseskan program SL-PTT melalui pengaplikasian teknologi terkini terutama yang bersifat spesifik lokasi melalui Demfarm Padi dan melakukan pendampingan serta pengawalan penyuluhan di lokasi SL-PTT sehingga pencapaian surplus beras 10 juta ton dapat terwujud,”  demikian Bapak Paiman, S.IP mengakhiri sambutannya.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ibu Revi Marsusi yang mewakili Kepala BPTP Kalimantan Barat tentang Kinerja Pendampingan SL-PTT Padi dan Jagung di Kabupaten Landak. Melalui pemaparannya dijelaskan pendampingan SL-PTT di Kabupaten Landak sudah terlaksana selama 4 tahun yang dimulai pada tahun 2010, melalui pengujian adaptasi varietas padi sudah diperoleh peningkatan produksi yaitu dari rata-rata produktivitas kabupaten landak yang hanya 3,3 – 3,6 ton/ha dengan pengujian VUB Padi telah bisa mencapai produksi 4,5 – 6,5 ton/ha. Implikasi kebijakan berupa Rekomendasi VUB di Kabupaten Landak untuk agroekosistem sawah ½ teknis dan tadah hujan yaitu varietas Cibogo, Mekongga, Inpari 14, Inpari 10, dan Inpari 6. Sedangkan rekomendasi VUB Jagung pada lahan kering diantaranya Lamuru dan Bima.

Materi Teknologi PTT Padi dan Jagung disampaikan Ibu Tietyk Kartinaty, SP selaku LO Kabupaten Landak dengan pemaparan : a). Komponen teknologi dasar terdiri dari : Varietas Unggul Baru (VUB), penggunaan benih bermutu dan bersertifikat, pemberian bahan organik, pengaturan populasi tanam melalui pengaturan jarak tanam dan jajar legowo, pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan status hara serta pengendalian OPT berdasarkan konsep PHT. Komponen teknologi pilihan terdiri dari : pengolahan tanah sesuai musim dan pola tanam, penggunaan umur bibit muda < 21 hari, Tanam bibit 1 – 3 batang per rumpun, pengairan secara efektif dan efisien, penyiangan dengan landak atau gosrok serta panen tepat waktu dan gabah segera dirontok.

Materi Kalender Tanam Terpadu oleh Ibu Dina Omayani Dewi, SP, M.Sc, dalam hal ini  sekaligus dilakukan validasi data KATAM pada 13 kecamatan di Kabupaten Landak. Hasil pemaparan terlihat musim tanam belum bisa diterapkan sesuai dengan KATAM dikarenakan berlakunya adat istiadat seperti naik dango, pantang (Belala) dan teknis yaitu keterlambatan benih pada musim tanam.

Setelah penyampaian materi dilanjutkan dengan acara diskusi bersama peserta pelatihan. Dalam diskusi terlihat para penyuluh sangat antusias berbagi pengalaman dan sharing kendala-kendala yang dihadapi di lapangan diantaranya susahnya memperoleh benih unggul di lokasi petani, beberapa jaringan irigasi yang rusak, penanganan pasca panen dan pengolahan hasil yang perlu diperbaiki serta pengaturan jadwal tanam yang belum tepat. Melalui kegiatan ini banyak sekali umpan balik yang diperoleh sehingga kedepan perlu dilakukan koordinasi dan sinergi berbagai intansi terkait sehingga swasembada berkelanjutan (padi dan Jagung) di Kabupaten Landak akan cepat terwujud. (Tyk)