Pelatihan Inovasi Teknologi 2013 Kab. Sanggau

Kategori Induk: Berita Ditulis oleh admin1 Dilihat: 2515

Dalam rangka mempercepat terwujudnya empat sukses pembangunan pertanian antara lain swasembada dan swasembada berkelanjutan (padi dan jagung) serta meningkatkan kesejahteraan petani telah dilakukan berbagai program dan strategi antara lain melalui sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SLPTT). Sasaran SLPTT padi adalah 72,06 juta ton GKG atau meningkat 6,25% dari produksi sebelumnya, jagung 19,83 juta ton PK atau meningkat 4,59% dari tahun sebelumnya.

Dalam mewujudkan pencapaian target tersebut maka dilakukan program pendampingan SLPTT padi dan jagung di Kalimantan Barat secara khusus di Kabupaten Sanggau. BPTP Kalimantan Barat selaku kepanjangan tangan dari Badan Litbang Pertanian membantu mempercepat pencapaian target tersebut, melaukan pelatihan Inovasi Teknologi Pertanian di Kabupaten Sanggau yang dilaksanakan di Kantor Balai Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kecamatan Tayan Hulu yang dilaksanakan selama 1 hari, peserta para kepala UPTD, BP3K dan PPL Kabupaten Sanggau. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para petugas lapang tentang inovasi teknologi pertanian yang berkaitan dengan pengelolaan tanaman terpadu padi dan jagung serta penentuan jadwal tanam yang tepat.

 

Hadir sebagai narasumber yaitu Ir. Basita Ginting menyampaikan materi tentang Dukungan Sumberdaya Manusia dalam mendukung kegiatan SLPTT dijelaskan bahwa Kabupaten Sanggau terdiri dari 15 Kecamatan, mempunyai 163 desa dan 6 kelurahan, sudah memiliki 15 BP3K dengan katalain setiap kecamatan sudah mempunyai kantor BP3K, dengan jumlah penyuluh sebanyak 137 orang yang tersebar di setiap kecamatan. Materi berikutnya tentang Kebijakan pendampingan SLPTT yang disampaikan oleh Bapak Ir. Rusli Burhansyah, MSi yang merupakan KSPP BPTP Kalbar dalam pemaparannya disampaikan bahwa BPTP melakukan pendampingan dalam bentuk Dispaly VUB padi dan jagung, pelatihan inovasi teknologi pertanian, pelatihan dan bimbingan pada kelompok tani, penentuan rekomendasi pemupukan, temu lapang dan peyebaran media informasi. Kemudian materi disampaikan oleh Bapak Sution, SP yang merupakan LO SLPTT Sanggau juga sebagai Peneliti di BPTP Kalbar tentang teknologi SLPTT padi dijelaskan bahwa keberhasilan usahatani padi sangat ditentukan oleh teknologi mulai dari penggunaan varietas unggul, persemaian, penanaman, penggunaan benih umur muda, pengolahan lahan, pemupukan berimbang, penyiangan, pengairan, pengendalian hama dan penyakit serta penaganan panen dan pasca panen. lebih lanjut disarankan agar setiap lokasi SLPTT terutama Laboratorium Lapang (LL) harus menerapkan sistem tanam legowo karena populasi tanaman lebih banyak, pengendalian gulma, hama dan penyakit lebih mudah, pemupukan lebih berdaya guna serta dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Materi selanjutnya disampaikan oleh Abdullah Umar, SP tentang Kalender Tanam, dijelaskan lebih rinci bahwa kalendertanam ini banyak sekali manfaatnya diantaranya menentukan waktu tanam yang tepat, penentuan rekomendasi pemupukan, rekomendari varietas serta Organisme Penggantu Tanaman yang dominan yang dapat dilihat secara perkecamatan. Acara tersebut sangat menarik sehingga banyak sekali pertanyaan dan masukan yang disampaikan oleh peserta, karena sebagai cikal bakal pengetahun untuk pelaksanaan SLPTT kedepannya.